Karena HUMANISME

Karena HUMANISME


Perang Israel, Amerika, kepada Iran, adalah sesuatu yang menggelikan, berapa tidak Negeri yang diam dan dalam taraf perundingan diserang tanpa kemanusiaan, bayangkan pemimpinnnya langsung mati juga para jendral, kalau itu terjadi ke Indonesia tentu akan runyam, presiden Prabowo mati dalam serangan  juga para jendral, meskipun Prabowo tidak bisa disamakan dengan pemimpin Iran.
Ini negara yang sah, dan pemimpinnya mengalami dehumanisasi.
Apa reaksi dunia Islam, sesungguhnya memalukan, ditariklah itu aliran Syiah, bukan Sunni, maka kita tidak perlu dukung Iran, sesuatu yang sangat menggelikan, bukankah Hamas di Gaza Suni ?, tapi persenjataan dan pengkaderan Iran yang langsung membantu, padahal Saudi, Kuwait, Bahren, Uni Emirat Arab, Mesir, dll, yang katanya Suni hanya mengecam,  membantu logistik (makanan) pasca perang. Katanya satu madzhab (Suni).
Sementara Iran yang mempersenjatai dan mengkader Hamas dan jihad Islam sekarang diserang Israel, negara-negara Teluk tadi malah mengejek Iran atau tidak mendukung Iran atau mungkin sebagian kita juga sama.
Ini adalah kemanusiaan/humanisme yang tidak boleh melanggar siapa pun, sifatnya universal, Islam , Kristen, Budha, Hindu, apalagi karena Sunni dan Syiah seharusnya sama-sama dalam membangun nilai humanisme itu.
Ada tingkatan ustadz yang komentar tentang Syiah, padahal dia hidup dari kecil di Indonesia, gak pernah tinggal di Iran atau observasi di Iran, memberi komentar simplistis tentang Syiah .
Arus utama penduduk Iran memang Syiah, tapi  arus utama juga bukan Syiah yang Takfiri, atau Ortodok, bahwa syahadarnya seperti yang beredar di medsos  itu  .
Kita yang jelas benci pada penjajah katakanlah begitu, dan Israel adalah penjajah Palestina dan sekarang Iran.
Maka saya sepakat MENGUTUK SERANGAN ISRAEL DAN AS ke IRAN  atas nama humanisme/ kemanusiaan .



Ahad, 8 Maret 2026

Ahmad Darojul Ali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

الحاكم (الصادر الحكم بين أهل الرأي و أهل التقليدي

K.H. Ja'far Yasa': Kyai yang Bersahaja

Obituari Kanda Kaeladzi