Postingan

Melihat Ulang Asal-Usul Wali Songo: Kosmopolitanisme Islam dan Kebangsaan

Gambar
Melihat Ulang Asal-Usul Wali Songo: Kosmopolitanisme Islam dan Kebangsaan  Oleh: Sudono Syueb, KBPII dan Pengurus Dewan Da'wah Jatim  Sidoarjo - Perdebatan mengenai asal-usul Wali Songo seolah tidak pernah kehabisan bahan bakar. Setiap kali ada temuan atau sudut pandang baru—apakah mereka murni keturunan Hadramaut (Yaman), memiliki darah Champa (Vietnam), bergaris keturunan Tiongkok, atau Persia—ruang publik kita langsung riuh.  Namun, di tengah hiruk-pikuk klaim sejarah tersebut, kita sering kali melupakan esensi yang jauh lebih besar: asal-usul Wali Songo adalah potret autentik dari kosmopolitanisme Islam yang berhasil melebur dengan lokalitas Nusantara. Melihat Wali Songo hanya dari satu garis keturunan tunggal adalah penyempitan sejarah. Secara objektif, jejak genealogis dan kultural sembilan wali ini menunjukkan bahwa mereka adalah produk dari jaringan ulama dan bangsawan transnasional.  Migrasi dan Asimilasi Mereka melakukan migrasi, berasimilasi, d...

Kontribusi Pondok Pesantren dalam Pencerahan lntelektual, Merawat Moral Religius dan Kebangsaan

Gambar
Kontribusi Pondok Pesantren dalam Pencerahan lntelektual, Merawat Moral Religius dan Kebangsaan Oleh Sudono Syueb, pernah nyantri di YTP Kertosono Sidoarjo -- Selama ini publik mungkin abai bahwa Pondok Pesantren memiliki kontribusi yang sangat besar dalam membangun generasi muda yang tangguh, baik secara intelektual maupun moral. Sebagai salah satu pilar pendidikan Islam tertua di Indonesia, pesantren berhasil mengintegrasikan kecerdasan berpikir dengan keluhuran budi pekerti secara seimbang. Sistem pendidikan holistik ini mengisi ruang kosong yang sering kali tidak terjangkau oleh pendidikan formal konvensional.  Berikut adalah ulasan mengenai kontribusi nyata pondok pesantren dalam pembelajaran intelektual dan moral para santri: 1. Kontribusi pada Pembelajaran Intelektual: Menembus Batas Ilmu Agama dan Umum Dahulu, pesantren mungkin hanya diidentikkan dengan pembelajaran kitab kuning dan ilmu agama tradisional. Namun, dalam perkembangan modern, kontribusi intelektua...

SEMANGAT BERORGANISASI

Gambar
SEMANGAT BERORGANISASI Oleh: Indah Hanifah Hanif Alumni PP ArRoudlotul Ilmiyah (YTP) Kertosono Berorganisasi itu bukan selalu tentang jabatan, bukan pula tentang siapa yang paling aktif atau siapa yang paling banyak dikenal. Berorganisasi adalah tentang belajar bersama, berbuat bersama, dan memberikan manfaat sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Kadang dalam perjalanan berorganisasi, semangat kita naik turun. Ada saatnya kita merasa senang karena bisa berkumpul, berdiskusi, dan melakukan kegiatan bersama. Tetapi ada pula saatnya kita merasa lelah, kecewa, bahkan bertanya dalam hati, *“Untuk apa saya masih bertahan?”* Apalagi ketika apa yang kita lakukan tidak selalu dihargai. Kadang kita sudah berusaha, tetapi dianggap kurang. Sudah membantu, tetapi tidak terlihat. Bahkan terkadang niat baik kita disalahpahami. Di situlah sebenarnya kita belajar bahwa berorganisasi membutuhkan keikhlasan. Kita tidak mungkin selalu mendapatkan pujian. Tidak semua orang akan memahami per...

Diaspora Alumni Penpes YTP Kertosono: Berkarakter Unik

Gambar
Diaspora Alumni Penpes YTP Kertosono: Berkarakter Unik Oleh Sudono Syueb, Pernah Nyantri di YTP, Kertosono Sidoarjo - Diaspora alumni Pondok Pesantren Ar-Roudlotul Ilmiyah (YTP Kertosono) merupakan wujud nyata dari perpaduan ilmu agama yang kuat dan keterbukaan terhadap wawasan modern. Didirikan oleh K.H. Salim Akhyar pada tahun 1949, pondok yang berada di Nganjuk, Jawa Timur, ini menanamkan semangat pembaharuan (tajdid) sekaligus menjaga sanad keilmuan yang tersambung kepada para ulama besar Nusantara.  Karakter Unik Diaspora YTP Kertosono Para alumni YTP Kertosono tersebar di berbagai daerah dan profesi dengan membawa ciri khas tersendiri: - Akar Pesantren yang Kuat: Memiliki dasar ilmu alat, Al-Qur'an, dan Fiqih yang matang dari asuhan pesantren. - Mentalitas Terbuka: Terbiasa dengan pemikiran moderat dan adaptif terhadap perkembangan zaman. - Semangat Kemandirian: Siap hidup mandiri dan berkontribusi di tengah masyarakat luas. Kontribusi di Berbagai Sektor Jejaring ...

Paradoks Kekuasaan dan Alergi Kritik: Membaca Reaksi Keras Presiden Prabowo Terhadap Akademisi

Gambar
Paradoks Kekuasaan dan Alergi Kritik: Membaca Reaksi Keras Presiden Prabowo Terhadap Akademisi Oleh: Sudono Syueb, alumni Fisipol UGM Sidoarjo - Pernyataan keras Presiden Prabowo Subianto yang menyebut para pakar dan akademisi pengkritik pemerintah dengan umpatan "saking pintarnya jadi goblok" dalam pidato HUT ke-28 PAN pada 18 September 2026 memicu gelombang polemik baru di ruang publik.  Bagi sebagian pihak, umpatan kasual di panggung politik ini mungkin dianggap sebagai gaya komunikasi yang spontan dan apa adanya. Namun, dari kacamata demokrasi dan dialektika kebangsaan, respons reaktif-negatif yang agresif ini merekam gejala yang lebih mengkhawatirkan: adanya kecenderungan resistensi sistemik, bahkan sebuah lompatan menuju karakter politik anti-sains di lingkar tertinggi kekuasaan. Mengapa seorang kepala negara yang memimpin transisi politik besar merasa perlu menyerang balik institusi kepakaran dengan diksi yang begitu merendahkan? Mengapa kritik ilmiah dari ...

Menatap Penyakit Hati kaum Munafik: Tadabur Surah Al-Baqarah Ayat 10

Gambar
Menatap Penyakit Hati kaum Munafik: Tadabur Surah Al-Baqarah Ayat 10 Oleh Sudono Syueb, Biro Kominfo DDII Jatim Sidoarjo - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mengutamakan kesehatan fisik. Kita menjaga pola makan dan segera berobat saat tubuh terasa lemah. Namun, Al-Qur'an mengingatkan adanya jenis penyakit lain yang jauh lebih berbahaya karena tidak kasat mata, yaitu penyakit hati. Salah satu potret nyata mengenai penyakit ini digambarkan secara gamblang dalam Surah Al-Baqarah ayat 10: فِى قُلُوبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُواْ يَكْذِبُونَ "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakit mereka; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." Melalui lensa Tafsir Jalalain, ayat ini membongkar kondisi psikologis dan spiritual kaum munafik serta dampak buruk dari sifat merusak tersebut. 1. Hakikat Penyakit Hati: Ragu dan Munafik Kitab Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa fras...

Retorika Manis yang Menjerat Orang Munafik: Literasi Surah Al-Baqarah ayat 8

Gambar
Retorika Manis yang Menjerat Orang Munafik: Literasi Surah Al-Baqarah ayat 8 Sidoarjo — Di balik dinamika sosial politik Madinah yang kian berkembang, sebuah fenomena spionase dan manipulasi psikologis sedang berlangsung. Sekelompok oknum yang dikenal sebagai kaum munafik secara masif menerapkan strategi "dua wajah" demi mengamankan posisi ekonomi dan sosial mereka di tengah dominasi pemerintahan Islam. Berdasarkan data rekam jejak yang dirangkum dalam Tafsir al-Jalalain terhadap Surah Al-Baqarah ayat 9, kelompok ini secara sadar menampilkan visualisasi luar yang bertolak belakang dengan ideologi asli mereka. Di ruang publik, mereka fasih menyuarakan narasi keimanan. Namun di ruang-ruang privat yang terisolasi, mereka tetap merawat keyakinan kufur. Diplomasi Palsu Demi Keuntungan Duniawi Investigasi teologis menunjukkan bahwa motif utama di balik kamuflase ini bukanlah murni perpindahan ideologi, melainkan sebuah langkah taktis untuk menghindari konsekuensi hukum ...