Prof. Muhadjir Effendy akan Hadiri Milad ke-75 dan Haflah Akhirussanah Ponpes YTP
Prof. Muhadjir Effendy akan Hadiri Milad ke-75 dan Haflah Akhirussanah Ponpes YTP
Jumat, 14 Juni 2024, Tajdid at-Turats
Menteri Koordinator PMK, Prof. Dr. Muhadjir Effendi, M.A.P. akan hadiri Milad Pondok Pesantren Ar-Roudlotul llmiyah (YTP) ke-75 dan Haflah Akhirussanah MTs YTP dan MA YTP Tahun Ajaran 2023/2024, Sabtu 15/6/2024, pukul 12.30 WIB.
"Tahun Akademik 2023/2024 ini Pondok Ar-Roudlotul llmiyah meluluskan Santri jenjang MTs dan MA sebanak 177 santri. Jenjang Kelas 9 MTs sebanyak 111 santri terdiri dari Kelas 9 Pa: 47 dan Kelas 9 Pi: 64.
Sedangkan Santri Kelas XII MA sejumlah 66 anak. Terdiri dari Kelas 12 Pa: 28 dan Kelas 12 Pi: 38", kata ustadz Syaifullah Al Ali, M.Si., Sektetaris Dewan Pengurus Yayasan Taman Pengetahuan (YTP), Kertosono.
Sementara itu, lanjut Ustadz Syaifullah yang juga Wakil Ketua PDM Nganjuk, bahwa santri baru yang telah mendaftar pada Gelombang 1 dan 2 tahun akademik 2024/2025 ini sebanyak 162 santri. Terdiri dari jenjang MTs sebanyak 78 santri, meliputi Pa 45 anak dan Pi 44 anak. Sedang jenjang MA sebanyak 73 santri, terdiri dari Pa 38 anak dqn Pi 35 anak.
Pondok Pesantren Ar-Roudlotul llmiyah (YTP), Kertosono, ini didirikan dan dirintis oleh K.H. Salim Achjar tahun 1949. Kyai Salim asli Kertosono. Setelah selesai mondok di Pondok Tebuireng, Jombang, lalu melanjutkan ke Timur Tengah mulai dari Makkah, Mesir, hingga ke Sudan.
Pada tahun 1974, KH Salim Achjar meninggal dunia. Karena Kyai Salim tidak memiliki anak laki-laki atau menantu laki-laki. Yai Salim hanya punya anak perempuan semata wayang yang belum menikah, maka kepengasuhan Ponpes YTP dilanjutkan oleh santri beliau yaitu K.H. Mustain Kastam, asli Lamongan, Jawa Timur.
Setelah K.H. Mustain Kastam wafat pada tahun 1999, kepengasuhan Ponpes YTP dilanjutlan oleh K.H. Ali Manshur Kastam, adik kandung K.H .Mustain Kastam sampai sekarang.
Santri YTP sudah menyebar ke seluruh pelosok Nusantara; bahkan di awal-awal berdirinya Ponpes YTP, banyak santri belajar dari Sumatera Selatan, Jambi, dan Tumasik (sekarang: Singapura), juga dari pulau Kalimantan.
Para alumni juga banyak berkiprah di masyarakat, menjadi guru, pegawai, pedagang, politisi, bahkan ulama' kelas nasional semisal Kang Moeslim Abdurrahman yang menggagas konsep Islam Transformatif, dan banyak menulis buku tentang keislaman, adalah alumni YTP juga.
Ki Ageng Fatah Wibisono almarhum, yang pernah menjabat pengurus PP Muhammadiyah, sering diutus oleh PP Muhammadiyah dalam pertemuan dengan pemerintah dan organisasi nirlaba lainnya, misalnya dalam masalah Itsbat tanggal 1 bulan hijriyah, sering diwakilkan ke Ki Ageng Fatah Wibisono, juga alumni YTP.
diharapkan pada Milad ke-75 YTP ini, seluruh alumni hadir dalam acara tersebut. (Ed. Sudono Syueb).
Komentar
Posting Komentar