Egi Sujana Mengalami Confuse...

 Egi Sujana Mengalami Confuse...

A. Darojul Ali, M.H.

Dia berargumentasi,
" Pergilah ke Fir'aun sesungguhnya dia telah melampaui batas "
" Dan dan katakan pada Fir'aun dengan kata-kata yang lembut ".

Argumentasi surat Taha ini yang melatarbelakangi Egy Sujana ke rumah Jokowi.
Sebuah sowan yang menurut saya telah merendahkan, menampar gerakan dan eksistensi penggerak /muharrik sendiri.
Meskipun dibungkus silaturrahim, tapi peristiwa ini bisa dilihat dari suasana batin masalah yang dihadapi.
Confuse/ bingung atau kebingungan menghadapi masalah hukum, antara dirinya sakit dan harus pergi ke Malaysia sementara dirinya tersangka dan dilarang bepergian keluar negeri.
Ini bisa memberi tanda-tanda lemas RRT, tapi tidak yang dialami ketiga orang itu, dan pengacaranya.
Bahkan Egi Sujana pun memberi semangat agar terus melawan Jokowi.
Apa yang dialami ES suatu pilihan yang kurang tepat, apakah karena kasus hukum tersangka jadi sandera ES untuk tetap eksis.
Dia yang memutuskan membongkar ijasah Jokowi, dia sendiri yang berubah haluan.
Saya pernah dengar pengkondisian dan arahan ES, kalian bisa gak angkat masalah, lalu kelola masalah itu, tentu kalian akan dapat manfaat. "
Saya kagum ke ES ketika para yunior dimobilisasi ke Istana negara untuk melawan SDSB masa Suharto, sampai-sampai di setiap kajian minggu di Walisongo Menteng ES Jakarta dipuji-puji oleh setiap penceramah.
Dan ES dikasih waktu ceramah di masjid Agung Walisongo.
Walaupun literasi Wahyu  ketika itu belum/ kurang Mafhum.
Pertemuan dengan Jokowi, ES tidak minta maaf dan Jokowi pun mengatakan tidak perlu hal itu dibicarakan.
Yang penting telah terjadi saling memahami .
Meskipun awalnya ES bilang, Jokowi harus diadili biar terang dan jelas.
Di sisi lain ketika mengahadap Jokowi, ES bilang Jokowi santun, dengan ucapan ES Jokowi bilang Inggih, inggih ?
Kita berharap kasus ini sampai ujungnya, walaupun  menurut Prof. Dr. Mahfud MD, kasus ini akan selesai setelah probowo tidak jadi presiden.
Tapi menurut saya ini urusan hukum dunia, tidak harus tidak ada kepastian.

Semoga....

Ujungpangkah,

22 Januari 2026

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Obituari Kanda Kaeladzi

الحاكم (الصادر الحكم بين أهل الرأي و أهل التقليدي

K.H. Ja'far Yasa': Kyai yang Bersahaja