Kamar Lor dan Kamar Kidul
Kamar Lor dan Kamar Kidul
Indah Hanifah Hanif (Alumni YTP Kertosono)
Pengantar Redaksi
(Penamaan sebuah person, kelompok, klan, golongan, dan lainnya tidak selalu bermakna pejoratif dan penghadapan secara sosial, namun lebih untuk "tasmiyah" (penamaan dan penyebutan) untuk "ta'aruf) saling mengenal dan memahami, bukan sebagai klasifikasi, apalagi sebagai stratifikasi dan pembagian kelas sosial, sebagai klas atas-bawah, unggul-rendahan- ningrat-abdi, dst. itu hanya untuk "mapping" bukan "social grouping".
Tulisan Ustadzah Indah Hanifah menggambarkan itu. Red)
Ku teringat masa lalu, di tahun 70an-80an masa-masa ketika nyantri di YTP. Saat itu masih ada bangunan yang sederhana untuk ditempati beberapa santri putri yang kebanyakan terdiri dari dua daerah yakni dari Daerah Utara (Pantura) dan Daeragselatan (Surabaya, Krian, Gresik, Jombang, Kediri, Nganjuk, Kertosono dan sekitarnya).
Dari dua pembagian tersebut, kamarnyapun menjadi 2: Kamar Lor untuk santri yang berasal dari Pantura dan Kamar Kidul, untuk santri yang dari kota selain Pantura.
Penyebutan itu tidak hanya kamarnya saja, tapi juga sebutan santrinya, mis.: Cah Loran dan Arek Kidulan.
Aku tidak faham mengapa ada pemisahan seperti itu.
Pada foto di atas saat acara Milad YTP yang ke 75 kami bertemu, kebetulan sekali semuanya santri Kidulan kebetulan juga pasangannya bukan dari YTP dan bukan orang Pantura..hihi.. dari kiri: Indah Hanifah Sby, Isti'adzah Kts./Nganjuk, Mauludah Krian, Siti Fatimah (Imung) Krian, Nur Hidayah Krian, yang bawah Mutrofin Jombang.
Komentar
Posting Komentar