Postingan

NAVIRI PAGI: INGATLAH ALLAH DALAM SEGALA KONDISI

Gambar
NAVIRI PAGI: INGATLAH ALLAH DALAM SEGALA KONDISI Oleh: Ust. dr. Anwar Luthfi (Anggota Dewan Syura DDII Jatim) Bismillahirrahmanirrahim   Kita menyadari bahwa dunia tempat kita berpijak saat ini  adalah negeri ujian, kadang kita diuji dengan kebahagiaan mampukah kita bersyukur denganya, dan tak jarang pula kita diuji dengan musibah, masihkah kita bersabar atasnya dan masihkah kita berbaik sangka kepada-Nya...  Roda kehidupan terus berputar, banyak cerita suka dan duka yang kita lewati dan ciptakan pada setiap putarannya. Ada suka dan ada duka, ada sedih dan ada bahagia, ada sempit dan ada lapang, ada kesulitan dan ada kemudahan..  Detik ini tersenyum beberapa detik kemudian menangis. Terkadang kita lebih dari orang lain terkadang kita kurang dari orang lain.  Hari ini kita menjadi sang juara, besok bisa jadi kita dikalahkan.  Saat ini betemu, tak lama kemudian berpisah. Detik ini bangga dengan apa yang dimiliki beberapa detik kemudian  sedih...

BAHAYA FILSAFAT SEKULER MENURUT PAK NATSIR

Gambar
BAHAYA FILSAFAT SEKULER MENURUT PAK NATSIR   Oleh: Dr. Adian Husaini  Ketua Umum DDII Pusat Dalam acara Diskusi Kebangsaan menyambut Peringatan Dekrit Presiden 5 Juli 1959, saya kembali meyampaikan peringatan Mohammad Natsir tentang bahaya filsafat sekuler bagi bangsa Indonesia. Hal itu disampaikan Pak Natsir pada 12 November 1957, di Bandung, beberapa bulan sebelum dibubarkannya Majelis Konstituante.  Dalam acara yang diikuti ratusan peserta itu, saya mengajak para pimpinan dan kader-kader Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia khususnya, agar membaca dan merenungkan Kembali isi pidato Pak Natsir tahun 1957 tersebut. Tahun 2007 lalu, saya pun diingatkan oleh Allahyarham Hussein Umar, agar membaca Kembali pidato Pak Natsir tersebut. Bahkan, itulah pesan terakhir, Bang Hussein Umar – ketua umum Dewan Da’wah ketika itu – kepada saya, sebelum ia dipanggil Allah SWT.  Memang pidato Pak Natsir tentang bahaya sekulerisme itu sangat komprehensif. Pak Natsir buka...

Menyaksikan Istana al-Mukarramah

Gambar
  Menyaksikan Istana al-Mukarramah Catatan:   DR.  Amam Fakhrur (Penggiat sosial agama) Beberapa waktu lalu, saya berkunjung ke cagar budaya historis, Istana Kesultanan Sintang, Kalimantan Barat, namanya Istana al-Mukarramah. Jarak dari pusat Kota Sintang ke istana tersebut hanya sekitar 6,5 km. Dengan perjalanan darat melewati jembatan Sungai Kapuas. Sebenarnya melalui jalur penyeberangan sungai dengan armada speed boat juga bisa, namun saya tak memilihnya. Sekarang ini lokasinya terketak di Jalan Bintara, Kelurahan Kapuas Kiri Hilir. Meski dahulu di lokasi itu pernah menjadi pusat pemerintahan Kabupaten Sintang, namun sekarang ini suasana relatif sepi, tak seramai di pusat pemerintahan kota Sintang. Saat di radius yang sudah dekat dekat komplek Istana  al-Mukarramah, mata saya lurus memandang ke depan, ke arah selatan. Mata saya tertuju ke arah dua pertemuan sungai, yaitu Sungai Kapuas dan Sungai Melawi. Sungai itu kelihatan luas, keli...

Komisaris Untuk Pendukung, Apakah BUMN Milik Nenek Moyang Jokowi?

