BERTARUNG MELAWAN COVID ‎19.

BERTARUNG MELAWAN COVID 19.

Oleh: M. Badruddin
(Alumni IAIN Sunan Kalijaga) 

Tidak ada seorang pun di dunia ini yang berkeinginan memiliki penyakit, apalagi penyakit berat seperti Covid 19. Penyakit ini sungguh luar biasa. Bagaimana tidak, perasaan berkecamuk, jauh dg keluarga, makan tidak enak pikiran "yang tidak-tidak" muncul dengan sendirinya. Apalagi pasien yang berada di sebelah kanan dan kiri harus dipulangkan karena "kalah" dalam bertarung melawan virus corona alias meninggal dunia. (Semoga Allah SWT mengampuni mereka).
Infus adalah "minuman harian kami". Untuk menghindari infeksi, jarum infuse harus dipindah di tangan kanan atau kiri. Maka satu tangan bisa dicoblos 2 sampai 3 kali. berarti dua tangan bisa 6 kali coblosan. Bahkan tangan bisa dipastikan membengkak karena jarak bekas lobang jarum yang lama dengan lobang jarum yang baru.
Ada lagi, cairan infus (cairan antibiotik) yang jika dimasukkan ke tubuh  rasanya sakit sekali di tangan, bahkan saya pernah ingin menangis karena rasanya yang sangat perih.   Dan itu harus saya "konsumsi" satu botol dalam satu hari. 

.....
Ada satu peristiwa yg sampai sekarang belum saya sadari. Yaitu saya kehilangan kesadaran, yaitu ketika saya tidur siang tiba-tiba saya bangun hingga saya berjalan ke ruang bagian dalam sambil menyeret infus dan tiangnya yang ambruk sambil ngomong ga jelas -tanpa sarungan- hingga dituntun kembali oleh para perawat yang ada ke tempat tidur.  (Informasi ini saya dapatkan dari pasien sebelah saya). 
Bangun bangun jarum infus sudah dipindah ditangan kiri dan di hidung telah terpasang selang oksigen.
Padahal hari itu semestinya adalah hari dimana saya sudah diperbolehkan pulang. Karena kejadian tersebut maka jadwal pulang harus diundur satu hari lagi. 

Menurut saya yang paling berat selama bertarung melawan Covid adalah saat demam tinggi dan menggigil yang luar biasa. Selimut rangkap tujuh pun tak mampu meredakan rasa dingin di badan. Yang ada hanyalah istighfar, dan sholawat.....serta pasrah.

Alhamdulillah atas kemurahan Allah saya diberikan kekuatan kesabaran dan ketabahan dalam menghadapi ujian yang menurut saya sangat berat ini.
Alhamdulillah.

Terimakasih Ya Allah.
اللهم اجعلنا من عبادك الصابرين والشاكرين

Hingga akhirnya tepat pada Hari Kamis,  1 juli 2021 jam 17.00 saya dijemput untuk pulang ke rumah.

Semoga, Bapak/Ibu dan saudara-saudaraku semua terhindar dari penyakit yang berbahaya ini. Amin.

Kalasan, 2 Juli 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa