PERSIAPAN 3 ILMU MENJELANG RAMADAN
Teks
Khutbah
Jum’at
Untuk
Masjid-Masjid di Lingkungan
PT.
PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta
Khutbah : Jum’at Kedua
Tanggal : 8 SYA’BAN 1446H. / 7 Feb. 2025M.
Tema : PERSIAPAN 3 ILMU MENJELANG RAMADAN
Disiapkan
oleh : K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons),
[Pembina Kerohanian Islam
Yayasan Insan Mulia
PAMA, Site KPC Sangatta]
Khutbah Pertama
اَلْحَمْدُ لِلَّهِ
الْقَائِلُ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ: -- أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيمِ -- ﴿ وَٱعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ
يَأْتِيَكَ ٱلْيَقِينُ ﴾ وَالصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْبَرِيَّةِ،
سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَآلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى
يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي
وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ، فَقالَ تَعالى مُوَاصِيًا لَنَا
بِتَقْوَاهُ: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ﴾
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Semoga
Allah memberkati hari-hari kita dan menjadikan kehidupan kita selalu dalam
limpahan rahmat dan kasih sayang-Nya. Maka marilah kita selalu menjaga keimanan
dan ketaqwaan kita; dengan berusaha mematuhi segala perintah dan menjauhi
larangan Allah agar kita mendapat rahmat dan kasih
sayang Allah. Sebagaimana firman-Nya: وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ “Dan bertaqwalah kepada Allah
mudah-mudahan kamu dirahmati-Nya.” (al-Hujarat: 10)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Alhamdulillah,
kita sekarang berada di pekan pertama di bulan Sya’ban. Artinya, kurang lebih
tiga pekan lagi, bulan Ramadan tiba. Maka kita harus mempersiapkan diri
menyambut kedatangannya dengan sebaik-baiknya. Dan, persiapan terbaik untuk itu
adalah persiapan ilmu. Sebab kata ahli ilmu: اَلْعِلْمُ إِمَامٌ وَالْعَمَلُ تَابِعُهُ”Ilmu itu pemimpin dan amal itu pengikutnya”. Maka kualitas dan nilai ibadah kita, terutama
di bulan Ramadan, bergantung kepada kualitas ilmu kita.
Maka dalam khutbah kali ini, Khatib ingin
menerangkan “TIGA ILMU FARDHU ‘AIN Sebagai Persiapan Menghadapi Ramadan.”
Mudah-mudahan dalam tiga pekan ke depan, masih ada waktu untuk
mempersiapkannya.
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Rasulullah,
s.a.w. bersabda: طَلَبُ
الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ مُسْلِمٍ “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim” (HR. Ibnu Majah (. Menurut Imam
al-Ghozali, Ilmu yang wajib dipelajari oleh setiap muslim mukallaf itu
adalah tiga:
1. Ilmu ‘Ibadah, yaitu ilmu
untuk mengetahui bagaimana cara beribadah serta mengetahui hukum
haram dan halal dalam bermu’amalah.
2. Ilmu Aqidah, yaitu ilmu
untuk mentauhidkan Allah dan mengetahui sifat-sifat-Nya dengan benar.
3. Ilmu Akhlaq, yaitu ilmu
tentang sifat-sifat dan keadaan hati yang terpuji dan juga tentang sifat-sifat
dan keadaan hati yang tercela.
Tiga
ilmu fardhu ‘ain ini, telah di-isyaratkan dalam hadits Jibril tentang
Iman, Islam dan Ihsan dan telah diterangkan secara terperinci oleh Habib Zen
bin Ibrahim bin Smith dalam Kitab “Hidayatut Tholibiin fi Bayaani
Muhimmaatid-Diin” atau yang dikenal dengan Kitab Syarah Hadits
Jibril.
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Kewajiban
Pertama: Mempelajari Ilmu tentang Ibadah
Dasarnya
adalah hadits riwayat Imam Muslim berupa pertanyaan Jibril, as. kepada
Rasulullah, Saw. tentang Islam. Beliau bersabda: "الإِسْلِامُ
أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لَا إَلَهَ إلَّا اللَّهُ وَأنَّ مُحمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ،
وَتُقِيمَ الصَّلَاةَ، وَتُؤْتِيَ الزَّكَاةَ، وَتَصُومَ رَمَضَانَ، وَتَحُجَّ
الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إَلَيْهِ سَبِيلاً" Artinya: “Islam itu adalah bahwa kamu bersaksi bahwa
tiada tuhan yang berhak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah Utusan
Allah, kamu mendirikan Sholat, menunaikan zakat, berpuasa di bulan Ramadan
dan berhaji ke baitullah jika kamu mempu mengupayakan perjalannya ke sana.”