Komisaris Untuk Pendukung, Apakah BUMN Milik Nenek Moyang Jokowi? By Asyari Usman Presiden Jokowi menghambur-hamburkan jabatan komisaris BUMN untuk pendukungnya. Yang terbaru adalah pengangkatan Abdee Negara Nurdin atau Abdee Slank (personel band Slank) sebagai komisaris PT Telkom. Abdee adalah salah seorang Jokwer berat. Belum lama berselang, anak Gus Dur (Abdurrahman Wahid), Alissa Wahid, diangkat sebagai komisaris independen PT Unilever Indonesia. Pada Januari 2020, putri Gus Dur yang lainnya, Yenny Wahid, diangkat sebagai komisaris PT Garuda Indonesia dengan gaji 200 jutaan per bulan. Banyak pendukung Jokowi yang diberi hadiah komisaris. Belum lama ini, ketum PBNU Prof Said Agil Shirad, didudukkan di PT Kereta Api. Jauh sebelum ini, pada 2015, Fadjroel Rachman, dipasang sebagai komisaris di PT Adhi Karya. Ada sekitar 20 relawan Jokowi yang mendapat hadiah komisaris BUMN. Andi Gani Nena Wea masuk ke PT Pembangunan Perumahan (PP). Viktor Sirait, ketua relawan Barisan Jokowi Presiden ...

LIMA SEBELUM LIMA

Gambar
LIMA SEBELUM  LIMA Oleh: Murib Ilham (Alumni UINSA, Surabaya)  Lakulan shalat tahajjud Sebelum  melakukan aktifitas berlamjut Posisimu  kan mulia Selalu dibimbing Allah subhanahu wa  ta'ala Diberikan solusi setiap problematilka Dijaga dari marabahaya dimanapun berada Baca al Qur'an   Sebelum  membaca  koran Kau dapatkan ketentraman Hatimu harum berkilauan Menjadii saksi dan pembelamu disetiap keadaan Teman setia di alam penantian Hingga mengantarmu ke surga penuh kedamaian Langkahkan kaki ke Masjid Sebelum melangkah ke duniawi sempit Kan kau dapatkan pundi pundi pahala Hartamu melebihi  isi dunia Tetcatat orang tetkaya Tiada bandingannya Belanjakan uang untuk akhiratmu Sebelum membelanjakan untuk duniamu Do'a malaikat  kan terpanjat Kau  kelompok dermawan bermartabat Sedekahmu diganti berlipat Kerjakan shalat dhuha Sebelum berangkat kerja Wujud taubatan nasuha Jiwa ragamu bersih dari dosa Rizqi tersedia luas terbuka...

CARA SELAMAT DARI COVID19

Gambar
CARA SELAMAT DARI COVID19 H. MASYKUR SARMIAN, MM (Alumni Ponpes YTP, Kertosono.  Sekarang: Ketua Majelis Ukhuwah Islamiyah Kalimantan Timur) بسم الله الرحمن الرحيم Covid 19 itu ada... Saya pernah mengalaminya... 2 Juli 2020 hingga 2 Agustus 2020, 15 hari dirawat di rumah dan 16 hari di Rumah Sakit AWS Samarinda. 4 hari masuk Ruang ICU COVID19 dan sudah Ventilator. Dari 9 Pasien yang masuk ICU 8 orangnya wafat, dan ( saat itu ) saya satu-satunya pasien yang diberi kesempatan hidup oleh Alloh SWT. Penyakit ini sangat sakit ( terutama yang comorbid) Ia menyerang, Fisik, Psychis, Pikiran, Mental dan bahkan Spiritual... Selama 30 hari tidak dapat tidur. Apakah Covid-19 ini ada karena murni dari Alloh atau hasil Konspirasi Manusia Jahat ( yang akhirnya tak bisa mereka kendalikan resikonya ), Wallohu a'lam. Tapi dia kenyataannya ada...sekali lagi ada...Karena hingga sekarang masih banyak saudara-saudara kita yang abai dan tidak percaya keberadaan Vovid19.  Padahal berapa...

BERTARUNG MELAWAN COVID ‎19.

Gambar
BERTARUNG MELAWAN COVID 19 . Oleh: M. Badruddin (Alumni IAIN Sunan Kalijaga)  Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berkeinginan memiliki penyakit, apalagi penyakit berat seperti Covid 19. Penyakit ini sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, perasaan berkecamuk, jauh dg keluarga, makan tidak enak pikiran "yang tidak-tidak" muncul dengan sendirinya. Apalagi pasien yang berada di sebelah kanan dan kiri harus dipulangkan karena "kalah" dalam bertarung melawan virus corona alias meninggal dunia. (Semoga Allah SWT mengampuni mereka). Infus adalah "minuman harian kami". Untuk menghindari infeksi, jarum infuse harus dipindah di tangan kanan atau kiri. Maka satu tangan bisa dicoblos 2 sampai 3 kali. berarti dua tangan bisa 6 kali coblosan. Bahkan tangan bisa dipastikan membengkak karena jarak bekas lobang jarum yang lama dengan lobang jarum yang baru. Ada lagi, cairan infus (cairan antibiotik) yang jika dimasukkan ke tubuh  rasanya sakit sekali di tanga...