Postingan

Paradoks Kekuasaan dan Alergi Kritik: Membaca Reaksi Keras Presiden Prabowo Terhadap Akademisi

Gambar
Paradoks Kekuasaan dan Alergi Kritik: Membaca Reaksi Keras Presiden Prabowo Terhadap Akademisi Oleh: Sudono Syueb, alumni Fisipol UGM Sidoarjo - Pernyataan keras Presiden Prabowo Subianto yang menyebut para pakar dan akademisi pengkritik pemerintah dengan umpatan "saking pintarnya jadi goblok" dalam pidato HUT ke-28 PAN pada 18 September 2026 memicu gelombang polemik baru di ruang publik.  Bagi sebagian pihak, umpatan kasual di panggung politik ini mungkin dianggap sebagai gaya komunikasi yang spontan dan apa adanya. Namun, dari kacamata demokrasi dan dialektika kebangsaan, respons reaktif-negatif yang agresif ini merekam gejala yang lebih mengkhawatirkan: adanya kecenderungan resistensi sistemik, bahkan sebuah lompatan menuju karakter politik anti-sains di lingkar tertinggi kekuasaan. Mengapa seorang kepala negara yang memimpin transisi politik besar merasa perlu menyerang balik institusi kepakaran dengan diksi yang begitu merendahkan? Mengapa kritik ilmiah dari ...

Menatap Penyakit Hati kaum Munafik: Tadabur Surah Al-Baqarah Ayat 10

Gambar
Menatap Penyakit Hati kaum Munafik: Tadabur Surah Al-Baqarah Ayat 10 Oleh Sudono Syueb, Biro Kominfo DDII Jatim Sidoarjo - Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali mengutamakan kesehatan fisik. Kita menjaga pola makan dan segera berobat saat tubuh terasa lemah. Namun, Al-Qur'an mengingatkan adanya jenis penyakit lain yang jauh lebih berbahaya karena tidak kasat mata, yaitu penyakit hati. Salah satu potret nyata mengenai penyakit ini digambarkan secara gamblang dalam Surah Al-Baqarah ayat 10: فِى قُلُوبِهِمْ مَّرَضٌ فَزَادَهُمُ ٱللَّهُ مَرَضًا ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُواْ يَكْذِبُونَ "Dalam hati mereka ada penyakit, lalu ditambah Allah penyakit mereka; dan bagi mereka siksa yang pedih, disebabkan mereka berdusta." Melalui lensa Tafsir Jalalain, ayat ini membongkar kondisi psikologis dan spiritual kaum munafik serta dampak buruk dari sifat merusak tersebut. 1. Hakikat Penyakit Hati: Ragu dan Munafik Kitab Tafsir Jalalain menjelaskan bahwa fras...

Retorika Manis yang Menjerat Orang Munafik: Literasi Surah Al-Baqarah ayat 8

Gambar
Retorika Manis yang Menjerat Orang Munafik: Literasi Surah Al-Baqarah ayat 8 Sidoarjo — Di balik dinamika sosial politik Madinah yang kian berkembang, sebuah fenomena spionase dan manipulasi psikologis sedang berlangsung. Sekelompok oknum yang dikenal sebagai kaum munafik secara masif menerapkan strategi "dua wajah" demi mengamankan posisi ekonomi dan sosial mereka di tengah dominasi pemerintahan Islam. Berdasarkan data rekam jejak yang dirangkum dalam Tafsir al-Jalalain terhadap Surah Al-Baqarah ayat 9, kelompok ini secara sadar menampilkan visualisasi luar yang bertolak belakang dengan ideologi asli mereka. Di ruang publik, mereka fasih menyuarakan narasi keimanan. Namun di ruang-ruang privat yang terisolasi, mereka tetap merawat keyakinan kufur. Diplomasi Palsu Demi Keuntungan Duniawi Investigasi teologis menunjukkan bahwa motif utama di balik kamuflase ini bukanlah murni perpindahan ideologi, melainkan sebuah langkah taktis untuk menghindari konsekuensi hukum ...

Mengawal Ruh, Melintasi Zaman: Satu Abad Estafet Peradaban llmu dan Spiriitual Gontor

Gambar
Mengawal Ruh, Melintasi Zaman: Satu Abad Estafet Peradaban llmu dan Spiriitual Gontor Oleh Sudono Syueb, Alumnus Fisipol UGM dan Penikmat manfaat alumnus Pondok Modern Gontor Sidoarjo - Satu abad yang lalu, di sebuah sudut desa terpencil di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sebuah ikrar suci digaungkan. Tiga bersaudara, sang Trimurti—KH Ahmad Sahal, KH Zainudin Fananie, dan KH Imam Zarkasyi—tidak sekadar mendirikan bangunan fisik pesantren. Mereka sedang meletakkan batu pertama bagi sebuah mahakarya peradaban Islam modern.  Tepat pada tanggal 20 September 1926, Pondok Modern Darussalam Gontor resmi lahir ke bumi pertiwi.  Seratus tahun telah berlalu. Nama-nama para pejuang telah berganti, namun fondasi nilai yang mereka tancapkan tetap berdiri kokoh tak tergoyahkan. Gontor bukan sekadar cerita masa lalu yang statis, melainkan sebuah kisah estafet yang terus hidup, bergerak, dan relevan menjawab tantangan zaman. Dari rahim Gontor, lahir raksasa-raksasa pemikir dan pem...

Jika Para Bandit Menguasai Negara

Gambar
Jika Para Bandit Menguasai Negara Oleh Sudono Syueb, Alumni Fisipol UGM Ketika sebuah negara dikuasai oleh para bandit—atau secara ilmiah sering disebut sebagai kleptokrasi (pemerintahan para pencuri) dan mafiokrasi—kehancuran total tinggal menunggu waktu.  Istilah "bandit" dalam konteks modern bukan lagi sekadar kriminal yang bersembunyi di hutan, melainkan para koruptor, oligarki hitam, dan penguasa culas yang membajak institusi negara demi memperkaya diri dan kelompoknya. Ketika hukum dan kekuasaan jatuh ke tangan gerombolan ini, seluruh sendi kehidupan bangsa akan mengalami pembusukan sistemik. Berikut adalah akibat-akibat fatal yang terjadi jika sebuah negara dikuasai oleh para bandit: 1. Runtuhnya Supremasi Hukum (Rule of Law menjadi Rule by Law) Di bawah kendali bandit, hukum tidak lagi menjadi instrumen keadilan, melainkan alat pemukul bagi oposisi dan perisai pelindung bagi penguasa. Hukum yang Tebang Pilih: Aparat penegak hukum dilemahkan atau disuap. Kr...

Kontroversi Buku lslam Ala Prabowo

Gambar
Kontroversi Buku lslam Ala Prabowo Oleh Sudono Syueb, Alumnus Ponpes YTP, Kertosono Sidoarjo - Kontroversi seputar buku berjudul "Islam ala Prabowo" memicu perdebatan publik dan kritik karena dianggap sebagian kalangan berpotensi mereduksi atau mempolitisasi nilai-nilai Islam demi kepentingan pencitraan.  Poin Utama Polemik Buku "Islam ala Prabowo" - Bukan Produk Resmi: Majelis Ulama Indonesia (MUI) secara tegas mengklarifikasi bahwa buku tersebut bukan merupakan produk atau terbitan dari lembaga MUI.  - Kritik Metodologi dan Etika: Sejumlah pengamat dan tokoh menilai penyematan frasa "Islam ala..." merendahkan esensi ajaran Islam yang universal dan dikhawatirkan menjadi bentuk penjilatan atau panigirik (pujian berlebihan) kepada penguasa. Tanpa Keterlibatan Subjek Muncul dugaan bahwa Presiden Prabowo Subianto sendiri tidak mengetahui atau tidak terlibat langsung dalam pembuatan buku yang menjadikan dirinya sebagai subjek utama, serta adanya ba...

Fiqih Ikhtilaf (1)

Gambar
  Fiqih Ikhtilaf (1)   Bukhori at-Tunisi  (Alumni IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta)   Fiqih Ikhtilaf perlu diangkat dalam pembahasan, karena seolah ikhtilaf (perbedaan) adalah aib yang harus ditutupi, bahkan ikhtilaf dianggap sebagai pembawa petaka ummat. Ikhtilaf bukan lagi rahmat, tetapi sebagai azab. Bila ada yang memunculkan argumen bahwa ikhtilaf sebagai sunnatullah yang membawa rahmat dan berkah, dengan taktis dibantah dengan mengeluarkan jurus sakti teologis, bahwa dalil “ikhtilaf sebagai rahmat” tidak ada legalitas syar’i karena bersumber dari dalil yang tidak memiliki dasar teologis yang shahih ( la ashla lahu ), bahkan disebut sebagai dusta ( maudlu’ ). Begitu sigap untuk menutup rapat-rapat keabsahan secara teologis, bahwa ikhtilaf rahmat bagi ummat. Dilihat dari akar linguistik, Fiqih Ikhtilaf adalah kata majemuk yang terdiri dari dua kata: Fiqih dan ikhtilaf. Fiqih artinya faham , mengerti, pintar . Faqih (isim fail) berarti: Orang yang sudah fa...