Postingan

ROCKY GERUNG dan REVOLUSI SEMANTIK al-QUR’AN

ROCKY GERUNG dan REVOLUSI SEMANTIK al-QUR’AN  Oleh: Bukhori at-Tunisi (Tinggal di Tanah Bumbu, penulis Buku, Konsep Teologi Ibn Taimiyah, Yogyakarta, Deepublish, 2017) “...Wa tawashau bi al-haq Wa tawashau bi al-shabr (Saling memberi masukan tentang kebenaran, Dan saling memberi masukan tentang kesabaran). (QS. Al-Ashr [103]: 3) Fiksi: Pergulatan medan semantik  Minggu ini, Rocky Gerung menjadi trending topic pembicaraan, karena ucapannya di acara ILC (Indonesia Lawyera Club) (11/4/218) bahwa, “Kitab suci adalah fiksi.” Ucapannya memantik kontroversi saat dia masih berbicara dan pasca selesai berbicara di acara TV tersebut. Core permasalahannya ada pada key term (istilah kunci): fiksi. Rocky Gerung hendak mengembalikan makna “ori” dari istilah fiksi yang selama ini terpenjara oleh guardian kata-kata dan istilah yang dicoba untuk selalu dimapankan, kepada makna asasi dari istilah fiksi itu sendiri. Dengan “melompat” dari kenyamanan yang selama ini menina bobokkan, ke “medan bar...