EMPAT Keteladanan dari Nabi


Teks Khutbah Jum’at

Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan

PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta

 

Khutbah

:

Jum’at Ketiga

Tanggal  

:

13 Rabiul Awwal 1446H. / 5 Sept. 2024M.

Tema

:

“EMPAT Keteladanan dari Nabi”

Oleh   

:

K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), CWC.

 

 

[Ustadz / Dai Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta, Kutai Timur]

 

Khutbah Pertama

 

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الْقَائِلِ فِي مُحْكَمِ التَّنْزِيلِ (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ: ﴿وَمَا آتَاكُمُ الرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَاكُمْ عَنْهُ فَانْتَهُوا ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۖ إِنَّ اللَّهَ شَدِيدُ الْعِقَابِ﴾ [ الحشر: ٧] وَالصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، أّمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوصِينِي نَفْسِي وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ، كَمَا قالَ تَعالى:﴿وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ﴾[آل عمران: ۲۰۰]

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Hari ini, jum’at kedua di bulan Rabi’ul Awal, tahun 1447 H. Bulan di mana baginda Rasulullah, saw. dilahirkan. Dan, Khatib pun tetap berpesan agar kita bertaqwa kepada Allah untuk meraih keberuntungan. Sebagaimana Allah berfirman: وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

 

Berbicara tentang kalahiran Baginda Nabi Muhammad, s.a.w. mengingatkan kita kepada ni’mat Allah yang besar kepada kita, yaitu bahwa Beliau menjadi rahmat bagi seluruh alam. Maka khatib ingin berbicara tentang sebagian dari sisi kehidupan beliau, yaitu: “Empat Keteladanan dari Pribadi Rasulullah, saw.”

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Pertama: Keteladanan dalam Menjaga Silatur Rahim dan Hubungan Baik dengan Tetangga

 

Rasulullah adalah sebaik-baik orang yang menjaga hubungan silatur rahim. Kesaksian istri beliau, Ibunda Khadijah, ra. tentang hal itu ketika Nabi kembali dari Gua Hira seteleh bertemu Jibril dan beliau khawatir terhadap dirinya. Ibunda Khadijah berkata:

كَلَّا وَاللهِ مَا يُخْزِيكَ اللهُ أبَدًا / “Tidak, Demi Allah, Allah tidak akan menghinakan-mu selamanya,  إنَّكَ لَتَصِلُ الرَّحِمَ / karena Engkau suka bersilatur rahim; وَتَحْمِلُ الْكَلَّ / menanggung kesulitan orang lain; وَتُكْسِبُ الْمَعْدُومَ / membantu orang yang tidak berpunya; وتُقْرِى الضَّيْفَ / memuliakan tamu وتُعِينُ عَلَى نَوَائِبِ الْحَقِّ  dan menolong tegaknya kebenaran.” (Hr. Bukhari Muslim)

 

Beliau juga sangat memperhatikan tetangga. Maka beliau berpesan kepada keluarganya: إِذَا طَبَخْتَ مَرَقَةً فَأَكْثِرْ مَاءَهَا وَتَعَاهَدْ جِـيْرَانَكَ. / Jika kamu masak kuah daging, maka perbanyaklah airnya dan perhatikanlah tetangga-tetanggamu.” (Hr. Muslim)

 

Meskipun Khadijah telah lama wafat, silatur rahim dengan kerabatnya tetap dijaga. Begitu juga hubungan baik dan penghormatan kepada kawan dekat Ibunda Khatijah terus diperhatikan hingga mereka tua. Sering beliau menyuruh keluarganya untuk mengirim hadiah kepada kawan-kawan Ibunda Khatijah yang masih hidup.

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

Kedua: Keteladanan Sebagai Orang Tua kepada Anak-Anaknya

Ibunda Aisyah, ra. berkata tentang perlakuan Nabi kepada putri-putrinya, seperti, “ketika Fatimah datang ke rumah Nabi, saw. beliau berdiri menyambutnya, dipegang tangannya dan diciumnya lalu didudukkannya di tempat duduk Nabi.”

 

Beliau pun tetap peduli kepada putri-putrinya meski pun mereka telah berkeluarga. Seperti beliau segera datang ke rumah Fatimah, setelah mendengar keluhannya yang diceri-takan kepada Aisyah. Dia ingin diberi seorang pembantu, karena merasa berat melakukan pekerjaan rumah tangga sendirian.

 

Rasulullah tidak memarahi putrinya itu, tapi memberi bimbingan dan pilihan antara diberi pembantu atau menga-malkan bacaan: “Subhanallah, 33x; Alhamdu-lillah, 33× dan Allahu Akbar, 33×. Kata beliau, jika itu dibaca sebelum tidur maka lebih baik dari pada punya pembantu.” (Hr. Bukhari – Muslim) Dan ternyata Fatimah memilih untuk mengamalkan bacaan itu

 

Rasulullah, saw. pernah menemui menantunya, Ali bin Abu Thalib yang sedang tidur siang di Masjid, karena baru saja bertengkar dengan Fatimah. Dia tidur dalam keadan punggungnya  penuh debu. Dengan lembut, beliau membersihkan punggung menantunya itu dengan tangannya, sambil berkata dengan penuh kelembutan: "Bangun-lah wahai Abu Turob (Bapaknya debu)."

