Dua Hak Persaudaraan

 


Teks Khutbah Jum’at

Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta

 

Khutbah              : Jum’at Keempat

Tanggal               : 26 Rabiul Tsani 1445H. / 10 Nov. 2023M.

Tema                  : “Dua Hak Persaudaraan”

Disiapkan oleh     : K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), [Pembina Kerohanian Islam

                           Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta]

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: ﴿ إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ﴾ [الحجرات : 10] وَالصَّلَاةُ السَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْدِّينِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَقَالَ تَعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران: 102]

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Di hari Jum’at yang mulia ini, khatib kembali mengingatkan kita semua agar tetap dalam keadaan iman dan taqwa kepada Allah, sebagaimana pesan Allah, Swt.: يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” (QS. Ali 'Imran: 102)

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Islam mengecam keras perpecahan dan permusuhan sesama kaum. Bahkan hal itu dianggap sebagai perilaku orang-orang yang tidak berakal. Allah berfirman mengenai apa yang dialami oleh bangsa Yahudi: بَأْسُهُم بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ ۚ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّىٰ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ / “Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak berakal.” (al-Hasyr: 14)

 

Menurut Imam Muhammad Abduh, jika Allah mengecam suatu kaum di dalam al-Qur’an, sebenarnya bukan hanya untuk kaum itu saja, melainkan bisa juga mengenai kita juga apabila perilaku kita seperti kaum yang dicela oleh al-Qur’an. Ketika sebagai muslim kita menyimpan permusuhan dan kebencian terhadap sesama muslim, apalagi hanya gara-gara urusan dunia, berbeda pilihan politik misalnya, maka jangan-jangan kita juga termasuk orang-orang yang tidak berakal seperti kata ayat tersebut.

 

Di tahun politik ini, marilah kita menjaga akal sehat, berpikir jernih dan bertindak cerdas sambil menjaga persatuan dan kesatuan sesama anak bangsa, terutama sesama muslim. Allah berfirman: إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُواْ بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ “Hanyalah orang-orang mukmin itu bersaudara, maka perbaikilah hubungan di antara sesama saudara, dan bertaqwalah kepada Allah agar kamu dirahmati-Nya.” (al-Hujurat: 10)

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Di antara cara berbuat baik kepada sesama muslim adalah dengan memenuhi hak-haknya, minimal “ada dua hak yang harus kita tunaikan kepada saudara kita.”

 

Pertama: Hak Doa

Menurut Imam al-Ghozali, jika seorang muslim tidak mampu memenuhi hak jiwa dengan memberikan pertolongan dan bantuan dengan tenaganya atau tidak mampu memberikan bantuan dengan harta kepada saudara muslimnya, maka hendaklah bertutur kata yang baik atau dengan doa-doa kebaikan kepadanya. Al-Ghozali  mensitir firman Allah, Swt.: وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ابْتِغَاءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا / “Dan jika engkau berpaling dari mereka untuk memperoleh rahmat dari Tuhanmu yang engkau harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.” (al-Isra’: 28)

 

Kata as-Sa’diy, di saat tidak ada yang bisa diberikan kepada saudara-saudara kita, sambil berharap adanya rahmat Allah dan rizqi-Nya, maka ucapkanlah kepada mereka kata-kata yang menyenangkan hati, seperti doa-doa baik untuk mereka.  Dalam hal ini, seperti ketika kita tidak bisa membantu saudara-saudara kita yang ada di Palestina dengan jiwa dan harta kita, maka janganlah kita kurangi hak mereka untuk mendapatkan doa-doa dari kita. Sama halnya dengan pilihan politik, jika kita tidak mendukung saudara kita karena alasan tertentu, jangan kotori mulut kita dengan ucapan-ucapan buruk terhadapnya.

 

Begitu juga, ketika kita tidak mampu menyatukan di antara sesama muslim, jangan menjadi pemecah persatuan, baik langsung atau tidak langsung. Seperti menyatakan kata-kata dengan nada sinis dan pesimis terhadap persatuan di antara sesama muslim. Misalnya dengan mengatakan, “Ah tidak mungkin antara kelompok muslim yang ini dan yang itu bisa bersatu.” Sungguh ucapan seperti ini hanya pantas diucapkan oleh seorang provokator dan pengadu domba yang – naudzu billah – Rasulullah, saw. bersabda mengenainya: “لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ قَتَّاتٌ  “Tidak akan masuk surga orang yang suka mengadu domba.” (Bukhari-Muslim), yakni orang yang tidak suka jika melihat saudaranya rukun dan bersatu.

 

Maka sabaiknya, yang keluar dari mulut seorang muslim adalah harapan dan doa kebaikan untuk saudara-saudaranya. Apalagi jika tanpa diminta dan tanpa sepengetahuannya, maka akan menjadi doa yang mustajab dan berdampak baik untuk dirinya juga. Sebagaimana Rasulullah, saw. bersabda: دَعْوَةُ الْمَرْءِ الْمُسْلِمِ لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ مُسْتَجَابَةٌ، عِنْدَ رَأْسِهِ مَلَكٌ مُوَكَّلٌ كُلَّمَا دَعَا لأَخِيهِ بِخَيْرٍ، قَالَ الْمَلَكُ الْمُوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ» / “Doa seorang muslim kepada saudaranya tanpa sepengetahuannya itu mustajab, di atas kepalanya ada malaikat yang ditugasi (untuk menjaganya), setiap kali orang itu mendoakan kebaikan untuk saudaranya, malaikat itu berkata: ‘Aamiin!’ semoga untuk kamu seperti itu juga!” (Hr. Muslim)

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Marilah kita renungkan firman Allah ini:

﴿وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ﴾ / “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (al-Anfal: 46)

 

Dan juga merenungkan sabda Nabi Muhammad, Saw. untuk kita amalkan:

لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَبَاغَضُوا وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا تَحَسَّسُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا “Janganlah kalian saling mendengki, jangan saling membenci, jangan saling memata-matai dan jangan saling mencari-cari kesalahan! Dan jadilah kalian sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara!” (Hr. Muslim)

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Kedua: Hak Harta atau Jiwa

Dalam sejarah Islam, banyak kisah nyata tentang kepahlawanan berupa pembelaan atau pengorbanan seorang muslim untuk saudaranya meski pun harus kehilangan harta bahkan jiwanya. Tentang hal ini Allah memuji mereka: “وَيُؤْثِرُوْنَ عَلٰٓى اَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ ۗ / “Dan mereka lebih mengutamakan saudaranya di atas diri mereka sendiri walau pun mereka sebenarnya sangat membutuhkan.” (Al-Hasyr: 9).

 

Sungguh seandainya tidak ada kesiapan untuk berkorban dan sikap mementingkan kebaikan bangsa dari pada kesenangan pribadi dari para ulama’ dan pejuang kita, kemerdekaan seperti hari ini mungkin tidak akan pernah kita rasakan. Adanya orang yang siap berkorban dengan harta dan jiwa untuk kebaikan bukanlah dongengan belaka. Sebab Islam selalu mendorong ummatnya untuk berjuang: ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ, "Orang-orang yang beriman, berhijrah dan berjuang di jalan Allah dengan harta dan jiwa mereka, lebih agung derajatnya di sisi Allah dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.” (at-Taubat: 20)  

 

Dan jiwa kepahlawanan itu telah ditunjukkan oleh bangsa Palestina kepada kita dan dunia. Seperti kesaksian Muhammad Husain jurnalis Indonesia yang tinggal di Gaza, mereka mendapatkan tawaran dari zionis Israel untuk dijadikan bangsa makmur dan maju seperti Singapora asalkan mereka mahu pindah ke gurun Sinai dan tidak melakukan perlawanan. Namun mereka lebih memilih jalan sulit demi menjaga marwah ummat Islam di hadapan kaum penjajah Zionis dan demi mempertahankan kiblat pertama kaum muslimin, yakni masjidil Aqsa. Mereka siap berkorban dengan segala apa yang dimiliki untuk menjadi wakil bagi seluruh kaum muslimin mempertahankan izzah Islam dan tempat suci Ummat Islam dari dikotori oleh tangan-tangann Zionis.

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Jika kita belum siap berkurban dengan harta apalagi jiwa, belum siap memberikan hak harta dan jiwa kita untuk menolong saudara kita, maka tahanlah mulut kita dari berkata-kata yang bisa menciderai hati mereka. Sebab, serendah-rendahnya derajat ukhuwah seorang muslim adalah husnuzhon (berprasangka baik) dan berlapang dada terhadap sesama saudara muslim.  

 

Allah, Swt. berfirman: ﴿وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُم بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِّنَ النَّارِ فَأَنقَذَكُم مِّنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ﴾ / “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” (Ali Imran: 103)

 

 

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  []


 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ* فَقَالَ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ: -- أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ -- ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِّنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَب بَّعْضُكُم بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَن يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَّحِيمٌ﴾ [الحجرات: 12]. وَقَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ:

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شُؤُونَنَا كُلَّهَا وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، لَا إلَهَ اِلَّا أَنْتَ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ، اللَّهُمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ!

 

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِيُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ الصَّلَاةَ!

 

[][][][][]

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa