Buku Logical Fallacies: Kritik Al Quran atas Logika karya Bukhori At-Tunisi

Buku Logical Fallacies: Kritik Al Quran atas Logika karya Bukhori At-Tunisi

Oleh Sudono Syueb, Alumni Pertama MIM 12, Dengok, Paciran, Lamongan



Sidoarjo - Tajdid at-Turats-- Buku Logical Fallacies: Kritik Al-Qur'an atas Logika karya Bukhori At-Tunisi, alumni Ponpes YTP, Kertosono, adalah sebuah karya literatur Islam dan filsafat  serius yang menawarkan pendekatan kritis terhadap cara berpikir manusia (logika formal) dengan menjadikannya Al-Qur'an sebagai parameter kebenaran tertinggi. 

Buku setebal 196 halaman ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish.

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai struktur, kelebihan, dan poin penting dari buku tersebut:

Identitas Buku

Judul: Logical Fallacies: Kritik Al-Qur'an atas Logika
Penulis: Bukhori At-Tunisi
Penerbit: Deepublish
Tahun Terbit: 2023
Tebal: x + 196 halaman
ISBN: 978-623-02-7139-7

Pokok Bahasan Utama

Secara garis besar, buku ini membedah kekeliruan berpikir (logical fallacies) yang sering dialami manusia dalam kehidupan sosial, politik, maupun keagamaan. Buku ini membagi pembahasannya ke dalam beberapa bab krusial:

Generalisasi, Demagogi, dan Kebenaran: Membahas bagaimana opini publik sering kali digiring oleh para demagog (pemimpin yang memanipulasi emosi rakyat) menggunakan generalisasi yang cacat.

Kesalahan Berpikir (Intellectual Cul de Sac): Mengulas kebuntuan berpikir akibat bias subjektivitas, kelompok, kepentingan politik, maupun fanatisme buta.

Ikhtitam (Penutup): Memberikan kesimpulan dan solusi integratif antara nalar manusiawi dan wahyu ilahi.

Analisis Kritis dan Keunggulan Buku

1. Sintesis Unik Antara Filsafat Barat dan Wahyu Islam

Buku ini berhasil menjembatani ilmu logika umum (manthiq) dengan ayat-ayat Al-Qur'an. Penulis tidak menolak logika formal, tetapi mengkritik kecacatan nalar manusia yang sering kali mengklaim kebenaran sejati berdasarkan kepentingan subjektif belaka. Penulis menegaskan bahwa kebenaran yang sahih harus sejalan dengan firman Tuhan yang jelas (sharih).

2. Dorongan untuk Bersikap Terbuka (Inklusif)

Salah satu pesan kuat dalam buku ini adalah pentingnya sikap terbuka terhadap khazanah keilmuan. Penulis mengibaratkan orang yang menutup diri dari ilmu luar seperti "tong kosong yang tertutup"—ia tidak akan pernah bisa terisi. Al-Qur'an diposisikan bukan sebagai pembatas ilmu, melainkan sebagai penyaring (filter) utama untuk membedakan mana yang rasional dan irasional, serta mana yang bermanfaat dan berbahaya.

3. Relevansi Sosial dan Politik

Kritik terhadap demagogi menjadikan buku ini sangat kontekstual dengan era disinformasi saat ini. Penulis menunjukkan bagaimana logical fallacy sengaja diproduksi demi meraih kekuasaan atau memenangkan argumen sepihak, sebuah fenomena yang dikupas tajam melalui kacamata etika berpikir dalam Al-Qur'an.

Kekurangan

Bagi pembaca awam yang belum pernah bersentuhan dengan ilmu logika (manthiq) atau filsafat Islam, beberapa istilah teknis (seperti intellectual cul de sac, demagogi, atau istilah ushul fiqh) mungkin akan terasa cukup berat pada beberapa bab awal. Pembaca memerlukan konsentrasi lebih untuk memahami bagaimana ayat Al-Qur'an mendasari kritik terhadap konsep sesat pikir tersebut.

Kesimpulan

Buku Logical Fallacies: Kritik Al-Qur'an atas Logika sangat direkomendasikan bagi mahasiswa, akademisi, aktivis, serta umat Muslim yang ingin menajamkan kemampuan berpikir kritis. Bukhori At-Tunisi berhasil membuktikan bahwa Al-Qur'an tidak bertentangan dengan akal sehat, melainkan bertindak sebagai pemandu agar akal manusia tidak tersesat dalam labirin argumen palsu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

Hisab Awal Bulan Sya’ban 1447 H

Ijtihad, Pintunya Terbuka, Mau Masuk?