Habib
Zen menjelaskan: “Islam itu adalah menjalankan apa yang dibawa oleh Nabi
Muhammad berupa hukum-hukum syariat Islam dengan sepenuh hati dan meyakininya
sebagai agama yang diterima oleh Allah. Sebagaimana Allah
berfirman: إِنَّ الدِّينَ عِندَ
اللَّهِ الْإِسْلَامُ ۗ “Agama yang benar di sisi
Allah adalah Islam” (Ali Imran: 19) وَمَن
يَبْتَغِ غَيْرَ الْإِسْلَامِ دِينًا فَلَن يُقْبَلَ مِنْهُ وَهُوَ فِي الْآخِرَةِ
مِنَ الْخَاسِرِينَ “dan
barangsiapa yang mencari agama selain Islam, maka tidak akan diterima darinya,
dan di akhirat dia termasuk golongan yang merugi.” (Ali-Imran: 85)
Agar
seorang muslim mampu menjalankan syariat Islam dengan baik dan benar, terutama
dalam beribadah maka dia wajib memahami
lima rukun Islam: Syahadat, sholat, zakat, puasa ramadan dan haji. Lima perkara
itu adalah ibadah pokok kepada Allah sebagai
kewajiban atas setiap muslim mukallaf. Semua wajib difahami dan
dipelajari ilmunya, pengertiannya, cara-caranya, syarat dan rukunya serta
adab-adabnya. Maka menjelang kedatangan bulan Ramadan, kita wajib belajar tentang puasa Ramadan dan segala
yang terkait dengannya.
Sebab,
dengan memiliki ilmunya, kita
akan menjalankan ibadah puasa dengan benar dan mendapatkan keutamaan yang
lebih besar. Sebagaimana Rasulullah, saw. bersabda: فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى
سَائِرِ النُّجُومِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ (yang artinya)“Keutamaan
seorang yang berilmu (‘alim) atas ahli ibadah (yang tidak berilmu) seperti
keutamaan sinar bulan purnama di bandingkan cahaya bintang-bintang di langit.” (Hr.Turmudzi)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Kewajiban
Kedua: Mempelajari Ilmu tentang Aqidah
Dasarnya
adalah lanjutan dari hadits di atas tentang pertanyaan Jibril kepada
Rasulullah, Saw. tentang Iman. Beliau bersabda:
"أَنْ تُؤْمِنَ بِاللَّهِ
وَمَلَائِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَتُؤْمِنَ
بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ" Artinya:
“Iman itu adalah bahwa Engkau beriman kepada Allah, Malaikat-Nya,
Kitab-Kitab-Nya, Rasul-Rasul-Nya, Hari Akhir dan beriman dengan taqdir-Nya,
baik dan buruknya.”
Secara
ringkas, Habib Zen bin Smith menyimpulkan bahwa: “Aqidah kita adalah yakin dan
ridha dengan Allah sebagai Tuhan sesembahan kita, Islam sebagai Agama kita,
Muhammad sebagai Nabi dan Rasul, al-Qur’an sebagi panduan, Ka’bah sebagai
kiblat, kaum muslimin sebagai saudara, berlepas diri dari agama selain Islam,
beriman akan adanya kitab-kitab yang diturunkan dari Allah, percaya dengan
seluruh rasul-Nya, malaikat-Nya, seluruh taqdir-Nya dan hari Akhir. Juga
beriman dengan apa saja yang disampaikan oleh Nabi Muhammad, saw. Dengan meyakini itu
semua, kita hidup dan kita
mati. Serta berdasarkan
keyakinan itu pula, semoga kita
dibangkitkan dengan aman dan
selamat dari azab Allah.”
Rukun Islam dan rukun Iman itu dua perkara yang tidak bisa dipisahkan. Ketika seorang muslim menjalankan
salah satu dari rukun Islam, seperti puasa ramadan, maka mesti dijalankannya karenan keimanannya kepada
Allah. Sebab, puasa Ramadan tidak akan diterima dan menjadi sarana penghapus dosa sebelum didasari
atas keimanan dan pengharapan akan
balasan dan ampunan Allah. Sebagaimana
sabda Rasulullah, saw.: مَنْ
صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa yang berpuasa Ramadan dengan
penuh keimanan dan pengharapan kepada Allah, maka akan diampuni dosa-dosanya
yang terdahulu.” (Hr. Bukhari dan
Muslim)
Oleh
sebab itu, iman dan keyakinan
seorang Muslim harus dijaga dan dikuatkan, di
antaranya dengan cara
mendalami ajaran Aqidah Islam ala ahli sunnah wal jamaa’ah. Agar menjadi keyakinan yang kuat, tidak tergoyahkan
dan tidak bercampur keragu-raguan sampai mati. Allah berfirman: إِنَّمَا
الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا
وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ
الصَّادِقُونَ “Sesungguhnya
orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada
Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang
(berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. Mereka itulah
orang-orang yang benar.” (al-Hujurat: 15)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Kewajiban
Ketiga: Mempelajari Ilmu tentang Akhlaq
Dasarnya
adalah lanjutan dari hadits di atas, pertanyaan Jibril kepada Rasulullah, Saw.
tentang Ihsan. Beliau bersabda: "أن تَعْبُدَ اللَّهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنَّ لَمْ تَكُنْ
تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ" Artinya: “Ihsan
itu adalah bahwa engkau menyembah Allah seolah-olah engkau melihat-Nya, maka
jika tidak melihatnya maka sengguhnya Dia melihat-mu.”
