Tafsir Surah Al-Fatihah: Basmalah Bagian Al-Fatihah ? (2)

 Tafsir Surah Al-Fatihah: Basmalah Bagian Al-Fatihah ? (2)

Oleh Syaikh Ahmad Musthafa Al-Maraghi



Penyadur Sudono Syueb

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ

تَمْهِيدٌ

يَرَى بَعْضُ الصَّحَابَةِ كَأَبِي هُرَيْرَةَ وَعَلِيٍّ وَابْنِ عَبَّاسٍ وَابْنِ عُمَرَ، وَبَعْضُ التَّابِعِينَ كَسَعِيدِ بْنِ جُبَيْرٍ وَعَطَاءٍ وَالزُّهْرِيِّ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَبَعْضُ فُقَهَاءِ مَكَّةَ وَقُرَّائِهَا وَمِنْهُمُ ابْنُ كَثِيرٍ، وَبَعْضُ قُرَّاءِ الْكُوفَةِ وَفُقَهَائِهَا وَمِنْهُمْ عَاصِمٌ وَالْكِسَائِيُّ وَالشَّافِعِيُّ وَأَحْمَدُ، أَنَّ الْبَسْمَلَةَ آيَةٌ مِنْ كُلِّ سُورَةٍ مِنْ سُوَرِ الْقُرْآنِ الْكَرِيمِ.

Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Pengantar

Sebagian sahabat nabi seperti Abu Hurairah, Ali, Ibnu Abbas, dan Ibnu Umar; serta sebagian tabi'in seperti Said bin Jubair, Atha', Az-Zuhri, dan Ibnul Mubarak; serta sebagian pakar fikih Mekah dan ahli qiraatnya termasuk Ibnu Katsir; serta sebagian ahli qiraat Kufah dan pakar fikihnya termasuk Ashim, Al-Kisa'i, Asy-Syafi'i, dan Ahmad, berpendapat bahwa Basmalah adalah satu ayat dari setiap surat di dalam Al-Qur'an Al-Karim.

وَمِنْ أَدِلَّتِهِمْ عَلَى ذَٰلِكَ:
(١) إِجْمَاعُ الصَّحَابَةِ وَمَنْ بَعْدَهُمْ عَلَى إِثْبَاتِهَا فِي الْمُصْحَفِ أَوَّلَ كُلِّ سُورَةٍ عَدَا سُورَةَ بَرَاءَةَ (التَّوْبَةَ)، مَعَ الْأَمْرِ بِتَجْرِيدِ الْقُرْآنِ مِنْ كُلِّ مَا لَيْسَ مِنْهُ، وَمِنْ ثَمَّ لَمْ يَكْتُبُوا (آمِينَ) فِي آخِرِ الْفَاتِحَةِ.

Di antara dalil-dalil mereka mengenai hal tersebut adalah:

1) Kesepakatan (ijma') para sahabat dan generasi setelah mereka untuk menetapkan Basmalah di dalam mushaf pada setiap awal surat, kecuali surat Bara'ah (At-Taubah). Padahal, ada perintah untuk membersihkan Al-Qur'an dari segala hal yang bukan bagian darinya. Oleh karena itu, mereka tidak menulis kata (Amin) di akhir surat Al-Fatihah

(٢) مَا وَرَدَ فِي ذَٰلِكَ مِنَ الْأَحَادِيثِ،
فَقَدْ أَخْرَجَ مُسْلِمٌ فِي صَحِيحِهِ عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: «أُنْزِلَتْ عَلَيَّ آنِفًا سُورَةٌ» فَقَرَأَ: «بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ».
وَرَوَى أَبُو دَاوُدَ عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ لَا يَعْرِفُ انْقِضَاءَ السُّورَةِ، حَتَّى يَنْزِلَ عَلَيْهِ (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ).
وَرَوَى الدَّارَقُطْنِيُّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «إِذَا قَرَأْتُمُ الْحَمْدُ لِلَّهِ فَاقْرَءُوا بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ فَإِنَّهَا أُمُّ الْقُرْآنِ وَالسَّبْعُ الْمَثَانِي، وَبِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ إِحْدَى آيَاتِهَا».

2) Hadis-hadis yang menceritakan hal tersebut, di antaranya:
- Muslim meriwayatkan dalam kitab Shahihnya dari Anas radhiyallahu 'anhu bahwa ia berkata: Rasulullah ﷺ bersabda: "Baru saja diturunkan kepadaku sebuah surat," lalu beliau membaca: "Bismillahir rahmanir rahim."
- Abu Dawud meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa Rasulullah ﷺ dahulu tidak mengetahui batas akhir suatu surat hingga turun kepada beliau (Bismillahir rahmanir rahim).
- Ad-Daruquthni meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: "Jika kalian membaca Alhamdu lillah (Al-Fatihah), maka bacalah Bismillahir rahmanir rahim, karena ia adalah Ummu Al-Qur'an (Induk Al-Qur'an) dan As-Sab'u Al-Matsani (tujuh ayat yang diulang-ulang), dan Bismillahir rahmanir rahim adalah salah satu ayatnya."

(٣) أَجْمَعَ الْمُسْلِمُونَ عَلَى أَنَّ مَا بَيْنَ الدَّفَّتَيْنِ كَلَامُ اللَّهِ تَعَالَى، وَالْبَسْمَلَةُ بَيْنَهُمَا فَوَجَبَ جَعْلُهَا مِنْهُ.
وَيَرَى مَالِكٌ وَغَيْرُهُ مِنْ عُلَمَاءِ الْمَدِينَةِ، وَالْأَوْزَاعِيُّ وَجَمَاعَةٌ مِنْ عُلَمَاءِ الشَّامِ، وَأَبُو عَمْرٍو وَيَعْقُوبُ مِنْ قُرَّاءِ الْبَصْرَةِ —وَهُوَ الصَّحِيحُ مِنْ مَذْهَبِ أَبِي حَنِيفَةَ— أَنَّهَا آيَةٌ مُفْرَدَةٌ مِنَ الْقُرْآنِ أُنْزِلَتْ لِبَيَانِ رُؤُوسِ السُّوَرِ وَالْفَصْلِ بَيْنَهَا.

3) Umat Islam telah sepakat bahwa apa yang ada di antara dua sampul mushaf adalah firman Allah Ta'ala. Basmalah berada di antara kedua sampul tersebut, sehingga wajib menjadikannya sebagai bagian dari Al-Qur'an.

Sementara itu, Malik dan ulama Madinah lainnya, Al-Auza'i dan sekelompok ulama Syam, serta Abu Amr dan Ya'qub dari kalangan ahli qiraat Bashrah —dan ini merupakan pendapat yang sahih dalam mazhab Abu Hanifah— berpendapat bahwa Basmalah adalah satu ayat tersendiri dari Al-Qur'an yang diturunkan untuk menjelaskan awal surat dan sebagai pemisah antar-surat.

وَيَرَى عَبْدُ اللَّهِ بْنُ مَسْعُودٍ أَنَّهَا لَيْسَتْ مِنَ الْقُرْآنِ أَصْلًا وَهُوَ رَأْيُ بَعْضِ الْحَنَفِيَّةِ.
وَمِنْ أَدِلَّتِهِمْ عَلَى ذَٰلِكَ:
حَدِيثُ أَنَسٍ قَالَ: صَلَّيْتُ خَلْفَ النَّبِيِّ ﷺ وَأَبِي بَكْرٍ وَعُمَرَ وَعُثْمَانَ، وَكَانُوا يَسْتَفْتِحُونَ بِـ (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ) لَا يَذْكُرُونَ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ فِي أَوَّلِ قِرَاءَةٍ وَلَا آخِرِهَا.

Di sisi lain, Abdullah bin Mas'ud berpendapat bahwa Basmalah sama sekali bukan bagian dari Al-Qur'an, dan ini juga merupakan pendapat sebagian ulama mazhab Hanafi.

Di antara dalil kelompok ini adalah:
- Hadis dari Anas yang berkata: "Aku shalat di belakang Nabi ﷺ, Abu Bakar, Umar, dan Utsman. Mereka memulai shalat dengan membaca (Alhamdu lillahi rabbil 'alamin) tanpa menyebut Bismillahir rahmanir rahim, baik di awal bacaan maupun di akhirnya."(Bersambung)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

Logika Diferensial dan Patologi Sosial Keagamaan

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa