Yusril Ihza Mahendra: Di Persimpangan Jalan Antara Ilmuwan, Politisi, dan Negarawan
Yusril Ihza Mahendra: Di Persimpangan Jalan Antara Ilmuwan, Politisi, dan Negarawan Nama Yusril Ihza Mahendra sudah tidak asing di panggung hukum dan politik Indonesia selama lebih dari 3 dekade. Dari ruang kuliah, ruang sidang MK, sampai ruang rapat kabinet, jejaknya selalu muncul. Namun di titik ini, publik kembali bertanya: Yusril hari ini berdiri di persimpangan mana? Apakah sebagai ilmuwan hukum, politisi praktis, atau negarawan? 1. Yusril Sang Ilmuwan: Guru Besar Hukum Tata Negara Ini titik pijak paling dasar Yusril. Gelar Guru Besar dan ratusan karya tulisnya menempatkannya sebagai salah satu ahli HTN paling produktif di Indonesia. Argumen-argumennya di Mahkamah Konstitusi sering jadi rujukan akademisi, advokat, bahkan hakim. Ciri khas “ilmuwan Yusril”: - Mementingkan kerangka berpikir konstitusional. Apapun isu politiknya, ia akan mengembalikan ke UUD 1945. - Konsisten dengan mazhab hukum. Dari era uji materi UU MD3, Pilkada, sampa...