Memakmurkan Masjid dan Empat Keutamaannya

 


Teks Khutbah Jum’at

Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta

 

Khutbah

:

Jum’at Kedua

Tanggal  

:

11 Dzul Qa’dah 1446H. / 9 Mei 2025M.

Tema

:

“Memakmurkan Masjid dan Empat Keutamaannya”

Oleh   

:

K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), CWC.

 

 

(Pengasuh PAQUSATTA [Pesantren Adab al-Qur’an Sangatta Taqwa] / Ustadz dan Dai Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta, Kutai Timur.)

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: ﴿إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ ٱللَّهِ مَنْ آمَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْآخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ فَعَسَىٰٓ أُوْلَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ﴾ [ التوبة: ۱۸] وَالصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّينِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، كَمَا قالَ تَعالى:﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[آل عمران: ۲۰۰]

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.

 

Dan, salah satu bentuk ketakwaan adalah memakmurkan masjid, yaitu dengan menggunakannya untuk shalat berjamaah, berdzikir, tilawah, kajian ilmu, serta aktivitas kebaikan lainnya.

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Memakmurkan masjid tidak hanya dengan pembangunan fisik semata-mata, tetapi juga dengan menghidup-kan ruh ibadah di dalamnya.

 

Ketika menafsirkan surat At-Taubah: 18, إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ اللَّهِ, Imam al-Qurthubi, menjelaskan bahwa ‘imāratul- masājid mencakup dua hal:

1.   ‘Imārah ẓāhirah (pemakmuran lahir): membangun, memperbaiki, membersihkan, dan merawat masjid secara fisik. Dan,

2.   ‘Imārah bāṭinah (pemakmuran batin): menghidupkan masjid dengan ibadah, shalat berjamaah, dzikir, ta‘lim, dan segala bentuk ketaatan.

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Oleh karena itu, segala pemanfaatan masjid untuk kebaikan, baik untuk kebaikan sosial mau pun kebaikan spiritual akan mendapat keutamaan dan pahala yang besar. Di antaranya empat perkara berikut ini:

1.  Mendapatkan petunjuk dan bimbingan dari Allah

Allah berfirman:

﴿إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَاجِدَ ٱللَّهِ مَنْ آمَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْآخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ فَعَسَىٰٓ أُوْلَـٰٓئِكَ أَن يَكُونُوا۟ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ﴾ [ التوبة: ۱۸]

“Sesungguhnya yang memakmurkan masjid Allah hanyalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta (tetap) melaksana-kan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada apa pun) kecuali kepada Allah. Maka mudah-mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk.” (At-Taubah:18)

 

Memakmurkan masjid, berdasarkan ayat tersebut, adalah tanda keima-nan seseorang dan jalan untuk mendapat petunjuk dan bimbingan Allah.

 

2.  Mendapat Payung di Padang Makhsyar dan disediakan rumah di surga.

Menurut hadits yang dirawayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim, “Orang yang mencintai masjid dan rajin pergi ke masjid, “رَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ” / “Seorang lelaki yang hatinya terpaut kepada masjid”  adalah termasuk salah satu dari tujuh golongan yang akan menda-patkan naungan di padang mahsyar, ketika di sana tidak ada naungan selain yang disediakan oleh Allah untuk tujuh golongan tertentu.

 

Dan, Rasulullah ﷺ bersabda: مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ أَوْ رَاحَ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُ فِي الْجَنَّةِ نُزُلًا كُلَّمَا غَدَا أَوْ رَاحَ / "Barangsiapa pergi ke masjid di pagi atau petang hari, maka Allah akan menyiapkan tempat tinggal baginya di surga setiap kali dia pergi." (H.r. at-Tirmidzi, no. 2910)

 

3.  Disediakan Pahala yang besar

Rasulullah, s.a.w. bersabda:

“أَعْظَمُ النَّاسِ أَجْرًا فِي الصَّلاَةِ أَبْعَدُهُمْ، فَأَبْعَدُهُمْ مَمْشًى وَالَّذِي يَنْتَظِرُ الصَّلاَةَ حَتَّى يُصَلِّيَهَا مَعَ الإِمَامِ أَعْظَمُ أَجْرًا مِنَ الَّذِي يُصَلِّي، ثُمَّ يَنَامُ “.

“Orang yang paling banyak menda-patkan pahala dalam shalat adalah mereka yang paling jauh (jarak rumahnya ke masjid), karena paling jauh jarak perjalanannya menuju masjid. Dan orang yang menunggu shalat hingga dia melaksanakan shalat bersama imam itu lebih besar pahalanya dari orang yang melaksa-nakan shalat kemudian tidur.” (HR. Bukhari no. 651 dan Muslim no. 662)

 

4.    Menghapus dosa dan mengang-kat derajat

Rasulullah, s.a.w. bersabda:

"مَنْ تَطَهَّرَ فِي بَيْتِهِ، ثُمَّ مَشَى إِلَى بَيْتٍ مِنْ بُيُوتِ اللهِ لِيَقْضِيَ فَرِيضَةً مِنْ فَرَائِضِ اللهِ، كَانَتْ خَطْوَتَاهُ إِحْدَاهُمَا تَحُطُّ خَطِيئَةً، وَالْأُخْرَى تَرْفَعُ دَرَجَةً".

“Barangsiapa bersuci sejak dari  rumahnya, kemudian berjalan ke salah satu rumah Allah (masjid) untuk melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan, maka kedua langkah kakinya, yang satu menghapus kesa-lahan dan satunya lagi meninggikan derajat.” (Hr. Muslim, no. 666)

 

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Agar kita bisa mendapat 4 manfaat dan keutamaan tersebut, mari kita bangun semangat memakmurkan masjid. Jadi-kan masjid sebagai pusat ibadah dan mencari bekal untuk perbaikan diri, keluarga dan masyarakat. Jadikan pula masjid sebagai episentrum atau pusat ledakan kebaikan agar masjid berfungsi sebagai sumber cahaya hidup kita.

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.[]

 


 

Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وآلِهِ وصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ* أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَآ اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا االله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ*

 

أمَّا بَعْدُ: فَقَالَ تَعَالَى (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ): ﴿لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ﴾  وَ قَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾

 

اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ*

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ * اللَّهُمَّ أعِنَّا عَلَى ذِكْرِكَ، وَشُكْرِكَ، وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ * وَاجْعَلْنَا فِي مَقَامِ الْمَقْبُولِينَ عِنْدَكَ يَا رَبَّ الْعَالَمِينَ.

 

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِفَضْلِ: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.*

 

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ الصَّلَاةَ []!

 

 

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa