Analisa Kalimah lsti'adzah dari Segi Bahasa dan I'rab
Analisa Kalimah lsti'adzah dari Segi Bahasa dan I'rab
Penyadur Sudono Syueb, alumni pertana MIM 12 Dengok, Paciran, Lamongan
Sidoarjo - Analisis kalimah isti'adzah dari segi bahasa dan i'rab ini berasal dari kitab k'rab Al-Qur'ab Al-Karim wa Bayanuhu karya Syaikh Muhyudin Al-Darwis
اعوذ بالله من الشيطان الرجيم
أَعُوذُ: أَعْتَصِمُ وَأَمْتَنِعُ. الشَّيْطَانُ: إِمَّا أَنْ يَكُونَ عَلَى وَزْنِ فَعْلَانَ، مِنْ: شَاطَ يَشِيطُ بِقَلْبِ ابْنِ آدَمَ، أَيْ: مَالَ بِهِ وَأَهْلَكَهُ، وَإِمَّا عَلَى وَزْنِ فِيعَالٍ، مِنْ شَطَنَ، أَيْ: بَعُدَ، فَإِنَّهُ بَعُدَ عَنِ الْخَيْرِ، أَوْ بَعُدَ غَوْرُهُ فِي الشَّرِّ. الرَّجِيمُ: فَعِيلٌ بِمَعْنَى مَفْعُولٍ، وَالْمَرْجُومُ فِي اللُّغَةِ: الْمَطْرُودُ الْمَلْعُونُ، أَوْ فَعِيلٌ بِمَعْنَى فَاعِلٍ، أَيْ: يَرْجُمُ غَيْرَهُ بِالْإِغْوَاءِ وَالتَّضْلِيلِ وَإِلْقَاءِ النَّفْسِ فِي الْمَتَالِفِ.
A'udhu/اعوذ: Saya berlindung dan menahan diri.
Asy-Syaithan/اشيطان (Setan): Bisa jadi berasal dari wazan fa'lanun (فَعْلان), dari kata dasar shatha yashitu (شاط يشيط) artinya yang memalingkan hati anak Adam, yaitu: menyimpangkannya dan membinasakannya.
Atau dari wazan fi'alun (فِيعَال), dari kata shathana (شطن), yaitu: menjauh, karena ia menjauh dari kebaikan, atau sangat jauh/dalam terjerumus ke dalam kejahatan.
Ar-Rajiim (Yang terkutuk/dirajam): Wazan fa'il yang bermakna maf'ul (objek yang dikenai perbuatan).
Arti al-marqum (المارجوم) dalam bahasa Arab adalah yang diusir dan dikutuk. Atau wazan fa'il yang bermakna fa'il (pelaku), yaitu: ia (setan) merajam/melempar orang lain dengan godaan, kesesatan, dan menjerumuskan jiwa ke dalam kebinasaan.»
الإِعْرَابُ
(أَعُوذُ) فِعْلٌ مُضَارِعٌ مَرْفُوعٌ ، وَهُوَ فِعْلٌ مُعْتَلٌّ أَجْوَفُ ؛ لِأَنَّ عَيْنَ الفِعْلِ وَاوٌ ، وَالأَصْلُ " أَعْوُذُ " عَلَى وَزْنِ " أَفْعُلُ " ، فَاسْتُثْقِلَتِ الضَّمَّةُ عَلَى الوَاوِ ، فَنُقِلَتْ إِلَى العَيْنِ فَصَارَتْ " أَعُوذُ " ، وَهَذِهِ عِلَّةُ مَا كَانَ مِنْ هَذَا البَابِ . وَفَاعِلُهُ ضَمِيرٌ مُسْتَتِرٌ فِيهِ وُجُوبًا تَقْدِيرُهُ : أَنَا .
(بِاللهِ) : جَارٌّ وَمَجْرُورٌ مُتَعَلِّقَانِ بِـ " أَعُوذُ ".
(مِنَ الشَّيْطَانِ) : جَارٌّ وَمَجْرُورٌ مُتَعَلِّقَانِ بِـ " أَعُوذُ " أَيْضًا ، وَ " مِنْ " لِابْتِدَاءِ الغَايَةِ ، كَمَا أَنَّ " إِلَى " لِمُنْتَهَى الغَايَةِ . فَإِذَا قُلْتَ : " لِزَيْدٍ مِنَ الحَائِطِ إِلَى الحَائِطِ " فَقَدْ بَيَّنْتَ بِهِ طَرَفَيْ مَالِهِ . وَإِذَا قَالَ الرَّجُلُ : " لِزَيْدٍ عَلَيَّ مِنْ وَاحِدٍ إِلَى عَشَرَةٍ " ، فَجَائِزٌ أَنْ يَكُونَ عَلَيْهِ ثَمَانِيَةٌ إِذَا أَخْرَجْتَ الحَدَّيْنِ ، وَجَائِزٌ أَنْ يَكُونَ عَلَيْهِ عَشَرَةٌ إِذَا أَدْخَلْتَ الحَدَّيْنِ مَعًا ، وَجَائِزٌ أَنْ يَكُونَ عَلَيْهِ تِسْعَةٌ إِذَا أَدْخَلْتَ حَدًّا وَأَخْرَجْتَ حَدًّا .
(الرَّجِيمِ) : نَعْتٌ حَقِيقِيٌّ لِلشَّيْطَانِ .
وَجُمْلَةُ الِاسْتِعَاذَةِ ابْتِدَائِيَّةٌ لَا مَحَلَّ لَهَا مِنَ الإِعْرَابِ .
I'rab (Analisis Gramatikal)
(أَعُوذُ - A'ūdu)
Kata kerja bentuk sedang/akan datang (fi'il mudhari') yang dihukumi rafa' (marfu'). Kata ini termasuk kata kerja berpenyakit di tengah (fi'il mu'tal ajwaf) karena huruf tengahnya ('ain fi'il) berupa huruf Wawu. Asal bentuknya adalah "A'wudu" mengikuti pola (wazan) "Af'ulu". Karena harakat dhammah di atas huruf Wawu terasa berat diucapkan, maka harakat tersebut dipindahkan ke huruf sebelumnya ('ain fi'il / huruf 'Ain), sehingga bentuknya berubah menjadi "A'ūdu". Ini adalah kaidah perubahan morfolofis ('illah tahrif) untuk semua kata yang masuk dalam bab ini. Subjeknya (fa'il) berupa kata ganti tersembunyi yang wajib (dhamir mustatir wujuban) dengan taksiran: Ana (Saya).
(بِاللهِ - Billāhi)
Huruf jer dan kata yang dijer-kan (jar wa majrur) yang terikat (muta'alliq) dengan kata kerja "A'ūdu".
(مِنَ الشَّيْطَانِ -
(Minasy-Syaithāni)
Huruf jer dan kata yang djer-kan (jar wa majrur) yang juga terikat dengan kata kerja "A'ūdu". Huruf "Min" di sini berfungsi menunjukkan titik awal tujuan (li ibtida'il ghayah), sebagaimana huruf "Ila" berfungsi menunjukkan titik akhir tujuan (li muntahal ghayah). Jika Anda berkata: "Zaid memiliki hak milik dari dinding ini sampai dinding itu," maka Anda telah memperjelas kedua batas ujung harta miliknya. Dan jika seseorang berkata: "Aku punya utang kepada Zaid dari satu sampai sepuluh," maka boleh jadi utangnya bernilai delapan jika Anda mengeluarkan kedua batas angka tersebut (angka 1 dan 10 tidak dihitung). Boleh jadi utangnya bernilai sepuluh jika Anda memasukkan kedua batas tersebut secara bersamaan. Dan boleh jadi utangnya bernilai sembilan jika Anda memasukkan salah satu batas angka dan mengeluarkan batas angka lainnya.
(الرَّجِيمِ - Ar-Rajīmi)
Kata sifat murni (na'at haqiqi) untuk kata "Asy-Syaithān".
Dan susunan kalimat Isti'adzah (A'udzu billahi minasy-syaithanir rajim) ini merupakan kalimat pembuka (jumlahtul istinafiyyah/ibtida'iyyah) yang tidak memiliki kedudukan dalam analisis sintaksis (La mahalla laha minal i'rab).
Fungsi kalimah lsti'adzah
Fungsi utama kalimah isti'adzah (memohon perlindungan kepada Allah) adalah seba
gai benteng spiritual dan mental untuk meminta penjagaan dari gangguan, tipu daya, dan bisikan setan yang terkutuk. Kalimat ini juga berfungsi untuk menenangkan hati dan mengurangi rasa khawatir saat dihadapkan pada situasi yang membahayakan.
Selain itu, melafalkan kalimat ini (seperti membaca ta'awudz) memiliki beberapa manfaat spesifik, antara lain:
- Pengakuan Kelemahan: Menunjukkan kerendahan hati dan kesadaran manusia akan keterbatasan dirinya yang membutuhkan perlindungan Allah Yang Mahakuasa.
- Tabir Perlindungan: Menjadi perisai dari keburukan yang bersifat batiniah maupun yang tidak tampak.
- Persiapan Ibadah: Disunnahkan membacanya sebelum memulai ibadah, seperti sebelum membaca Al-Qur'an, untuk menjaga konsentrasi dan keikhlasan dari gangguan setan.
Komentar
Posting Komentar