Postingan

SANG PEJUANG KELUARGA

SANG PEJUANG KELUARGA Puisi untuk Ayah, Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Oleh: Indah Hanifah binti Hanif Adzhar Ayah… Di balik wajahmu yang tampak tegar, tersimpan lelah yang tak pernah kau kabarkan. Di balik senyummu yang sederhana, ada beban hidup yang kau pikul sendirian. Kau melangkah saat fajar menyingsing, menembus dinginnya pagi yang menggigil. Mengejar rezeki, melawan letih, demi keluarga yang kau kasihi. *Ayah…* Kau tak selalu pandai berkata cinta, tak selalu mampu merangkai kata mesra. Namun, setiap peluh yang jatuh dari tubuhmu, adalah bukti cinta yang tak pernah semu. Kau rela menahan lapar, agar anak-anakmu bisa makan dengan kenyang. Kau rela menyimpan keinginan, agar keluarga tak kekurangan. Terkadang kau pulang dengan tubuh kelelahan, namun tetap berusaha menyembunyikan kesedihan. Sebab bagimu, rumah adalah tempat berteduh, dan keluargamu adalah alasan untuk terus berlabuh. *Ayah…* Maafkan kami yang tak mengerti, betapa berat perjuanganmu setiap hari. Kami hanya melihat ap...

Pengorbanan dan Cinta tak Bertepi Seorang lbu

Gambar
Pengorbanan dan Cinta tak Bertepi Seorang lbu Oleh Sudono Syueb, Pengurus Dewan Dakwah Jat8m Cinta seorang ibu adalah satu-satunya bentuk pengorbanan di dunia ini yang benar-benar tanpa batas dan tanpa syarat. Sejak embrio kehidupan mulai berdetak di dalam rahim hingga helaan napas terakhirnya, seluruh eksistensi seorang ibu didedikasikan untuk kebahagiaan anak-anaknya. Pengorbanan seorang ibu bukanlah sebuah transaksi laba rugi. Ia tidak memberikan kasih sayang dengan harapan akan mendapatkan pengembalian modal di masa depan.  Ketika seorang ibu terjaga di sepertiga malam untuk menenangkan bayinya yang menangis, atau ketika ia merelakan porsi makannya agar sang anak kenyang, ia sedang melakukan tindakan spiritual yang melampaui logika kemanusiaan biasa. Dalam dinamika kehidupan modern yang sering kali transaksional, cinta tak bertepi seorang ibu menjadi pengingat paling murni tentang apa itu ketulusan.  Di saat dunia luar menilai seseorang berdasarkan pencapaian, ...

Mengenal l'rab Huruf-Huruf Muqaththa'ah pada Fawatihus Suwar Al-Qur'an

Gambar
Mengenal l'rab Huruf-Huruf Muqaththa'ah pada Fawatihus Suwar Al-Qur'an Oleh Sudono Syueb, pernah nyantri di PP YTP Kertosono Huruf-huruf muqaththa'ah (seperti Alif Lam Mim, Yasin, Kaf Ha Ya 'Ain Shad, dll.) yang berada di awal surah Al-Qur'an umumnya dianggap tidak memiliki kedudukan i'rab (laa mahalla laha minal i'rab) menurut pendapat mayoritas ulama ahli nahwu, karena ia merupakan huruf abjad tunggal yang berfungsi sebagai pembuka surah (fawatihus Suwar). Namun, para ulama pakar bahasa dan tafsir (seperti Al-Farra', Az-Zajjaj, Ad-Darwis dan Ibnul Anbari) menyebutkan beberapa pandangan lain, jika huruf-huruf tersebut diposisikan sebagai suatu kata atau nama dan bukan makna. Berikut adalah rincian posisi i'rabnya berdasarkan beberapa pendapat: 1. Tidak Memiliki Kedudukan I'rab (Laa Mahalla Laha Minal I'rab) lni adalah pendapat yang paling kuat dan banyak dipilih. Huruf-huruf ini kedudukannya sama seperti huruf-huruf hijaiyah ...

Pengaruh Tafsir Al-Jalalain pada Produk Tafsir Dunia dan Nusantara

Gambar
Pengaruh Tafsir Al-Jalalain pada Produk Tafsir Dunia dan Nusantara Oleh Sudono Syueb, pernah nyantri di PP YTP, Kertosono Tafsir al-Jalalain, yang ditulis oleh dua ulama besar Mesir—Jalaluddin al-Mahalli dan Jalaluddin as-Suyuthi pada abad ke 9 H—bukan sekadar kitab penjelasan Al-Qur'an biasa. Kitab ini adalah karya monumental yang merevolusi metodologi penafsiran Al-Qur'an secara global dan menjadi pilar utama tradisi intelektual Islam di Indonesia. Meskipun ukurannya ringkas, pengaruhnya menembus batas-batas geografis dan zaman, menjadikannya salah satu kitab tafsir paling berpengaruh di dunia Islam. Berikut adalah analisis mengenai pengaruh besar Tafsir al-Jalalain di tingkat dunia dan di Indonesia: 1. Pengaruh Global: Standar Baru Metode Ijmali (Global-Ringkas) Di panggung dunia Islam, Tafsir al-Jalalain diakui sebagai masterpiece dalam metode penafsiran ijmali (ringkas). Sebelum kitab ini lahir, tradisi tafsir sering kali didominasi oleh kitab-kitab tebal berbe...

Fiqih Ikhtilaf (2): Ikhtilaf Shahabi di Masa Nabi Hidup

Gambar
  Fiqih Ikhtilaf (2): Ikhtilaf Shahabi di Masa Nabi Hidup   Bukhori at-Tunisi (Alumni IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)   Dalam yurisprudensi Islam, bila terjadi perbedaan antar Shahabat, maka keputusan Nabi menjadi keputusan akhir, dan tidak ada keputusan pilihan lainnya. Banyak terjadi perbedaan fi’liyah , qauliyah , dan sikap antar Shahabi saat Nabi masih hidup, hal tersebut karena adanya perbedaan tempat, waktu, dan kesempatan untuk bertemu Nabi. Mengapa terjadi perbedaaan antar Shahabi? Ada Shahabat yang rumahnya berdekatan dengan Nabi, ada yang jauh, ada yang tinggal di kota lain. Ada yang sering menyertai Nabi, dan ada yang jarang menyertai Nabi. Para Shahabat Nabi tidak semuanya tinggal di Madinah, ada yang tinggal dekat Madinah, dan ada yang jauh. Shahabat tersebar di berbagai kota Jazirah Arab. Fi’liyah dan qauliyah Shahabat, kadang murni dari Shahabat, bukan dari Nabi, karena saat itu tidak bersamaan dengan Nabi. Setelah kejadian baru dilaporkan kep...

ISTRIMU BUKAN PEMBANTUMU, BUKAN PULA ART-MU

Gambar
ISTRIMU BUKAN PEMBANTUMU, BUKAN PULA ART-MU (Renungan dari Persoalan Rumah Tangga Tetangga) Oleh: Indah Hanifah binti Hanif Adzhar Ada sesuatu yang terkadang terlupakan dalam kehidupan rumah tangga. Seorang suami pulang ke rumah, ingin disambut dengan senyuman, disiapkan makanan, disediakan minuman, rumah dalam keadaan rapi, pakaian bersih dan kebutuhan lainnya sudah tersedia. Ketika semua itu terpenuhi, dianggap sebagai hal yang biasa. Namun, ketika ada yang tidak beres, tak jarang keluhan muncul. Rumah berantakan sedikit, makanan terlambat disajikan, atau pakaian belum disetrika, seolah-olah ada kewajiban yang tidak dilaksanakan oleh istri. Pernahkah sejenak seorang suami bertanya kepada dirinya sendiri? *"Apakah aku sudah memperlakukan istriku sebagai pasangan hidup, atau justru seperti pembantu yang harus selalu siap melayaniku?"* Istri bukan ART yang bekerja dari pagi hingga malam untuk memenuhi kebutuhan majikannya. Ia adalah seorang manusia yang juga bisa lelah, sakit,...

KU SAMBUT USIAKU DENGAN SYUKUR

Gambar
❤KU SAMBUT USIA "60" TAHUNKU DENGAN SYUKUR❤ *إنا لله وإنا إليه راجعون۔۔* Oktober 2026 Genap sudah usiaku *"60"* tahun. Usia yang membuatku semakin sadar, betapa panjang perjalanan yang telah Allah izinkan untuk kulewati. Begitu banyak cerita dalam *"60"* tahun ini. Ada bahagia yang membuatku tersenyum, ada air mata yang mengajarkanku tentang kesabaran, ada kehilangan yang mengajarkanku tentang keikhlasan, dan ada begitu banyak nikmat Allah yang seringkali baru kusadari setelah melewatinya. Kini, *ku sambut usia lansiaku dengan gembira dan penuh rasa syukur.* Bukan karena aku merasa sudah sempurna, tetapi karena Allah masih memberiku kesempatan untuk memperbaiki diri, memperbanyak ibadah, mempererat silaturrahim, dan berbagi kebaikan dengan sesama. Di usia ini, aku tidak lagi ingin mengejar terlalu banyak hal duniawi. Aku hanya ingin hati yang lebih tenang, iman yang lebih kuat, kesehatan yang cukup, keluarga yang penuh kasih, dan kehidupan yang semakin ...