Dua Kegunaan Lisan



Teks Khutbah Jum’at

Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta

 

Khutbah              : Jum’at Pertama

Tanggal               : 3 Jumadil Ula 1445H. / 17 Nov. 2023M.

Tema                  : “Dua Kegunaan Lisan”

Disiapkan oleh     : K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), [Pembina Kerohanian Islam

                           Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta]

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: ﴿ لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (النساء: 114( وَالصَّلَاةُ السَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْدِّينِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَقَالَ تَعالى: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾ [آل عمران: 102]

 

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Di hari Jum’at yang mulia ini, Khatib tidak pernah bosan untuk mengingatkan diri kita semua agar senantiasa bertaqwa kepada Allah untuk meraih keberuntungan di dunia dan akhirat. sebagaimana Allah, Swt. berfirman: ﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾ “Dan bertaqwalah kamu kepada Allah agar kamu beruntung.” (QS. Ali 'Imran: 200)

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Hari ini, menjaga lisan menjadi perkara yang sangat penting. Karena banyak kekisruhan terjadi di tengah masyarakat gara-gara orang tidak pandai menjaga lisannya. Di era sosmed seperti sekarang ini, menjaga tulisan yang akan dishare ke tengah publik sama pentingnya dengan menjaga lisan. Sama-sama berdampak negatif atau positif.

 

Rasulullah, saw. pernah mengingatkan sahabat Muadz bin Jabal – sambil memegang lidahnya – beliau bersabda: “Tahanlah ini (yakni lisan-mu), jangan sampai mencelakai dirimu!” Sahabat Muadz bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah kami akan disiksa gara-gara omongan kami?” Rasulullah, bersabda: (ثَكِلَتْكَ أُمُّكَ يَا مُعَاذُ، وَهَلْ يَكُبُّ النَّاسَ فِي النَّارِ عَلَى مَنَاخِرِهِمْ إِلَّا حَصَائِدُ أَلْسِنَتِهِمْ؟) “Celakalah kamu, wahai Mu’adz, tidaklah manusia itu dijerem-babkan ke dalam neraka melainkan buah dari ucapan-nya.” (Hr. Ahmad dan Turmudzi)

 

Maka dalam khutbah kali ini, khatib ingin berbicara tentang “Dua Kegunaan Lisan untuk Kebaikan dan Keselamatan.”

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Pertama: Lisan Untuk Mendamaikan

Seorang mukmin yang benar, tidak akan menimbulkan fitnah dan kekisruhan di tengah ummat. Sebab keimanannya akan selalu mendorongnya untuk berbuat baik. Maka dalam setiap ucapannya selalu diperhatikan dengan sungguh-sungguh. Jika itu bisa menimbulkan masalah ia akan menahannya. Apalagi jika itu mengandung gunjingan, fitnah dan adu domba yang akan berakibat buruk terhadap masyarakat.

 

Dewasa ini, melalui Yu-TUBE, sebagian orang baik sadar atau tidak, ada yang membentur-benturkan para tokoh atau para ustadz dan sekaligus mengadu domba para pengikutnya, yaitu dengan cara mengedit video ceramah-ceramah mereka dan memberinya judul yang provokatif, misalnya: “Ustadz Fulan Membungkam mulut si Ustadz Fulani…” Padahal keduanya tidak berada dalam satu forum dan tidak sedang bertemu dalam satu majlis ilmu. Apa yang diterangkan oleh Ustadz Fulan bukan dalam persoalan yang dijawab oleh ustadz fulani, namun dipaksakan oleh sang pengedit seolah-olah itu sebagai bantahan dan sanggahannya. Perbuatan seperti ini benar-benar bentuk adu domba yang sangat keji dan berbahaya bagi Ummat.

 

Jika pelakunya orang beriman hendaklah sadar, bahwa perbuatan sedemikian itu – menurut hadits riwayat Bukhari dan Muslim – adalah salah satu dari penyebab orang akan disiksa di dalam kuburnya, bahkan menjadi penghalang masuk surga. Sebagaimana Rasulullah, saw. bersabda: (لَا يَدْخُلُ الْجَنَّةَ نَمَّامٌ) “Tidak akan masuk surga pengadu domba” (Hr. Muslim)

  

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Lisan adalah anugerah Allah yang wajib disyukuri. Di antara cara mensyukuri nikmat lisan adalah dengan digunakan untuk mendamaikan orang bukan untuk menimbulkan permusuhan. Allah, Swt. berfirman: لَا خَيْرَ فِي كَثِيرٍ مِنْ نَجْوَاهُمْ إِلَّا مَنْ أَمَرَ بِصَدَقَةٍ أَوْ مَعْرُوفٍ أَوْ إِصْلَاحٍ بَيْنَ النَّاسِ ۚ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَٰلِكَ ابْتِغَاءَ مَرْضَاتِ اللَّهِ فَسَوْفَ نُؤْتِيهِ أَجْرًا عَظِيمًا (النساء: 114) “Tiada kebaikan dalam kebanyakan bisik-bisik mereka kecuali orang yang menganjurkan untuk shadaqah atau kebaikan dan mendamaikan di antara manusia, barang siapa yang melakukan hal itu karena hendak mencari keridhaan Allah maka Kami akan memberinya pahala yang agung.” (An-Nisa’: 114)

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Ketiga: Lisan Untuk Berdzikir dan Memuji Allah

Di akhirat nanti, ada ahli surga yang menyesal. Bukan menyesal kerena masuk surga tetapi menyesali apa yang tidak dilakukannya ketika di dunia. Sebagaimana Rasulullah, saw. bersabda: لَيْسَ يَتَحَسَّرُ أَهْلُ الْجَنَّةِ إِلَّا عَلَى سَاعَةٍ مَرَّتْ بِهِمْ لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ تَعَالَى فِيهَا “Tiada yang disesali oleh ahli surga kecuali berlalunya satu saat (di dunia) yang tidak digunakannya untuk berdzikir kepada Allah.”  (Hr. Thabraniy dan Baihaqiy)

 

Begitu besarnya pahala berdzikir kepada Allah dan menggunakan setiap waktu untuk berdzikir, sehingga ketika ditinggalkan menimbulkan penyesalan di akhirat, meski pun dia bisa masuk surga. Maka Ada seseorang yang meminta petunjuk Nabi agar diberi sebuah amalan yang akan dijaganya, maka Nabi, saw. besabda:  لَا يَزَالُ لِسَانُكَ رَطْبًا مِنْ ذِكْرِ اللَّهِ / “Biasakanlah lisanmu basah karena berdzikir kepada Allah.” (Hr. Turmidzi)

 

Di antara kalimat dzikir yang besar keutamaannya; mudah diucapkan, namun berat di timbangan dan dicintai oleh Allah adalah kalimat: “Subhaanallaah wa bi-hamdi-hi, subhaanallaahil ‘adhiim” (Hr. Bukhari – Muslim). Dan Rasulullah, saw. bercerita: “Aku bertemu Ibrahim, as. di malam isra’, maka beliau berkata: ‘Wahai Muhammad, sampaikan salamku kepada Ummat-mu, dan beritahukanlah kepada mereka bahwa surga itu sangat harum debunya, sangat tawar airnya dan ia adalah dataran luas (belum bertanam), maka tanamannya adalah dengan bacaan ‘subhaanallaah, wal hamdu lillaah, wa laa ilaaha illal-laah, wal-laahu akbar.” (Hr. Ahmad)

 

Maka jika kita ingin mendapatkan surga, penuh dengan tanaman-tanaman yang indah, maka dari sekarang ini kita harus memulai menanaminya dengan membasahi lisan kita dengan banyak berdzikir, terutama dengan bacaan-bacaan dzikir di atas.

 

Saudara-saudaraku, Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Nikmat lisan harus dioptimalkan untuk kebaikan dan untuk meraih keselamatan di dunia dan akhirat. Maka gunakanlah lisan untuk kebaikan; seperti untuk mendamaikan orang dan berdzikir kepada Allah. Karena, jika lisan hanya untuk menyakiti orang, menggunjing dan membicarakan perkara-perkara buruk akan membuat kerugian dan kebangkrutan di akhirat. Sebagaimana sebuah riwayat menerangkan bahwa Rasulullah, saw. bertanya? “Tahukah kamu siapakah orang yang bangkrut? Para sahabat berkata: “Orang bangkrut di antara kami adalah orang yang tiada uang dan harta.”

 

Rasulullah, saw. Bersabda: “Sesesungguhnya orang yang bangkrut di kalangan ummatku adalah (orang yang) di hari Kiamat nanti, datang dengan (pahala) sholat, puasa dan zakat. Namun, dia juga datang (dengan dosa) akibat mencaci orang ini dan menuduh orang itu, makan harta orang ini, menumpahkan darah orang dan memukul orang itu. Maka akan diambil dari kebaikannya untuk diberikan kepada orang ini dan orang itu, sehingga ketika habis seluruh kebaikannya dan masih belum cukup untuk diberikan maka kesalahan mereka (yang pernah disakitinya) akan diambil untuk dipikulkan kepadanya sehingga membuatnya akan dicampakkan ke dalam neraka.” (Hr. Muslim). Na’udzuu billaahi min dzaalik.

 

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ  []

 

 

 

Khutbah Kedua:

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ* فَقَالَ تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ: -- أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ -- ﴿ مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ ﴾ [النحل: 97]. وَقَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ:

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شُؤُونَنَا كُلَّهَا وَلَا تَكِلْنَا إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ، لَا إلَهَ اِلَّا أَنْتَ، رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ، اللَّهُمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ!

 

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ الصَّلَاةَ!

 

[][][][][]


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa