MENDINAMISASIKAN GERAKAN MUHAMMADIYAH

MENDINAMISASIKAN GERAKAN MUHAMMADIYAH


Oleh: al-Ustadz Amrozi Mufida (Anggota MPK PDM Lamongan)


(Disampaikan di Pengajian Rutin Pembinaan Karyawan RSM Lamongan pada Kamis, 12 Januari 2023, Pukul 12.00-12.30 WIB, di Masjid Asy-Syifa', RSM Lamongan)


1. Muhammadiyah mampu bertahan dan berkembang melewati satu abad, antara lain, karena memiliki inner dynamics, yaitu kekuatan dari dalam yang melekat dengan dirinya. Kekuatan dari dalam itu ialah ruh dan nilai-nilai ajaran Islam yang diyakininya, keikhlasan dan militansi para penggeraknya, serta prinsip dan pemikiran ideologi yang dimilikinya secara kokoh. Energi gerakan tersebut berfungsi sebagai sumber inspirasi, motivasi, aktualisasi, dan orientasi yang membangkitkan Persyarikatan ini terus bergerak menjalankan misi dan usahanya secara gigih dan tahan uji dalam berbagai situasi dan tantangan gerakannya

2. Kini sejalan dengan tantangan baru yang dihadapi setelah Muktamar ke-48 tahun 2022 di Surakarta, Muhammadiyah perlu mengagendakan langkah penting dan strategis. Ada lima aspek gerakan yang harus didinamisasikan oleh Muhammadiyah sehingga ia mampu memasuki abad kedua dengan kekuatan baru untuk menjadi gerakan pencerahan yang maju dan berkeunggulan. 

Pertama, Reaktualisasi Nilai Gerakan

Muhammadiyah kokoh sebagai gerakan Islam karena memiliki nilai-nilai dasar yang menjadi pondasi, bingkai, perspektif, dan orientasi usahanya dalam mencapai tujuan. Nilai-nilai gerakan tersebut bersumber pada Al-Qur'an dan As-Sunnah Al-Maqbulah yang didukung ijtihad sebagai manhajnya

Kedua, Optimalisasi Peran Pimpinan

Pimpinan Persyarikatan dari Pusat, Wilayah, Daerah, Cabang, dan Ranting dituntut makin meningkatkan frequensi dan intensitas aktivitasnya dalam menggerakkan Persyarikatan. Dari aktivitas rutin, yaitu memecahkan masalah dan melakukan regulasi organisasi hingga menjalankan fungsi-fungsi strategis harus terus dioptimalkan secara tersistem. 

Ketiga, Revitalisasi Regulasi Organisasi

Organisasi itu adalah alat untuk mencapai tujuan. Seiring dengan tantangan yang dihadapi, organisasi harus semakin modern, yang memiliki ciri efektif, efisien, produktif, dinamis, dan progresif. Organisasi modern harus didukung sistem informasi dan teknologi yang canggih. Organisasi modern harus dikelola oleh orang-orang yang berintegritas, sigap, cerdas, berkeahlian, berwawasan, dan memiliki etos kerja yang berkemajuan. 

Keempat, Pengembangan Pemikiran

Misi utama Muhammadiyah adalah dakwah dan tajdid untuk membangun masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Muhammadiyah dengan pandangan Islam yang berkemajuan harus menjadi gerakan pencerahan yang membawa umat manusia selamat hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat. Disinilah pentingnya dinamisasi pemikiran dakwah dan tajdid di lingkungan Muhammadiyah. Pemikiran Muhammadiyah yang bersifat tengahan (wasathiyah, moderat) dalam bingkai pandangan Islam yang berkemajuan harus diaktualisasikan sebagai alternatif pemikiran yang lebih unggul. 

Kelima, Revitalisasi Amal Usaha

Amal usaha merupakan kekuatan strategis Muhammadiyah. Muhammadiyah tanpa amal usaha hanya akan menjadi gerakan wacana, minus perbuatan. Islam menjadi nyata karena amaliah. Trilogi Islam adalah iman, ilmu, dan amal. Oleh karena itu, Amal Usaha Muhammadiyah yang bersifat melembaga dan menyebar luas di seluruh tanah air, bahkan di luar negeri, harus terus direvitalisasi agar semakin berkembang, baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa