Postingan

PENGERTIAN, PENJELASAN, PERTUMBUHAN, DAN PERKEMBANGAN ULUMUL QUR'AN

PENGERTIAN, PENJELASAN, PERTUMBUHAN, DAN PERKEMBANGAN ULUMUL QUR'AN Oleh: Amrozi Mufida, Anggota LPHU PDM Lamongan, Wakil Ketua PCM Babat, dan Ketua DP AIK RSUM Babat Disampaikan di Pembinaan Muballigh Muda Muhammadiyah pada Ahad, 2 Agustus 2026, Pukul 08.00 WIB, di GDM Babat *1. PENGERTIAN ULUMUL QUR'AN* Menurut bahasa, etimologi, kata *Ulum* adalah bentuk jamak dari kata *ilmu*, yang memiliki arti *memahami dan menguasai*. Kemudian, arti kata ini berubah menjadi *masalah-masalah yang beraneka ragam yang disusun secara ilmiah* Sedangkan, menurut istilah, terminologi, *Ulumul Qur'an* ialah ilmu yang membahas masalah-masalah yang berhubungan dengan Al-qur'an, baik dari segi asbabun nuzul (sebab-sebab turunnya Al-Qur'an), pengumpulan dan penertiban Al-qur'an, pengetahuan tentang surat-surat Makkiyah dan Madaniyah, an-nasikh wal mansukh (yang menghapus dan yang dihapus), al-muhkam wal mutasyabih (yang sudah jelas dan yang masih samar maknanya), dan lain-lain yang m...

Tafsir Surah Al-Fatihah: Basmalah Bagian Al-Fatihah ? (2)

Gambar
 Tafsir Surah Al-Fatihah: Basmalah Bagian Al-Fatihah ? (2) Oleh Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Penyadur Sudono Syueb بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ تَمْهِيدٌ يَرَى بَعْضُ الصَّحَابَةِ كَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ، وَبَعْضُ التَّابِعِينَ كَسَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ وَعَطَاءٍ وَالزُّهْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَبَعْضُ فُقَهَاءِ مَكَّةَ وَقُرَّائِهَا وَمِنْهُمُ ابْنُ كَثِيرٍ، وَبَعْضُ قُرَّاءِ الْكُوفَةِ وَفُقَهَائِهَا وَمِنْهُمْ عَاصِمٌ وَالْكِسَائِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ، أَنَّ الْبَسْمَلَةَ آيَةٌ مِنْ كُلِّ سُورَةٍ مِنْ سُوَرِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Pengantar Sebagian sahabat nabi seperti Abu Hurairah, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Umar; serta sebagian tabi'in seperti Said bin Jubair, Atha', Az-Zuhri, dan Ibnul Mubarak; serta sebagian pakar fikih Mekah dan ahli qiraatnya termasuk Ibnu Katsir; serta sebagian ahli qiraat Kufah dan pakar fikihnya termasuk Ashim, Al-Kisa...

Tafsir Surah Al-Fatihah: Nama Surah dan Kandungannya (1)

Gambar
Tafsir Surah Al-Fatihah: Nama Surah dan Kandungannya (1) Oleh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Penyadur Sudono Syueb سُورَةُ الفَاتِحَةِ (١) بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ  Surah Al-Fatihah (1) Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang تعريف السورة اَلسُّورَةُ طَائِفَةٌ مِنَ القُرْآنِ مُؤَلَّفَةٌ مِنْ ثَلَاثِ آيَاتٍ فَأَكْثَرَ، لَهَا اِسْمٌ يُعْرَفُ بِطَرِيقِ الرِّوَايَةِ.  Pengertian Surah Surah adalah sekumpulan ayat Al-Qur'an yang terdiri dari tiga ayat atau lebih, serta memiliki nama yang diketahui melalui jalur riwayat (transmisi lisan) yang dinanakan hadis. سورة الفاتحة وَقَدْ رُوِيَ لِهَذِهِ السُّورَةِ عِدَّةُ أَسْمَاءَ اِشْتَهَرَ مِنْهَا: أُمُّ الكِتَابِ، أُمُّ القُرْآنِ (لِاشْتِمَالِهَا عَلَى مَقَاصِدِ القُرْآنِ مِنَ الثَّنَاءِ عَلَى اللَّهِ وَالتَّعَبُّدِ بِأَمْرِهِ وَنَهْيِهِ، وَبَيَانِ وَعْدِهِ وَوَعِيدِهِ)، وَالسَّبْعُ المَثَانِي (لِأَنَّهَا تُثْنَى فِي الصَّلَاةِ)، وَالأَسَاسُ (لِأَنَّهَا أَصْلُ القُرْآنِ وَأَوَّلُ سُورَةٍ فِيهِ)، وَالفَ...