Hadits
tersebut menerangkan tentang akhlaq batin seorang hamba yang beribadah
dengan benar kepada Allah. Maka Ihsan adalah kesadaran yang mendalam akan muraqabatullah,
(pengawasan Allah) kepada dirinya sehingga dia akan selalu menjaga prilaku
batin dan prilaku lahirnya kapan saja dan di mana saja. Imam al-Ghazali berkata: “Hal ini mengharuskan
seorang hamba mengetahui keadaan (ahwal) hatinya, yaitu sifat-sifat terpuji
yang mesti dimiliki, seperti: sabar, syukur, pemurah, baik hati, baik prilaku,
jujur dan ikhlas. Juga mengetahui tentang sifat-sifat hati yang tercela,
seperti: dendam, dengki, curang, sombong, riya’, pemarah, pembenci dan kikir.”
Habib Zen menambahkan: “Jika seorang
hamba menyandang kebaikan-kebaikan akhlaq sesuai dengan tuntunan sunnah nabi, sambil melepaskan sifat-sifat tercela, yaitu kebalikan dari sifat-sifat terpuji, maka orang itu telah
mengamalkan tasawwuf (dalam arti mempraktekkan
kebersihan hati dan perilaku,
bukan tasawwuf yang disalahfahami oleh sebagian orang). Maka semakin bertambah baik perilakunya, maka semakin baik
tasawwuf-nya
(yakni kebersihan hatinya), sehingga dia
akan
tergolong hamba yang dimaksud dalam sabda Nabi, saw.: أَثْقَلُ
مَا يُوَضَعَ فِي مِيْزَانِ الْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حُسْنُ الْخُلُقِ “Perkara
paling berat yang diletakkan dalam timbangan seorang hamba pada
hari Kiamat adalah akhlaq
terpuji.” (Hr. Turmudzi dari Abu Darda’)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah
Khutbah
pertama ini akan ditutup dengan kesimpulan: Bahwa seorang muslim yang ingin
mengamalkan Islam secara sempurna; baik dalam ber-ibadah, ber-aqidah dan
ber-akhlaq mesti mempelajari tiga ilmu fardu ‘ain di atas, 1) Ilmu Ibadah, 2)
Ilmu Aqidah dan 3) Ilmu Akhlaq. Namun itu semua harus didapatkan dari
sumber-sumber yang terpercaya dan guru-guru yang muktabar (yang diakui keilmuannya). Mudah-mudahan kita semua mendapatkan taufiq dan ‘inayah dari Allah untuk mendapatkan ilmu dan amalan yang benar sesuai
syariat Allah dan sunnah Nabi-Nya.
بَارَكَ
اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا
فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذا
وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ
الرَّحِيْمُ
Khutbah Kedua:
اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ
والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِ الْمُرْسَلِينَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ
وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَا اَيُّهَا النَّاسُ
اتَّقُوا االلهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ* فَقَالَ
تَعَالَى فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ: -- أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ
الرَّجِيمِ -- ﴿ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ
وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ
فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ ﴾
وَقَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ
يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ
وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾ اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ
سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي
التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ
عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ
رَبِّ الْعَالَمِينَ:
اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ
وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ
إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ، يَا حَيُّ يَا قَيُّومُ
بِرَحْمَتِكَ نَسْتَغِيثُ، أَصْلِحْ لَنَا شُؤُونَنَا كُلَّهَا وَلَا تَكِلْنَا
إِلَى أَنْفُسِنَا طَرْفَةَ عَيْنٍ ، لَا إلَهَ اِلَّا أَنْتَ، رَبَّنَا لَا
تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنْكَ رَحْمَةً ۚ
إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ، اللَّهُمَّ حَبِّبْ إلَيْنَا الْإِيمَانَ وَزَيِّنْهُ
فِي قُلُوبِنَا، وَكَرِّهْ إِلَيْنَا الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ،
وَاجْعَلْنَا مِنَ الرَّاشِدِينَ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ!
وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى
آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، وَسُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا
يَصِيْفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ
الْعَالَمِيْنَ.
عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ
وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي،
يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ
وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ
الصَّلَاةَ!
Komentar
Posting Komentar