Pengkhianatan PKB, NASDEM dan PKS: Dosa Besar

 


Pengkhianatan PKB, NASDEM dan PKS: Dosa Besar 



Istilah dosa besar di sini, tentu dalam wilayah politik yang penuh kepentingan.

Tetapi kepentingan di sini, terlalu telanjang.

Najwa, "Setiap kebijakan partai, tak lepas dari kepentingan,itu tidak kita elakkan, tapi ngono Yo ngono tapi ojo ngono." Atau lebih dekat semangat Maceavelli.

Anies dengan tidak ikut Pilkada DKI, tidak apa-apa. Ada hikmah besar yang Allah berikan pada beliau.

Tapi partai yang saya sebutkan tadi, begitu mesranya dalam Pilpres kemarin, apalagi PKB.

Ini otaknya Mulyono, yang orang kampung; dan orang-orang partai terbius oleh kelucuan wajah tapi kejam melebihi Jalut, Dajjal.

Sebegitunya ketua-ketua partai dibikin takut oleh operasi Mulyono, dengan menekan partai-partai Perubahan dan partai-partai lain.

Penekanan partai-partai itu, karana di tangan Mulyono, sebelah kiri spirindik KPK dan sebelah kanan kasus-kasus hukum yang dimiliki partai-partai tersebut.

Banyak doktor (lulusan S3, Ph.D) di lingkaran Mulyono jadi hilang kapasitas intelektualnya, sehingga mengakibatkan orang orang miskin kota dan warga Jakarta tidak terwakili suaranya di Pilkada Jakarta besok.

Ini tanda-tanda orang yang punya kekuasaan, namun membikin lemah arus intelektual.

Warga Jakarta insyaAllah akan menggunakan akan menggunakan akal sehatnya dalam Pilkada DKI besok, dan tentu akan mengalami kehilangan besar dengan pindahnya ibukota ke IKN , tidak seperti yang dialami warga Australia, ketika ibukota pindah dari Sidney ke Camberra.


Gresik, 2 September 2024.

Ahmad Darojul Ali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa