Apakah Masih ada

Apakah Masih ada

Oleh:INDAH HANIFAH
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono)

Terkejut ketika mendengar khabar mbakyu iparku sakit, memang sebenarnya sudah lama sakitnya... Duluuuu...dulu sekali puluhan tahun yang lalu dia sakit Batu Empedu,  tapi tidak mau dioperasi..dan setelahnya dia merasa sehat hanya dengan konsumsi jamu temulawak dan jamu2 yg lain seperti misalnya jamu kunyit dll. Namun apakah benar sembuh.. Menurutku sih tidak,  hanya menganggap sembuh..
Semangat sehatnya tinggi dan bisa menahan rasa sakit yang luar biasa dg membiasakan membaca shalawat dan ber- istighfar bahkan penyakit-penyakitnya tambah-tambah yang lain..dan dia tidak pernah menyalahkan Tuhan. 

Senin, 16 November 2020 sekitar pukul 20.30.. dia wafat, semoga wafat dalam husnul khatimah.. 

اللهم اغفرلها وارحمها وعافها واعف عنها وأكرم نزلها ووسع مدخلها.. 

Selasa, 17 November 2020 aku sempatkan ta'ziyah meskipun dalam kondisi petpes alias dompet kempes..hutang aja dulu gpp..semoga bisa terbayar demi penghormatan terakhirku pada mbakyu iparku yang amat sangat baik,  banyak yang menyatakan seperti itu.. Berangkat dr surabaya sekitar pukul 06.30 dengan mengendarai mobil kantor berplat merah,  kami bertiga, aku, suami dan anak semata wayangku, alhamdulillaah kami masih sempat bertemu jenazahnya dan menyalatkan..selanjutnya suami, anak dan para pelayat yang laki-laki mengantarkan ke peristirahatan terakhirnya..(cat.: para pelayat semuanya diberi oleh-oleh sebungkus indomie goreng+segelas air mineral).

Mungkin karna sangat baiknya dia (almarhumah), dan mungkin juga karena tinggalnya di desa, tapii dia dan suaminya memang suka sekali silaturrahim sambil membawa-bawa buah tangan hasil kebun dan lain-lainnya yang bisa dibawa dan diberikan kepada rumah-rumah yang dikunjungi dan juga gemar berinfaq dan bershadaqah..maka dari situlah orang-orang yang melayat luar biasa banyaknya, sampe sekarang tak berhenti-henti.

Kebiasaan yang juga luar biasa di desa Kanigoro, Rembang, Pasuruan, setiap pelayat disuguhi makanan dan masakan yang bermacam-macam ada daging dimasak opor, ayam bakar, perkedel kelapa muda, sayur lodeh tewel, tahu goreng dll., sedang makanan ringannya ada donat, beberapa macam krupuk, biscuit, pisang, semangka dlsb. layaknya orang punya gawe atau pesta pernikahan atau juga tasyakkuran..

Malam ini hitungan orang jawa adalah malam kedua.. Adatnya diadakan acara Yaasin Tahlil..sekali lagi kukatakan bahwa yang hadir membludak layaknya acara yasinannya kyai, bu nyai,  atau pejabat..

Namun ada satu yang kuperhatikan, dari pagi hingga malam para pelayat yang datang kebanyakan tidak memakai masker, yang memakai masker hanyalah mereka yang datang dari luar lingkungan mereka, orang-orang kantoran, pegawai, guru atau orang-orang yang dari kota. 
Sepertinya mereka tidak mengenal apa itu covid-19 atau corona,  yang mereka tahu hanyalah menjalani kehidupan apa adanya, beribadah dan bekerja, dg jargon, "wayahe loro yo loro, wayahe mati yo mati". 

Jadi ternyata di desa itu tidak ada yang namanya corona atau covid-19, yang ada hanya di kota2 besar, yang sampe2 di denda jika tidak memakai masker..dengan denda yang bervariasi..ada denda disuruh nyapu jalanan, shalawatan, baca Pancasila, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan ada denda berupa uang 100rb, 250rb dll.

Selama ini, karna kami tinggal di kota *Metropolitan Surabaya* kami berusaha mematuhi peraturan pemerintah utk mengikuti protokol kesehatan, cuci tangan dengan sabun, bermasker dan menjaga jarak di sana tidak dapat aku lakukan, bagaimana bisa melaksanakan protokol kesehatan, sedangkan kami datang disambut oleh adik2, ipar2, keponakan2, cucu2 dan jg setiap pelayat ingin berjabat tangan..
Semoga saja dengan semua itu tidak akan ada yang terjadi dg masalah kesehatan kami.. Aamiin.. 

Dari cerita perjalananku di atas, aku berusaha mengambil kesimpulan yang bisa kujadikan tauladan,:
#Gemar beristighfar dan bershalawat,
#Membiasakan silaturrahiim,
#Gemar berinfaq dan bershadaqah, 
#Jangan lupa selalu bersyukur..

Cat.: 
Aku : Indah Hanifah Hanif
Suamiku: Mudzakkir
Anakku: Akmal Mudzakkir
Almarhumah: Dewi Aminah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa