Postingan

KERTAS BERHARGA 2029

KERTAS BERHARGA 2029    " Arek Filsafat " Kertas Politik. Kertas yang berharga membikin jatuh cinta 2 ratus juta manusia. Mampu membeli kursi Istana. Istana tempat mendidik dan merawat Anak-anak Negeri bermandiri dan sejahtera. Kertas Politik ditangan Maling jadi Pecundang Brankas Raksasa. Kertas Politik ditangan Pejuang Kemanusiaan jadi Keadilan dan Kemakmuran. Memang, Kehidupan Anak negeri berwarna-warni jutaan selera, ada yang cinta membangun utuh sendi Istana, dan juga ada yang Genit-Nakal merusak tatanan pula. Kertas Politik sangat penting untuk transaksi menjadi Penguasa, membangun Negeri Jaya Raya. Dan yang " GOLPUT " masih senantiasa memilih Negeri Hutan sendiri, bukan berkumpul Negeri Manusia. Pemimpin Sejati berjiwa jujur, disiplin, dan tanggung jawab atas amanah kertas Politik yang diterima. Bahwa Setanah air adalah Saudaranya !.@ Lamongan, 05-Nopember-2026

Tadabbur Surah Al-Baqarah ayat 21 tentang Makna, l'rab dan Balaghah

Gambar
Tadabbur Surah Al-Baqarah ayat 21 tentang Makna, l'rab dan Balaghah Oleh Sudono Syueb, Pengurus DDII Jatim بسم الله الرمن الرخيم يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ Artinya: "Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa." (QS Al-Baakqarah:2:21) 1. Penjelasan dan Kandungan Utama • Seruan kepada Seluruh Manusia (Yā ayyuhan-nāsu): Panggilan dalam ayat ini bersifat universal, ditujukan kepada seluruh umat manusia tanpa terkecuali—baik yang beriman, orang-orang kafir, maupun orang-orang munafik. • Perintah Beribadah dan Tauhid (U‘budū rabbakum): Inti perintah dari ayat ini adalah menegakkan tauhid (mengesakan Allah) dan hanya beribadah kepada-Nya. Ibadah mencakup ketundukan, kepatuhan, serta menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya dengan penuh kerendahan hati. • Alasan Mengapa Harus Menyembah Allah (Allażī khalaqakum): Allah mengg...

BECIK KETITIK, OLO KETORO

Gambar
BECIK KETITIK, OLO KETORO* Ketika Pangkat Tak Lagi Mampu Menutupi Perilaku Catatan moral tentang kekuasaan, integritas, dan harga sebuah kehormatan Ada pepatah Jawa yang sederhana, tetapi daya tamparnya luar biasa: Becik ketitik, olo ketoro. Kebaikan pada akhirnya akan terlihat, keburukan pada akhirnya akan terbongkar. Pepatah ini mengajarkan bahwa kebenaran mungkin tidak selalu segera menang, tetapi keburukan juga tidak selamanya mampu bersembunyi. Ada kalanya waktu menjadi saksi, keadaan menjadi pembuka, dan peristiwa menjadi jalan bagi sesuatu yang selama ini tertutup untuk muncul ke permukaan. Fenomena kabar sejumlah perwira tinggi Polri yang diamankan dan dikaitkan dengan dugaan penyadapan terhadap lingkungan Istana, yang mencuat pada 3 November 2026, patut menjadi bahan renungan serius. Pemberitaan menyebut adanya dugaan keterlibatan sejumlah perwira berpangkat tinggi. Namun, sampai informasi yang dapat diverifikasi pada saat tulisan ini disusun, identitas, konstruksi...

DALAM BEPERGIAN, BERADA DI ANTARA HIDUP DAN MATI

Gambar
DALAM BEPERGIAN, BERADA DI ANTARA HIDUP DAN MATI (Catatan perjalanan dari Jakarta menuju Surabaya) Indah Hanifah Binti Hanif Adzhar Ada satu pengalaman perjalanan yang rasanya sulit untuk dilupakan. Sebuah perjalanan pulang dari Jakarta menuju Surabaya yang memberikan pelajaran begitu dalam tentang kehidupan, kematian, dan arti sebuah keselamatan. Malam itu, sekitar pukul 02.00 dini hari, bus Trans 27 yang saya tumpangi tiba-tiba mogok di jalan tol. Posisi bus berada tidak jauh dari pintu keluar tol. Dari tempat duduk saya, masih terlihat portal dan deretan lampu pintu tol yang berjajar. Saya duduk tepat di belakang sopir. Bus yang saya tumpangi adalah Trans 27, karena tempat duduk penumpang tinggi, jadi seolah-olah saya berada di atas sopir. Dalam keadaan bus berhenti di jalan tol pada tengah malam, pikiran saya mulai membayangkan berbagai kemungkinan. Bagaimana jika ada kendaraan yang tidak menyadari keberadaan bus ini? Bagaimana jika ada kendaraan yang melaju kencang dan menabrakn...

SANG PEJUANG KELUARGA

Gambar
SANG PEJUANG KELUARGA Puisi untuk Ayah, Sang Pahlawan Tanpa Tanda Jasa Oleh: Indah Hanifah binti Hanif Adzhar Ayah… Di balik wajahmu yang tampak tegar, tersimpan lelah yang tak pernah kau kabarkan. Di balik senyummu yang sederhana, ada beban hidup yang kau pikul sendirian. Kau melangkah saat fajar menyingsing, menembus dinginnya pagi yang menggigil. Mengejar rezeki, melawan letih, demi keluarga yang kau kasihi. *Ayah…* Kau tak selalu pandai berkata cinta, tak selalu mampu merangkai kata mesra. Namun, setiap peluh yang jatuh dari tubuhmu, adalah bukti cinta yang tak pernah semu. Kau rela menahan lapar, agar anak-anakmu bisa makan dengan kenyang. Kau rela menyimpan keinginan, agar keluarga tak kekurangan. Terkadang kau pulang dengan tubuh kelelahan, namun tetap berusaha menyembunyikan kesedihan. Sebab bagimu, rumah adalah tempat berteduh, dan keluargamu adalah alasan untuk terus berlabuh. *Ayah…* Maafkan kami yang tak mengerti, betapa berat perjuanganmu setiap hari. Kami hanya melihat ap...

Pengorbanan dan Cinta tak Bertepi Seorang lbu

Gambar
Pengorbanan dan Cinta tak Bertepi Seorang lbu Oleh Sudono Syueb, Pengurus Dewan Dakwah Jat8m Cinta seorang ibu adalah satu-satunya bentuk pengorbanan di dunia ini yang benar-benar tanpa batas dan tanpa syarat. Sejak embrio kehidupan mulai berdetak di dalam rahim hingga helaan napas terakhirnya, seluruh eksistensi seorang ibu didedikasikan untuk kebahagiaan anak-anaknya. Pengorbanan seorang ibu bukanlah sebuah transaksi laba rugi. Ia tidak memberikan kasih sayang dengan harapan akan mendapatkan pengembalian modal di masa depan.  Ketika seorang ibu terjaga di sepertiga malam untuk menenangkan bayinya yang menangis, atau ketika ia merelakan porsi makannya agar sang anak kenyang, ia sedang melakukan tindakan spiritual yang melampaui logika kemanusiaan biasa. Dalam dinamika kehidupan modern yang sering kali transaksional, cinta tak bertepi seorang ibu menjadi pengingat paling murni tentang apa itu ketulusan.  Di saat dunia luar menilai seseorang berdasarkan pencapaian, ...

Mengenal l'rab Huruf-Huruf Muqaththa'ah pada Fawatihus Suwar Al-Qur'an

Gambar
Mengenal l'rab Huruf-Huruf Muqaththa'ah pada Fawatihus Suwar Al-Qur'an Oleh Sudono Syueb, pernah nyantri di PP YTP Kertosono Huruf-huruf muqaththa'ah (seperti Alif Lam Mim, Yasin, Kaf Ha Ya 'Ain Shad, dll.) yang berada di awal surah Al-Qur'an umumnya dianggap tidak memiliki kedudukan i'rab (laa mahalla laha minal i'rab) menurut pendapat mayoritas ulama ahli nahwu, karena ia merupakan huruf abjad tunggal yang berfungsi sebagai pembuka surah (fawatihus Suwar). Namun, para ulama pakar bahasa dan tafsir (seperti Al-Farra', Az-Zajjaj, Ad-Darwis dan Ibnul Anbari) menyebutkan beberapa pandangan lain, jika huruf-huruf tersebut diposisikan sebagai suatu kata atau nama dan bukan makna. Berikut adalah rincian posisi i'rabnya berdasarkan beberapa pendapat: 1. Tidak Memiliki Kedudukan I'rab (Laa Mahalla Laha Minal I'rab) lni adalah pendapat yang paling kuat dan banyak dipilih. Huruf-huruf ini kedudukannya sama seperti huruf-huruf hijaiyah ...