CINTA YANG TERNODAI
CINTA YANG TERNODAI
Nofa Miftahudin
(Alumni Ponpes YTP, Kertosono, 2008)
Wahai para Pemuda dan Pemudi Islam kami sampaikan pesan cinta dari Allah Ta’ala dan Rasulullah SAW untuk kita semua. Sebagai bentuk kepedulian sesama muslim, semoga kita selamat di dunia dan akhirat kelak aamiin yaa Robb.
Allah Ta’ala menciptakan manusia dengan kondisi fitrah (suci). Suci keimanannya, suci kecintaannya, suci ketauhidannya terhadap Sang Pencipta. Berjalannya waktu aneka kesucian yang dimiliki oleh manusia mulai luntur, tergerus dan bahkan lenyap. Kesucian tersebut ternodai karena berbagai sebab. Salah satu di antaranya adalah salah asuh. Rasulullah SAW bersabda :
مَا مِنْ مَوْلُودٍ إِلَّا يُولَدُ عَلَى الْفِطْرَةِ فَأَبَوَاهُ يُهَوِّدَانِهِ أَوْ يُنَصِّرَانِهِ أَوْ يُمَجِّسَانِهِ كَمَا تُنْتَجُ الْبَهِيمَةُ بَهِيمَةً جَمْعَاءَ هَلْ تُحِسُّونَ فِيهَا مِنْ جَدْعَاءَ
“Tidaklah setiap anak kecuali dia dilahirkan di atas fitrah. Maka, bapak ibunyalah yang menjadikannya Yahudi, atau menjadikannya Nasrani, atau menjadikannya Majusi. Sebagaimana halnya hewan ternak yang dilahirkan, ia dilahirkan dalam keadaan sehat. Apakah Engkau lihat hewan itu terputus telinganya?” (HR. Bukhari no. 1358 dan Muslim no. 2658)
Dari hadits di atas menunjukkan bahwa peran orang tua adalah salah satu penyebab terjaga atau ternodai fitrah anak tersebut. Selain faktor dari pola didik orang tua, pengaruh itu juga didapat dari lingkungan. Semoga Allah Ta’ala membimbing kita semua supaya menjadi orang tua yang senantiasa mengarahkan anak-anaknya untuk meraih cinta-Nya. Aamiin yaa Robb
Rasulullah mengajarkan satu doa pada umatnya agar menjadi hamba yang dicintai Allah Ta’ala. Karena itu dalam doa seorang Muslim juga sudah seharusnya memohon kecintaan Allah Ta’ala. Berikut doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ حُبَّكَ وَحُبَّ مَنْ يُحِبُّكَ وَالْعَمَلَ الَّذِي يُبَلِّغُنِي حُبَّكَ اللَّهُمَّ اجْعَلْ حُبَّكَ أَحَبَّ إِلَيَّ مِنْ نَفْسِي وَأَهْلِي وَمِنْ الْمَاءِ الْبَارِدِ
"Ya Allah, aku memohon kepada-Mu kecintaan-Mu, dan kecintaan orang yang mencintai-Mu, serta amalan yang menyampaikanku kepada kecintaan-Mu. Ya Allah, jadikanlah kecintaan-Mu lebih aku cintai daripada diriku, keluargaku serta air dingin." (HR. Tirmidzi)
Semoga cinta yang kita miliki senantiasa murni untuk Allah Ta’ala. Terjaga dari berbagai pengaruh yang ada. Terhindar noda-noda dosa yang selalu menggoda.
Tidak bosan untuk saling mengingatkan akan bahaya budaya Valentine Day, maka kami ajak kepada semua orang tua untuk menjaga anak-anaknya, anak didiknya dan orang sekitarnya. Supaya tidak melakukan kegiatan yang bersinggungan dengan Valentine Day. Walaupun hanya sekedar dianggap remeh. Karena sesungguhnya Valentine Day bukanlah budaya Islam. Valentine Day adalah virus yang mereka tebarkan untuk merusak moral Pemuda-Pemudi Islam atas nama cinta.
Valentine Day adalah budaya orang kafir. Bahkan dari kalangan mereka pun tidak menyukai, karena menjadikan bejatnya moral generasi mereka. Maka selayaknya kita selaku muslim tidak mengikuti budaya mereka. Rasulullah SAW mengingatkan kepada kita supaya jangan Tasyabuh (meniru) budaya orang kafir.
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka dia termasuk bagian dari mereka.” (HR. Ahmad)
Hadits ini memberikan penjelasan atas wajibnya menutup segala celah yang akan menyebabkan seseorang terjatuh pada keburukan dan hal-hal lain yang diharamkan meski pada tujuan awalnya bukan untuk itu. Maka siapa saja yang menyerupai orang kafir dalam semua perkara yang menjadi kekhususan mereka baik dalam busana atau perilaku, maka orang itu pada hakikatnya berada di atas jalan mereka.
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah telah menyusun kitab berjudul Iqtidhâ' Ash-Shirat Al-Mustaqâm yang seluruh isinya menguraikan tentang masalah ini. Di antara adalah pasal tentang Dalil-dalil Al-Qur`an, as-sunnah, dan ijmak akan wajibnya menyelisihi orang-orang kafir dan larangan menyerupai mereka.
Valentine Day merupakan salah satu bentuk aktivitas mengarahkan kepada perbuatan zina. Sedang Islam melakukan pencegahan berupa larangan untuk mendekati zina. Allah Ta’ala berfirman :
وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
"Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk." (QS. Al Isra' [17] : 32)
Allah Ta’ala menciptakan cinta untuk kita ini merupakan karunia yang besar, karunia yang sangat mulia oleh karena itu jangan sampai karunia yang mulia itu ternodai dengan perkara yang hina, perkara yang mendatangkan murka, perkara yang menjadikan Cinta Yang Ternodai dengan tipu daya. Islam memberikan solusi yang sangat ampuh, Islam tidak menutup mata tentang cinta. Maka islam membimbing ummatnya meletakkan cinta pada tempat yang disyariatkannya.
Semoga Allah Ta’ala membimbing kita semua untuk menjaga cinta yang dianugrakan-Nya. Aamiin yaa Robb
Komentar
Posting Komentar