 

Menjumpai menantunya yang sedang marahan dangan putrinya itu, Nabi justru memperlakukannya dengan baik dan penuh kepedulian. Tidak mem-persoalkan pertengkaran yang terjadi.

 

Ketiga: Keteladanan Sebagai Seorang Suami

Sebagai suami, Rasulullah adalah suami teladan. Meski pun tinggal dalam rumah seukuran 5 x 5 meter; terdiri dari kamar tidur, tempat masak dan sedikit teras. Beliau merasa sebagai manusia yang paling berba-hagia, begitu juga istri-istrinya.

 

Ketika di rumah, beliau tidak canggung untuk membantu istrinya mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Padahal beliau seorang pemimpin dan juga sebagai panglima perang. Ketika di rumah, jabatannya ditanggalkan, beru-bah menjadi suami yang lembut dan penyayang.

 

Kata Ibunda Aisyah, ra. Nabi itu murah senyum dan suka mencandai istri-istrinya. Dan Beliau juga suami yang romantis. Seperti sikapnya kepada Sofiya binti Huyai, salah satu istrinya. Ketika mau naik onta, dia perlu tangga, maka Nabi duduk dan menjadikan lututnya sebagai pijakan.

 

Beliau juga bersedia mendengar keluh kesah istrinya. Ketika sedang i’tikaf Sofiya binti Huyai datang menemui Nabi di masjid untuk curhat. Dan beliau pun mau mendengar keluh kesah istrinya itu hingga larut malam.

 

Nabi pun gemar menyuapi istrinya, maka beliau bersabda: “Hingga sesuap makanan yang diangkat ke mulut istri juga akan diberi pahala.”  Dan, خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي / “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik (perlakuannya) terhadap istrinya dan aku adalah orang yang terbaik di antara kalian terhadap istri.” (Hr. Tirmidzi)

 

Keempat: Keteladanan Sebagai Pemimpin

Di antara keteladanan sebagai pemim-pin yang bisa dicontoh dari Nabi, Saw. adalah:

1.    Mengutamakan Musyawarah Dalam Mengambil Keputusan

Seperti bermusyawarah sebelum Perang Uhud, apakah tetap bertahan di dalam kota atau keluar menghadapi musuh. Dan, Nabi mengikuti pendapat mayoritas sahabat untuk menghadapi musuh di luar kota Madinah.

 

2. Menjaga Akhlakul Karimah

Nabi merupakan pribadi yang menye-nangkan, santai dan terbuka, mudah berkomunikasi dengan siapa pun, lemah lembut dan sopan. Tidak keras, tapi tidak juga lembek. Tidak pernah mencela, tidak pernah menuntut ini dan itu. Tidak suka menggerutu dan tidak suka menunda-nunda pekerjaan, namun tidak pula suka grusa-grusu (tergesa-gesa dan gegabah).

 

3. Bijaksana dan Rendah Hati

Beliau menerima usulan Sahabat Salman al-Farisi, untuk menggali parit perlindungan terhadap kota Madinah. Beliau terjun langsung turut menggali parit. Padahal saat itu sedang paceklik. Di antara sahabat ada yang mengikat-kan satu batu di perut-nya untuk menahan lapar. Dan ternyata Nabi juga melakukannya, bahkan dengan dua batu sekaligus. Beliau bekerja begitu keras, hingga perutnya tertutup debu”.

 

Saudara-saudaraku,

Jamaah Jum’at yang dirahmati Allah

 

Demikianlah beberapa keteladanan dari Baginda Rasulullah, saw. mudah-mudahan kita bisa mencontoh dan mengikutinya dengan harapan kita bisa mendapatkan syafa’at beliau kelak di akhirat. Aaamiin, ya Rabbal ‘Älamiin.

 

 أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْم.

 


Khutbah Kedua

 

اَلْحَمْدُ للهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ، والصَّلَاةُ والسَّلَامُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ * أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ * فَيَآ اَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا االله فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَزَجَرَ* وَقَالَ تَعَالَى (أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ): ﴿ مَّن يُطِعِ ٱلرَّسُولَ فَقَدْ أَطَاعَ ٱللَّهَ ۖ  وَمَن تَوَلَّىٰ فَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا﴾ [ النساء: ۸۰]

 

أَمَّا بَعْدُ: فَقَالَ تَعاَلَى: ﴿إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا﴾ اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أجْمَعِينَ، وَمَنْ تَبِعَهُ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ*

 

اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ، بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ * اَللَّهُمَّ إِنَّا رَضِينَا بِاللهِ رَبًّا، وِبِالإِسْلَامِ دِيْنًا، وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلًا * اَللَّهُمَّ إنَّا نَسْأَلُكَ بِلَا إِلَهَ اِلَّا أَنتَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ، أنْ تَجْعَلَنَا مِنْ اَتْبَاعِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ (صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ) فِي الدُّنْيَا وَالْآِخرَةِ * اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنْ أَهْلِ سُنَّتِهِ وَدِينِهِ وَشَفَاعَتِهِ وَارْزُقْنَا الشُّرْبَ مِنْ حَوْضِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ * بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينْ! 

 

وَصَلِّ اللَّهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ اَجْمَعِيْنَ، بِفَضْلِ: سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ، وَسَلاَمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.

 

عِبَادَاللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ – أَقِمِ الصَّلَاةَ!

 

 

  

 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa