Paradoks Kekuasaan dan Alergi Kritik: Membaca Reaksi Keras Presiden Prabowo Terhadap Akademisi
Paradoks Kekuasaan dan Alergi Kritik: Membaca Reaksi Keras Presiden Prabowo Terhadap Akademisi Oleh: Sudono Syueb, alumni Fisipol UGM Sidoarjo - Pernyataan keras Presiden Prabowo Subianto yang menyebut para pakar dan akademisi pengkritik pemerintah dengan umpatan "saking pintarnya jadi goblok" dalam pidato HUT ke-28 PAN pada 18 September 2026 memicu gelombang polemik baru di ruang publik. Bagi sebagian pihak, umpatan kasual di panggung politik ini mungkin dianggap sebagai gaya komunikasi yang spontan dan apa adanya. Namun, dari kacamata demokrasi dan dialektika kebangsaan, respons reaktif-negatif yang agresif ini merekam gejala yang lebih mengkhawatirkan: adanya kecenderungan resistensi sistemik, bahkan sebuah lompatan menuju karakter politik anti-sains di lingkar tertinggi kekuasaan. Mengapa seorang kepala negara yang memimpin transisi politik besar merasa perlu menyerang balik institusi kepakaran dengan diksi yang begitu merendahkan? Mengapa kritik ilmiah dari ...