Postingan

Syekh Abdurrahman As-Sudais..berfatwa..

Gambar
Syekh Abdurrahman As-Sudais..berfatwa.. Saya sangat kagum dengan Syekh As-Sudais. Bacaan al-Qur'annya luarbiasa, menghipnotis jamaah termasuk saya, pada waktu beliau kunjung ke Istiqlal, dipercaya oleh pengurus jadi imam, membaca surat Al a'la, bila kita yang membaca, terasa lama, tapi beliau yang membaca kok sudah berhenti, padahal sudah berhenti betul. Ini karena pesona bacaannya yang luarbiasa. Dalam menanggapi sikap agresor Israel dan AS, beliau memberi fatwa, "Bahwa dalam kehidupan agar rakyat aman dan makmur dan kecukupan sandang dll." Memberi Wala', atau loyalitas ke sebuah negara tertentu hukumnya mubah/boleh. Fatwa ini menurut saya tak terlepas dari politik, Karena putra raja Saudi, diberitakan ngikut glayut pada Trump Presiden AS, dan secara realitas seluruh negara-negara Timur-Tengah rata-rata memberi loyalitas pada AS, dengan menyediakan pangkalan negaranya pada AS. Ini sebuah realitas kelemahan negara-negara Islam dalam persepektif politik...

Pendidikan Kita Sedang Lupa Arah

Gambar
  Pendidikan Kita Sedang Lupa Arah Refleksi Seorang Kepala Sekolah di Tengah Arah Pendidikan yang Mulai Samar Gus Ahmad Ribhul Wafai, S.Pd.I Kepala Sekolah SMA IT Al-Asmaul Husna, Pondok Pesantren Al-Asmaul Husna Di banyak forum pendidikan, rapat koordinasi, dan verifikasi program, saya sering merasa hening di tengah keramaian. Diskusi demi diskusi bergulir, tetapi yang lebih banyak dibicarakan adalah hal-hal teknis: Sarana, program, laporan, dan anggaran. Sangat jarang kita bicara tentang hal yang paling mendasar — bagaimana caranya menumbuhkan kembali semangat belajar dan tanggung jawab moral pada diri peserta didik. Pendidikan di negeri ini tampak semakin administratif. Kita sibuk mengelola data, verifikasi, dan format laporan, tetapi semakin jarang menengok ruang kelas untuk bertanya: "Apakah anak-anak kita masih bersemangat belajar, masih peduli pada nilai, dan masih punya rasa ingin tahu yang hidup?" Saya tumbuh dalam lingkungan pe...

Hisab Awal Bulan Dzul Qo’dah 1447 H

Gambar
 Hisab Awal Bulan Dzul Qo’dah 1447 H Ali Hamdi, M. HI Ketua PA Tuban Tuban, Jumat 17 April 2026 Markas Tanjung Kodok Paciran - Lamongan  Basik Data EPHIMERIS HISAB RUKYAT Lintang Lokasi : - 6^ 52’ Lintang Selatan Bujur Lokasi : 112^ 21’ Bujur Timur Bujur Daerah : 105 Ijtimak akhir bulan Syawal 1447 H Terjadi : Ijtimak di Indonesia Bagian Barat terjadi hari Jumat Wage tanggal 17 April 2026   pada jam =  18 : 53: 39,40  WIB (Ijtimak Bakdal Gurub) di Lokasi Rukyat Data  Hilal ,Hari Jumat Tanggal 17 April 2026 Matahari Tenggelam dilokasi rukyat pada hari itu Jam : 17 : 29: 8,48 WIB Tinggi Hilal Hakiki :  - 2^ 3’ 5,56” (Di bawah Ufuq) Tinggi Hilal Mar’i :     -  (Di Bawah Ufuq) Lama Hilal diatas Ufuq :   -  (Di Bawah Ufuq) Umur Bulan  :   -    (Di bawah Ufuq) Hilal Tenggelam :  =  Jam  - (dibawah Ufuq) Azimut / arah Matahari :   10^ 30’ 21,42” di Utara Garis Katulistiw...

AKHIRNYA SAYA TAHU KENAPA GURU-GURU SENIOR KELIHATAN MALAS DAN APATIS

AKHIRNYA SAYA TAHU KENAPA GURU-GURU SENIOR KELIHATAN MALAS DAN APATIS Dulu, saya adalah orang pertama yang akan stress ketika melihat guru-guru senior duduk diam di pojok ruang guru, tampak tak acuh saat ada sosialisasi program baru dari pemerintah. Dalam hati saya yang saat itu masih muda dan berapi-api, saya melabeli mereka dengan satu frasa: malas terlibat dalam kemajuan. Dulu Saya adalah si motor penggerak. Saya pemburu pelatihan, pengadopsi pertama setiap ada aplikasi pendidikan terbaru, dan orang yang paling sibuk mengurus administrasi inovasi, serta peserta tetap lomba-lomba guru. Saya narasumber pengimbasan inovasi dan ilmu baru di lapangan untuk para guru.  Di momen itu, Saya merasa, guru senior acapkali menjadi hambatan tersendiri untuk gerakan perubahan. Sebab mereka cenderung apatis setiap kali diajak berinovasi. Tak bersemangat seperti kita yang muda-muda. Terkesan seperti penghambat kemajuan saja.  Namun kini,… setelah waktu membawa saya ke posisi guru senior itu...

RISMON, SOCRATES, dan MASITHAH

Gambar
  RISMON, SOCRATES, dan MASITHAH Bukhori At-Tunisi (Alumni IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta) “ Doeloe galak kayak Singa, sekarang kayak Kucing meong .” AA. Termul. Semua dibuat terkejut, tiba-tiba “balik kucing”. Awalnya menggebu-gebu, hantam siapa saja yang pernah dihadapi, suaranya lantang, tak punya takut sama sekali, mengaung bagai macan kelaparan mau menerkam apa saja di depannya, keras, tegas, terarah, fokus pada titik utama sasaran. Itu doeloe. Sekarang kata AA Termul, “Kayak kucing meong.” ( https://www.youtube.com/watch?v=R_-z4KKde20 ) Awalnya gak percaya, tiba-tiba Polda Metro Jaya releas konferensi pers, “A da tersangka yang mengajukan Restorative Justice” (RJ) .” Semalam full searche vidio tentang info tersebut, terkejut, sama, seperti banyak orang yang terkejut adanya info tersebut. Besuk dan lusa, info sudah seabrek, ternyata benar, Rismon mengajukan RJ. Langit seolah runtuh, doeloe dielu-elu sebagai pejuang kebenaran hingga setinggi langit,...

Ayat - Ayat Setan ?

Gambar
Ayat - Ayat Setan ? Peristiwa yang memilukan dan banyak menyeret negara dunia, bahkan sampai masuk pada tafaruk antar umat dalam statemen adalah serangan Zionis Israel dan Amerika pada negara yang berdaulat Republik Islam Iran. Secara hukum internasional jelas melanggar, negara yang diam dan telah diembargo sejak tahun 1979 diserang sampai pimpinan negara gugur dan juga pejabat-pejabat lainnya. Sebuah peristiwa bar-bar di zaman moderen negara yang mengatasnamakan kampium demokrasi sungguh primitif. Tak berhenti begitu, karena di luar dugaan,  dikira kepala dibantai maka selesailah kedaulatan negara itu, eh ternyata melawan sampai empat pekan setidaknya sampai saat ini. Hal ini muncul statemen baik dari pakar politik internasional maupun pakar kawasan . Yang menggelitik komentar seorang ustadz bahwa Ayatullah Ruhullah Khumaini bukan orang Islam, tapi orang Yahudi, dan dia bukan ayatullah, tapi ayat syetan . Sebuah pernyataan yang ceroboh dan mengubur harmoni umat Islam. ...

Dari Negara Nonblok Menuju Negara Goblok

Dari Negara Nonblok, Menuju Negara Goblok Yudi Latif Saudaraku, dulu Indonesia berdiri di panggung dunia dengan penuh percaya diri sebagai pemimpin negara-negara Nonblok.  Kita memasuki pergaulan dunia dengan politik bebas aktif yang cerdik mendayung di antara dua karang.  Bebas berarti mampu berdiri di atas kaki sendiri tak tergantung  dan tak memihak blok mana pun. Aktif berarti turut terlibat mengupayakan perdamaian dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian, dan keadilan.  Kini, Indonesia berdiri di panggung dunia penuh ambigu sebagai pengekor di barisan negara-negara Goblok.  Kita memasuki pergaulan dunia dengan politik terikat-kompulsif. Terikat artinya tersandera oleh pilihan sendiri menjadi sekutu adidaya pembuli. Kompulsif artinya dorongan obsesif untuk terus tampil di panggung internasional sebagai proyeksi dari perasaan rendah diri.  Akibatnya, kita kehilangan akar kewibawaan di barisan negara-negara Nonblok, tapi juga tak diindahkan oleh rekognis...