EMPAT ILMU DASAR BAGI SETIAP MUSLIM

 


Teks Khutbah Jum’at

Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta

 

Khutbah

:

Jum’at Kedua

Tanggal  

:

16 Muharram 1446H. / 19 Juli 2024M.

Tema

:

“EMPAT ILMU DASAR BAGI SETIAP MUSLIM”

Oleh   

:

K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), CWC.

 

 

[Ustadz / Dai Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta, Kutai Timur]

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: ﴿ اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ﴾[ الزمر: 62] وَالصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، كَمَا قالَ تَعالى:﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[آل عمران: ۲۰۰]

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Hari ini, jum’at kedua di bulan Muharram, tahun baru Hijriyah 1446. Kita mesti bersyukur kepada Allah atas nikmat kehidupan dengan meningkat-kan iman dan taqwa. Maka bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya agar kita beruntung. Sebagaimana firman-Nya: ﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾

Di samping itu, perlu juga kita tingkatkan ilmu, terutama ilmu yang wajib diketahui oleh setiap Muslim. Maka Khatib hendak berbicara tentang, “Empat Ilmu Dasar yang Wajib Diketahui oleh Setiap Muslim.”

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Pertama: Ma’rifatullah (Mengenal Allah)

Setiap mukmin percaya bahwa segala sesuatu tidak akan ada tanpa ada yang mengadakan. Dan, Dialah Allah, Tuhan yang Maha Pencipta: اللَّهُ خَالِقُ كُلِّ شَيْءٍ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ وَكِيلٌ / “Allah adalah Pencipta segala sesuatu, dan Dia (pula) sebagai penjaga segala sesuatu.” (Az-Zumar: 62)

Dia bersifat wahdaniyah, unik dan tunggal; baik dalam segi dzat, sifat dan perbuatan-Nya. Allah itu unik dalam Dzat-Nya karena tidak ada unsur apa pun dari unsur-unsur makhluq menjadi bagian dari Dzat-Nya. قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ  / “Katakanlah, Dialah Allah yang Maha Tunggal.” (al-Ikhlash: 1)

Juga unik dalam sifat-Nya, karena sifat-Nya tidak degradatif, yakni tidak mengalami perubahan, baik meningkat atau menurun;  misalnya dari kurang berkuasa, kemudian meningkat menjadi lebih berkuasa, namun lama kelamaan menurun kuasa-Nya. Allah tidak seperti itu, لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ / “Tiada sesuatu apa pun yang menyerupai-Nya, dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (Asy-Syura: 11)

Dari segi perbuatan-Nya juga Unik, tidak ada campur tangan dari makhluq-Nya. Segala sesuatu di alam semesta terjadi semata-mata atas kehendak dan perbuatan-Nya. فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ “Dia berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” (al-Buruj: 16)

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Kedua: Ma’rifatul Makhluq (Mengenal Makhluq)

Segala sesuatu selain Allah adalah makhluq, termasuk dunia dan segala isinya. Maka segala sesuatu bergantung kepada Allah yang bersifat as-shomad, yaitu Tuhan yang menjadi sandaran dan harapan bagi seluruh makhluq.

Sifat makluq adalah fana, hanya Allah, Swt. yang kekal: كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ “segala sesuatu akan binasa kecuali Dzat Allah, milik-Nya segala ketentuan dan kepada-Nya kamu akan dikembalikan.” (al-Qashash: 88)

Manusia adalah makhluq yang paling istimewa, karena diberi bentuk fisik yang terbaik dan kecerdasan akal. Namun keistimewaan itu harus dijaga dengan iman dan ibadah kepada-Nya. Tanpa itu, manusia akan turun derajatnya di bawah binatang, bahkan lebih rendah dari itu.

Allah, Swt. berfirman:لَقَدْ خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ فِيْٓ اَحْسَنِ تَقْوِيْمٍۖ ثُمَّ رَدَدْنٰهُ اَسْفَلَ سٰفِلِيْنَۙ اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ   “Sesungguhnya Kami telah mencip-takan manusia dalam sebaik-baiknya bentuk, kemudian Kami akan kembali-kan mereka dalam kedudukan yang paling hina, kecuali mereka yang beriman dan yang beramal sholeh…” (At-Tiin: 4-6)

Dan Firman-Nya: “وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ “Dan sungguh kami akan tempatkan kebanyakan dari golongan jin dan manusia sebagai penghuni neraka Jahannam. (Karena) Mereka diberi hati tidak untuk memahami, diberi mata tidak untuk memperhatikan dan diberi telinga tidak untuk mendengarkan. Mereka itu seperti binatang ternak bahkan lebih rendah kedudukannya, mereka itu makhluq yang lalai.” (al-A’raf: 179)

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Ketiga: Ma’rifatud Dunya (Mengenal Dunia)

Istilah dunia dalam al-Qur’an dikaitkan dengan durasi kehidupan yang pendek dan akan berakhir dengan kedatangan hari Kiamat.  Maka sebagai makhluq yang diberi akal, manusia harus lebih memahami akan hakekat ini. Bahwa kehidupan ini disebut dunia adalah karena rendah nilainya dan singkat durasinya.  

Maka Allah berfirman: اعْلَمُوا أَنَّمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَزِينَةٌ وَتَفَاخُرٌ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِي الْأَمْوَالِ وَالْأَوْلَادِ ۖ كَمَثَلِ غَيْثٍ أَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهُ ثُمَّ يَهِيجُ فَتَرَاهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُونُ حُطَامًا ۖ وَفِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيدٌ وَمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٌ ۚ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ “Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang (menum-buhkan) tanam-tanamannya yang mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya menguning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” (al-Hadid: 20)

Maka jadilah makhluq yang cerdas dengan mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang abadi. Rasulullah, saw. bersabda: الْكَيِّسُ مَنْ دَانَ نَفْسَهُ وَعَمِلَ لِمَا بَعْدَ الْمَوْتِ وَالْعَاجِزُ مَنْ أَتْبَعَ نَفْسَهُ هَوَاهَا ثُمَّ تَمَنَّى عَلَى اللَّهِ “Orang cerdas itu adalah orang yang bisa menahan nafsunya dan beramal untuk kehidupan sesudah kematian. Sedangkan orang yang lemah (akalnya) adalah orang yang mengikuti hawa nafsunya dan selalu berangan-angan (kosong) atas Allah”. (Sunan Ibnu Majah)  

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Keempat: Ma’rifatul Akhirat (Mengenal Akhirat)

Istilah akhirat, dalam al-Qur’an juga terkait dengan kehidupan, yakni kehiduapn terakhir bagi manusia sesudah kehidupan dunia. وَالْآخِرَةُ خَيْرٌ وَأَبْقَى “Dan (Kehidupan) akhirat itu lebih baik dan kekal.” (al-A’la: 17)

Menurut As-Sa’di, “akhirat itu jauh lebih baik dari kehidupan dunia dalam segi apa pun. Maka mengutamakan kehidupan sementara dan melalaikan kehidupan selamanya adalah pangkal kesalahan.” Sebab, apa yang kita peroleh di dunia ini tidak sebanding dengan nilai waktu dan tenaga yang kita curahkan.

Hanya di akhiratlah kita akan mendapatkan nilai sempurna bahkan lebih. Allah berfirman: كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ۖ فَمَن زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperda-yakan.” (Ali Imran: 185)

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Dari uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa:

1.   Kemuliaan manusia, sebagai makhluq, terletak kepada ketaatan dan ketaqwaannya kepada Allah. (كَرَامَةُ الْإِنْسَانِ في طَاعَةِ الرَّحْمَنِ)

2.   Nilai dunia terletak kepada kegunaannya untuk bekal kehidu-pan akhirat.  (وَقِيمَةُ الدُّنْيَا فِي اسْتِخْدَامِهَا لِلْآخِرَةِ)

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 

Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَآ اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا االله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ* فَقَالَ تَعَالَى (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ): ﴿وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ وَلَلدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلَا تَعْقِلُونَ ﴾ [الأنعام: 32] وَقَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ.

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ، رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ، اللَّهُمَّ أعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ، اللَّهمَّ آتِ نفْسِي تَقْوَاهَا، وَزَكِّهَا أنْتَ خَيرُ مَن زَكَّاهَا، أنْتَ وَلِيُّهَا ومَوْلَاهَا، اللهمَّ إني أعُوذُ بِكَ مِنْ عِلْمٍ لَا يَنْفَعُ، وَمِنْ قَلْبٍ  لَا يَخْشَعُ، وَمِنْ نَفْسٍ لَا تَشْبَعُ، ومن دعوةٍ  لاَ يُسْتَجَابُ لَهَا، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ!  

 

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِفَضْلِ: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ الصَّلَاةَ!

 

 

  

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa