Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2026

Tafsir Surah Al-Fatihah: Penjelasan Makna Basmalah (3)

Gambar
Tafsir Surah Al-Fatihah: Penjelasan Makna Basmalah (3) Oleh Ahmad Musthafa Al-Maraghi Penyadur Sudono Syueb الإِيرَاضُ (بِسْمِ) اِلِاسْمُ هُوَ اللَّفْظُ الَّذِي يَدُلُّ عَلَى ذَاتٍ كَمُحَمَّدٍ وَإِنْسَانٍ، أَوْ مَعْنًى كَعِلْمٍ وَأَدَبٍ. وَقَدْ أَمَرَنَا اللَّهُ بِذِكْرِهِ وَتَسْبِيحِهِ فِيْ آيَاتٍ فَقَالَ: (فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرامِ وَاذْكُرُوهُ كَما هَداكُمْ) وَقَالَ: (فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَذِكْرِكُمْ آباءَكُمْ أَوْ أَشَدَّ ذِكْرًا) وَقَالَ: (فَإِذا قَضَيْتُمُ الصَّلَاةَ فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَى جُنُوبِكُمْ). وَأَمَرَنَا بِذِكْرِ اسْمِهِ وَتَسْبِيحِهِ فِيْ آيَاتٍ أُخْرَى فَقَالَ: (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ وَتَبَتَّلْ إِلَيْهِ تَبْتِيلًا) وَقَالَ: (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا) وَقَالَ: (وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ). وَمِنْ ذَلِكَ يُعْلَمُ أَنَّ ذِكْرَ الْمُسَمَّى مَطْلُوبٌ بِتَذَكُّرِ الْقَلْبِ إِيَّاهُ وَنُطْقِ اللِّسَانِ بِهِ لِتَذَكُّرِ عَظَمَتِهِ وَجَلَالِهِ وَنِعَمِهِ ...

Ilat Hukum, Perannya dalam Istinbat Hukum Muhammadiyah

Gambar
  Ilat Hukum, Perannya dalam Istinbat Hukum Muhammadiyah [1] Bukhori at-Tunisi (Alumni Ponpes YTP Kertosono     Saat pejabat pajak wilayah Irak membawa hasil pajak dan menyetorkan kepada Khalifah Umar, satu bagian diberikan kepada Baitul Mal (sekarang mirip kementerian keuangan), dan satu bagian lagi dibawa pulang. Namun, kedua-duanya “dirampas” oleh Umar dan diambil oleh negara. Pegawai pajak protes, “ Mengapa Engkau mengambil bagian-ku wahai Khalifah Umar? Bukankah ini bagian-ku sebagai hadiah dari masyarakat ? Umar menjawab, “ Andaikata kamu tidak menjadi pegawai pajak, apakah kamu diberi hadiah oleh masyarakat ? Pegawai pajak menjawab, “Tidak”. Umar pun melanjutkan, “Itu bukan hadiah, itu sogokan kepada pejabat, karena itu, saya rampas.” Mengapa Umar merampas hadiah yang diberikan pejabat? Karena itu bagian dari “rasywah”, sogokan, gratifikasi. Pemberi dan penerima rasywah dimasukkan neraka. Ternyata tradisi memberi “hadiah” kepada pejabat, bukan terjadi...