Diskursus Surah Al-Baqarah ayat 18-20 dari Segi Lughah, l'rab dan Balaghah versi Syaikh Muhyiddin Al-Darwis

Gambar
Diskursus Surah Al-Baqarah ayat 18-20 dari Segi Lughah, l'rab dan Balaghah versi Syaikh Muhyiddin Al-Darwis Penyadur Sudono Syueb, Alumni PGAM Paciran, Lamongan Surah Al-Baqarah (18-20)  بسم الله الرحمن الرحيم صُمٌّ بُكْمٌ عُمْيٌ فَهُمْ لَا يَرْجِعُونَ (١٨)  "Mereka tuli, bisu, (dan) buta, maka mereka tidak dapat kembali (ke jalan yang benar)." أَوْ كَصَيِّبٍ مِنَ السَّمَاءِ فِيهِ ظُلُمَاتٌ وَرَعْدٌ وَبَرْقٌ يَجْعَلُونَ أَصَابِعَهُمْ فِي آذَانِهِمْ مِنَ الصَّوَاعِقِ حَذَرَ الْمَوْتِ وَاللَّهُ مُحِيطٌ بِالْكَافِرِينَ (١٩) "Atau seperti (orang yang ditimpa) hujan lebat dari langit, yang disertai kegelapan, petir, dan kilat. Mereka menyumbat telinga dengan jari-jarinya karena (mendengar) suara petir, demi menghindari kematian. Dan Allah meliputi orang-orang kafir." يَكَادُ الْبَرْقُ يَخْطَفُ أَبْصَارَهُمْ كُلَّمَا أَضَاءَ لَهُمْ مَشَوْا فِيهِ وَإِذَا أَظْلَمَ عَلَيْهِمْ قَامُوا وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ لَذَهَبَ بِسَمْعِهِمْ وَأَبْصَارِهِمْ إِنَّ اللَّهَ عَل...

Diskursus tentang Keberadaan Allah

Gambar
Diskursus tentang Keberadaan Allah Oleh Sudono Syueb, Pengurus DDII Jatim Bidang Kominfo Sidoarjo - Akhir-akhir ini, diskursus tentang keberadaan Allah mengemuka lagi. Allah dimana? Di atas Arsy atau dimana-mana?  Perlu diketahui, dalam debat teologi dan filsafat, tidak ada satu jawaban tunggal mengenai di mana Allah berada. Jawaban tersebut sangat bergantung pada sudut pandang agama, aliran, dan metodologi pemahaman teks yang digunakan. Berikut adalah beberapa pandangan utama mengenai keberadaan Allah: 1. Pandangan Transendensi (Di Luar Alam Semesta) Pandangan ini meyakini bahwa Allah sepenuhnya berbeda, terpisah, dan berada di luar batas ruang serta waktu alam semesta. Tidak Terikat Ruang: Ruang dan waktu adalah ciptaan. Oleh karena itu, Sang Pencipta tidak mungkin diliputi atau dibatasi oleh ruang yang diciptakan-Nya sendiri.  2. Pandangan Imandensi (Maha Hadir) Pandangan ini menekankan kedekatan Allah dengan ciptaan-Nya tanpa jarak fisik. Ada di Mana-mana (Omni...

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa

Gambar
Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa Oleh Sudono Syueb, Bidang Kominfo DDII Jatim Surabaya - Perilaku politik Ken Arok dicirikan oleh gaya kepemimpinan yang makiavelis, oportunistik, penuh manipulasi, namun sangat lihai dalam membangun legitimasi demi merebut dan mempertahankan kekuasaan. Pola perilakunya menjadi cikal bakal siklus politik pengkhianatan dan balas dendam di tanah Jawa.  Berikut adalah analisis mendalam mengenai perilaku politik Ken Arok berdasarkan catatan sejarah dan analisis sosial-politik: 1) Menghalalkan Segala Cara (Makiavelis) Ken Arok menempatkan kekuasaan di atas etika dan moralitas demi mencapai tujuannya. Kudeta Berdarah: Menggunakan keris buatan Mpu Gandring untuk membunuh Akuwu Tumapel, Tunggul Ametung, secara rahasia. Kambing Hitam: Meminjamkan kerisnya kepada Kebo Ijo agar masyarakat mengira Kebo Ijo adalah pembunuhnya, kemudian mengeksekusi Kebo Ijo sebagai pahlawan palsu.  2) Memanfaatkan Konflik Interna...

Pemikiran Politik dan Ekonomi Khalifah Ali bin Abu Thalib: Keadilan Sosial dan Stabilitas Pasar

Gambar
Pemikiran Politik dan Ekonomi Khalifah Ali bin Abu Thalib: Keadilan Sosial dan Stabilitas Pasar Oleh Sudono Syueb, Bidang Kominfo DDII Jatim Surabaya - Pemikiran politik dan ekonomi  Ali bin Abi Thalib berpusat pada penegakan keadilan sosial, moralitas pemimpin, sistem pemerintahan egaliter, dan penolakan terhadap oportunisme politik. Dasar pemikiran beliau terdokumentasi secara mendalam dalam kitab Nahjul Balaghah, sebuah kumpulan khotbah, surat, dan hikmah yang mencerminkan pandangan ketatanegaraan beliau.  Berikut adalah pilar-pilar utama pemikiran politik Ali bin Abi Thalib: Pertama: Prinsip Kepemimpinan dan Kekuasaan A. Amanah  Ketuhanan: Kekuasaan bukan alat pemuas nafsu melainkan tanggung jawab suci yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat. B. Keadilan Absolut: Hukum harus tegak lurus tanpa memandang bulu, termasuk kepada keluarga dekat atau pejabat negara. C. Anti-Nepotisme: Menolak pemberian jabatan berdasarkan hubungan kekerabatan atau suku demi me...