EMPAT URGENSI AKHLAQ BAGI SEORANG MUSLIM
Teks Khutbah Jum’at
Untuk Masjid-Masjid di Lingkungan
PT. PAMAPERSADA NUSANTARA, Site KPC Sangatta
|
Khutbah |
: |
Jum’at Keempat |
|
Tanggal |
: |
27 Rabiul Awwal
1447 H. / 19 Sept. 2025 M. |
|
Tema |
: |
“EMPAT URGENSI
AKHLAQ BAGI SEORANG MUSLIM” |
|
Oleh |
: |
K.H. Hamim Thohari, B.IRK (Hons), CWC. |
|
|
|
[Ustadz / Dai Yayasan Insan Mulia PAMA, Site KPC Sangatta, Kutai
Timur] |
Khutbah Pertama
اَلْـحَمْدُ لِلّٰهِ
الَّذِيْ أَرْسَلَ رَسُوْلَهُ بِالْهُدَى وَدِيْنِ الْحَقِّ، أَشْهَدُ أَنْ لَا
إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ، اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ
وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ: فَيَا
أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، اُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ فَقَدْ
فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى: ﴿ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا
اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ
مُسْلِمُوْنَ ﴾ [آل عمران: 102] وَقَالَ تَعَالَى: ﴿ وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ
عَظِيمٍ ﴾ [القلم: 4]
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah
Hari ini jum’at terakhir di bulan Rabi’ul
Awwal, masih dalam suasana mempe-ringati hari kelahiran Baginda Nabi Muhammad,
s.a.w. Mari tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah, karena itulah salah satu
pesan penting beliau: “اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ / Bertaqwalah kepada Allah
di mana pun kamu berada!”
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah Kita hidup di zaman di mana akhlak sering dianggap
tidak lagi diperlukan. Banyak orang mengira bahwa akhlak hanyalah pengekangan,
batasan, bah-kan belenggu bagi kebebasan manusia. Akibatnya, manusia bebas
berbuat apa saja tanpa peduli pada nilai akhlaq mulia, benar atau salah, halal
atau haram.
Padahal Islam justru menempatkan akhlak
sebagai pilar utama dalam kehidupan seorang muslim.
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah Ada empat kepentingan akhlaq dalam kehidupan:
Pertama: Akhlaq adalah nilai universal, dibutuhkan
oleh seluruh manusia kapan saja dan di mana saja.
Akhlaq adalah pilar tegaknya sebuah bangsa. Maka
Ahmad Syauqi – seorang pujangga besar Mesir -- berkata:إِنَّمَا الْأُمَمُ الْأَخْلَاقُ مَا بَقِيَتْ * فَإِنْ هُمُوْ ذَهَبَتْ
أَخْلَاقُهُمْ ذَهَبُوْا "Sesungguhnya
tegaknya suatu bangsa adalah karena akhlaknya. Jika hilang akhlak mereka, maka
hancurlah bangsa itu.”
Itulah sebabnya, Rasulullah, ﷺ berpe-san kepada ummat-nya
agar bertaqwa serta memperlakukan manusia dengan akhlaq mulia -- di mana pun
dan kapan pun. Sebab, semua manusia dari bangsa mana pun suka diperlakukan dengan
baik.
Nabi bersabda: اتَّقِ اللَّهَ حَيْثُمَا كُنْتَ، وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ “Bertakwalah kepada
Allah di mana pun engkau berada, dan pergaulilah manusia dengan akhlak yang
baik.” (HR. Tirmidzi)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah Kedua: Akhlaq dalam Islam adalah kunci keselamatan
di dunia dan akhirat.
Perbuatan baik seorang muslim, dari berakhlaq
mulia hingga taat kepada Allah akan diberi balasan terbaik. Allah, S.w.t.
berfirman: ﴿مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن
ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ﴾ / “Barang siapa yang beramal shalih, baik laki-laki
maupun perempuan, sedang ia beriman, maka pasti Kami akan berikan kepadanya
kehidupan yang baik (di dunia), dan Kami akan beri balasan (di
akhirat) dengan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (QS. An-Naḥl: 97)
Ketika ditanya, apa yang akan banyak membuat
orang masuk surga, Rasu-lullah ﷺ bersabda: أَكْثَرُ مَا يُدْخِلُ النَّاسَ الْجَنَّةَ، حُسْنُ
الْخُلُقِ / Yang paling banyak mema-sukkan manusia ke dalam surga
adalah akhlak yang baik.” (HR. Tirmidzi)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah Ketiga: Salah satu misi utama Rasul adalah
menyempurnakan akhlak.
Karena pentingnya akhlaq, sehingga pembinaan dan
penyempurnaan akhlaq dijadikan salah satu dari misi kerasulan Nabi Muhammad, s.a.w.
yang diutus untuk ummat manusia. Rasulullah ﷺ bersabda: إِنَّمَا بُعِثْتُ لِأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الْأَخْلَاقِ / Sesungguhnya
aku diutus hanya untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak.” (HR. Ahmad)
Maka Rasulullah dijadikan uswah hasanah
(teladan) bagi ummatnya dalam segala hal, terutama dalam ber-akhlaq. Sehingga
beliau dipuji oleh Allah sebagai orang yang berakhlaq yang agung.﴿ وَإِنَّكَ لَعَلَىٰ خُلُقٍ عَظِيمٍ ﴾ / “Dan sesungguhnya Engkau
benar-benar berakhlaq yang agung.” (alQolam: 4)
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah Keempat: Tanpa akhlaq manusia tak ubahnya seperti
binatang.
Allah berfirman:
﴿ وَلَقَدْ ذَرَأْنَا
لِجَهَنَّمَ كَثِيْرًا مِّنَ الْجِنِّ وَالْإِنسِ، لَهُمْ قُلُوْبٌ لَا
يَفْقَهُوْنَ بِهَا، وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُوْنَ بِهَا، وَلَهُمْ آذَانٌ
لَا يَسْمَعُوْنَ بِهَا، أُوْلٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ أُوْلَئِكَ هُمُ
الْغَافِلُونَ ﴾
“Dan sungguh,
Kami telah sediakan untuk (isi) neraka Jahanam banyak dari golongan jin dan
manusia; mereka mempunyai hati tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami
(ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata tetapi tidak dipergu-nakannya untuk
melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga tetapi
tidak dipergunakannya untuk mendengar (ajaran Allah). Mereka itu seperti
binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang
lalai.” (al-A’raf: 179)
Imam Ibnu
Qayyim, dalam Madaarijus Saalikin, berkata: "إِنَّ
الْإِنْسَانَ إِذَا تَجَرَّدَ عَنِ الْعَقْلِ وَالْخُلُقِ الْحَسَنِ، صَارَ شَرًّا
مِنَ الْبَهَائِمِ، لِأَنَّ الْبَهَائِمَ تَتَّبِعُ الشَّهْوَةَ وَلَا تَكْلِيفَ
عَلَيْهَا، أَمَّا الْإِنْسَانُ فَقَدْ أُعْطِيَ الْعَقْلَ وَكُلِّفَ
بِالطَّاعَةِ، فَإِذَا تَرَكَ سَبِيلَ الْحَقِّ كَانَ أَخَسَّ وَأَضَلَّ. / “Sesungguhnya
manusia apabila melepaskan diri dari akal dan akhlak yang baik, maka ia menjadi
lebih buruk daripada hewan. Sebab hewan mengikuti syahwat-nya tanpa ada taklif (beban
syariat) atas mereka. Adapun manusia diberi akal dan dibebani untuk taat, maka
bila ia meninggalkan jalan kebenaran, jadilah ia lebih hina dan lebih sesat.” Naudzu
billaahi min-dzalik.
Saudara-saudaraku,
Jamaah Jum’at yang
dirahmati Allah Dari empat poin di atas, jelaslah bahwa pendidikan
akhlak merupakan kebutu-han mendesak bagi generasi muslim. Tanpa akhlak,
hancurlah umat. Dengan akhlak, terangkat martabat manusia.
Imam al-Ghazali berkata: “Akhlak yang baik
adalah sumber segala kebaikan dan menjadi sebab keselamatan hamba di dunia dan
akhirat. Sebaliknya, akhlak yang buruk adalah pangkal kebinasaan.”
نَفَعَنِي اللّٰهُ وَإِيَّاكُمْ بِالْقُرْآنِ
الْعَظِيْمِ وَبِسُنَّةِ نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ وَأَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ،
فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
KHUTBAH KEDUA
الحمدُ للهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ
كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللهُ
وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ،
صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَارَ عَلَى نَهْجِهِ
إِلَى يَوْمِ الدِّينِ.
أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيَ
بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: :﴿وَلَقَدْ وَصَّيْنَا ٱلَّذِينَ
أُوتُوا ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكُمْ وَإِيَّاكُمْ أَنِ ٱتَّقُوا ٱللَّهَ﴾ (النساء:
١٣١) ثُمَّ اعْلَمُوا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ
بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّكُمْ، فَقَالَ عَزَّ وَجَلَّ: ﴿إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى
النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا
تَسْلِيمًا﴾ فَنَقُولُ: اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى نَبِيِّنَا
مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِينَ.
اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِينَ وَالمُسْلِمَاتِ،
وَالمُؤْمِنِينَ وَالمُؤْمِنَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ. اللَّهُمَّ وَفِّقْ وُلاَةَ أُمُورِنَا لِمَا تُحِبُّ
وَتَرْضَى، وَاجْعَلْهُمْ رُعَاةً صَالِحِينَ، وَاحْفَظْ بِلادَنَا مِنْ كُلِّ
سُوءٍ وَفِتْنَةٍ.
اَللّٰهُمَّ
أَصْلِحْ شَبَابَ الْمُسْلِمِيْنَ، وَزَيِّنْهُمْ بِالْعِلْمِ وَالْحِلْمِ
وَالْخُلُقِ الْحَسَنِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْنَا وَذُرِّيَّاتِنَا مِنَ
الْمُتَخَلِّقِيْنَ بِالْقُرْآنِ وَالسُّنَّةِ، وَاحْفَظْنَا مِنَ الْفِتَنِ مَا
ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ.
رَبَّنَا آتِنَا
فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً، وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً، وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. وَصَلَّى
اللّٰهُمَّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ. وَآخِرُ
دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ.
وَأَقِمِ
الصَّلَاةَ.
Komentar
Posting Komentar