Dari lslam Persepsi Menuju lslam Konsepsi Sesuai Blue Print Allah dan Rasulullah

Dari lslam Persepsi Menuju lslam Konsepsi Sesuai Blue Print Allah dan Rasulullah

Oleh Sudono Syueb, Alumni Pertama MIM 12 Dengok, Paciran, Lamongan

Sidoarjo - Mungkin selama ini lslam yang kita pahami adalah lslam Persepsi yang kita pelajari dari persepsi guru-guru kita yang mungkin belum sesuai dengan blue print lslam menurut Allah dan Radulullah. Untuk itu, Dr. Akhmad Kasban Sarkawi Randhim dalam bukunya Islam Persepsi: Syarah Rasmul Bayan bab  "Meluruskan Persepsi" berupaya merekonstruksi cara pandang umat yang telah terdistorsi oleh tantangan modernitas, sekularisme, maupun pemahaman agama yang ekstrem dan atau yang ala kadar.

Dalam konteks Rasmul Bayan (bagan dakwah), meluruskan persepsi dilakukan melalui penataan ulang tiga elemen kognitif dan spiritual manusia:

1. Dekonstruksi Persepsi yang Salah

Penulis memetakan beberapa kekeliruan cara pandang masyarakat modern terhadap Islam:
Pertama, Persepsi Ritualistik-Sentris: Memandang Islam hanya sebatas salat, puasa, dan zakat (ibadah ritual), tanpa menyadari bahwa aspek sosial, politik, ekonomi, dan sains juga merupakan bagian integral dari agama.

Kedua, Persepsi Dikotomis: Memisahkan antara kehidupan duniawi (profesi, sains, teknologi) dan kehidupan ukhrawi (akhirat). Buku ini meluruskan bahwa dunia adalah ladang (wasilah) untuk mencapai akhirat.

Ketiga, Persepsi Fatalistik vs Liberal: Meluruskan kubu yang pasrah tanpa usaha (jabariyah) maupun kubu yang terlalu mendewakan akal hingga mengabaikan wahyu.

2. Metodologi Meluruskan Persepsi Menggunakan Rasmul Bayan

Untuk mengubah paradigma tersebut, penulis menggunakan pendekatan bagan terstruktur yang merujuk pada integrasi tiga instrumen manusia:
- Penyucian Hati (Tazkiyatun Nafs): Hati (qalb) yang kotor oleh kesombongan atau keraguan akan melahirkan persepsi yang bias terhadap kebenaran. 

- Optimalisasi Akal (Nazhar): Menggunakan akal sehat untuk membaca ayat-ayat Qauliyah (Al-Qur'an) dan ayat-ayat Kauniyah (alam semesta) secara objektif.
- Filter Informasi: Memisahkan syubhat (kesamaran berpikir) dan syahwat (dorongan nafsu) agar persepsi yang terbentuk murni bersumber dari nilai-nilai ketauhidan.

3. Output Persepsi yang Lurus (Syamil & Mutawassit)

Ketika persepsi seseorang telah diluruskan melalui panduan buku ini, maka akan lahir cara pandang baru yang:
- Syamil (Komprehensif): Melihat Islam sebagai solusi total kehidupan, bukan sekadar pelengkap identitas.
- Washatiyah (Moderat): Menghasilkan sikap hidup yang inklusif, toleran, dan jauh dari radikalisme, namun tetap teguh memegang prinsip akidah. 

 "Meluruskan Persepsi" dalam buku ini bukan sekadar teori kognitif, melainkan sebuah proses terapi pemikiran (ishlahul fikr) agar seorang muslim dapat melihat dunia dan agamanya dengan kacamata yang jernih dan benar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

Logika Diferensi, al-Fashl al-Manthiqi, dan Patologi Sosial Keagamaan

Hisab Awal Bulan Sya’ban 1447 H