Dua Kesuksesan bagi Kaum Beriman

 

Teks Khutbah Jum’at

Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta

 

Khutbah

:

Jum’at Ketiga

Tanggal  

:

23 Zul Qo’dah 1445H. / 30 Mei 2024M.

Tema

:

“Dua Kesuksesan bagi Kaum Beriman”

Oleh   

:

K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), CWC.

 

 

[Ustadz / Dai Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta, Kutai Timur]

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ، أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ:﴿ مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ﴾ (النحل : ۹۷) وَالصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، فَقَالَ تَعالى:﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾ [آل عمران: ۲۰۰]

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Di hari Jum’at yang penuh berkah ini, khatib kembali berwasiat untuk diri sendiri dan jamaah sekalian agar bertaqwa kepada Allah untuk mendapatkan keberuntungan di dunia maupun di akhirat, sebagaimana Allah berfirman: إِنَّ لِلْمُتَّقِينَ مَفَازًا “Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertaqwa itu mendapatkan keberuntungan.” (an-Naba’: 31)

 

Taqwa adalah jalan keberuntungan dan kesuksesan. Namun kesuksesan dalam pandangan Islam berbeda dari kesuksesan dalam pandangan materialisme. Orang sukses menurut materialisme, manakala dapat meraih pangkat, jabatan dan kekayaan duniawi. Sedangkan kesuksesan menurut Islam adalah apabila semua yang diraih di dunia ini bisa membawa kita selamat dan bahagia di akhirat. Maka dalam khutbah kali ini, khatib hendak menyampaikan khutbah dengan tema: “DUA KESUKSESAN BAGI KAUM BERIMAN.”

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Allah, Swt. berfirman: مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةً ۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ / "Barangsiapa mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan." (QS. An-Nahl: 97)

 

Ayat tadi memberitahu kita bahwa siapa pun orangnya, baik laki-laki atau pun perempuan, akan mendapatkan kehidupan yang baik di dunia dan pahala terbaik di akhirat, jika dia beramal sholeh dengan landasan iman. Sebab, kata Syaikh Abdur Rahman as-Sa’diy, sahnya sebuah amal sholih dan diterimanya itu jika dilakukan atas dasar iman. Karena tidak disebut amal sholih kecuali dengan iman.”

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Dua keberuntungan dan kesuksesan bagi kaum beriman itu sebagai berikut:

Pertama: Sukses di Dunia, dengan Mendapatkan Kehidupan yang Baik

 

Imam al-Qurthubiy menukil beberapa pendapat tentang hayaatan thayyibah (kehidupan yang baik) itu sebagai berikut:

1.   Menurut Ibnu Abbas, kehidupan yang baik itu adalah apabila rizki yang diperoleh adalah rizki yang halal

2.   Menurut Ali bin Abi Thalilb, ra. kehidupan yang baik itu apabila seseorang menjalani hidup ini dengan qana’ah, yakni bisa menerima karunia Allah apa adanya dengan senang hati.

3.   Menurut ad-Dohhak, kehidupan yang baik itu adalah apabila orang mendapatkan taufiq, dimudahkan Allah untuk menjalankan ketaatan kepada-Nya, sebab itu yang akan membawa kepada keridhaan-Nya.

Semua pengertian di atas masuk dalam makna hayaatan thayyibah, sebagai-mana yang terangkum dalam sabda Rasulullah, saw. dari Ibnu Umar, Rasulullah, saw. bersabda: قَدْ أَفْلَحَ مَنْ أَسْلَمَ وَرُزِقَ كَفَافًا وَقَـنَّعَهُ اللهُ بِمَا آتَاهُ / “Sungguh beruntunglah orang Islam yang dicukupkan rizqinya dan Allah membuatnya bersifat qanaah dengan apa yang diterimanya.’’  (Hr. Ahmad)

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Dari semua makna kehidupan yang baik di atas, maka kesuksesan sejati itu bukan terletak pada besarnya capaian kekayaan dan tingginya jabatan. Apa arti kekayaan yang besar dan jabatan yang tinggi jika jiwa pemiliknya tidak tenang dan hatinya tidak tenteram. Maka hakekat hayaatan thayyibah (kehidupan yang baik) di dunia ini adalah kehidupan yang tenang dan qana’ah, merasa cukup dengan karunia Allah meski pun sedikit hartanya. Juga kehidupan yang mendorong pemiliknya untuk taat kepada Allah dan meraih keridhaan-Nya.

 

Maka Rasulullah, saw. bersabda: لَيْسَ الْغِنَى عَنْ كَثْرَةِ الْعَرَضِ، وَلكِنَّ الْغِنَى غِنَى النَّفْسِ / ’’Tidaklah kekayaan itu karena banyaknya harta, akan tetapi kekayaan itu kerena kekayaan hati.’’ (Hr. Muttafaq ‘alaih) Berdasarkan hadits ini, Imam al-Qurthubi berkata: ’’Sesung-gunya kekayaan yang bermanfaat, yang agung dan terpuji adalah kekayaan jiwa, sebab jika seseorang memiliki kekayaan jiwa, akan hilang keserakahannya maka mulia dan agunglah jiwanya, sehingga dia akan mendapatkan kemuliaan dan pujian.’’

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Kedua: Sukses di Akhirat dengan Balasan Terbaik

 

Allah berfirman, tentang balasan di akhirat bagi orang yang beramal sholih dengan landasan iman: وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ /’’Dan sungguh kami akan memberi balasan kepada mereka (di akhirat) dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka lakukan (di dunia)’’  

 

Balasan terbaik itu, kata Rasulullah, saw. adalah apa yang belum pernah dilihat oleh mata, belum pernah didengar oleh telinga dan belum terlintas dalam pikiran manusia. Dan itulah surga yang disediakan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman dan bertaqwa. Allah, Swt. berfirman: فَلَا تَعۡلَمُ نَفۡسٞ مَّآ أُخۡفِيَ لَهُم مِّن قُرَّةِ أَعۡيُنٖ جَزَآءَۢ بِمَا كَانُواْ يَعۡمَلُونَ  “Maka tidak ada seorang pun yang mengetahui apa yang disembunyikan untuk mereka yaitu (bermacam- macam ni'mat) yang menyedapkan pandangan mata sebagai balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (as-Sajdah: 17)

 

Dan firman-Nya: إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ كَانَتْ لَهُمْ جَنَّاتُ الْفِرْدَوْسِ نُزُلًا  ’’Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal sholih itu adalah taman-taman di surga Firdauslah sebagai tempat tinggalnya.’’ (al-Kahfi: 107)

 

Ada 6 sifat orang beriman yang akan mendapat surga Firdaus, sebagaimana yang diterangkan dalam surat al-Mu’minun, ayat 1 hingga 11, sebagai berikut:

1.    Khusyu’ dalam sholatnya,

2.    Menjauhi perbuatan yang sia-sia

3.    Menunaikan zakat

4.    Menjaga kemaluan-nya

5.    Menjaga amanat dan janji

6.    Menjaga sholatnya

 

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

 

Sebagai orang beriman, kita harus fokus kepada tujuan hidup ini. Bukan hanya ingin mendapatkan sukses di dunia sehingga melupakan kesuksesan akhirat. Sehingga kita menghalalkan segala cara, untuk mendapatkan kekayaan atau kedudukan duniawi.

Ingatlah bahwa kehidupan dunia ini hanya sementara. Maka segala kesuksesan duniawi harus kita jadikan sebagai bekal untuk keselamatan dan meraih kebahagiaan di akhirat dengan meraih surga Firdaus.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

Khutbah Kedua

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ * أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَآ اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا االله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرْ* فَقَالَ تَعَالَى (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ): ﴿ أَمَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ فَلَهُمْ جَنَّاتُ الْمَأْوَىٰ نُزُلًا بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾ ]السجدة: 19]

 

وَقَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ، اللَّهُمَّ أعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ!  

 

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِفَضْلِ: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ الصَّلَاةَ!

 

 

  

 

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa