SEMANGAT BERORGANISASI

SEMANGAT BERORGANISASI
Oleh: Indah Hanifah Hanif
Alumni PP ArRoudlotul Ilmiyah (YTP) Kertosono

Berorganisasi itu bukan selalu tentang jabatan, bukan pula tentang siapa yang paling aktif atau siapa yang paling banyak dikenal. Berorganisasi adalah tentang belajar bersama, berbuat bersama, dan memberikan manfaat sesuai dengan kemampuan yang kita miliki.

Kadang dalam perjalanan berorganisasi, semangat kita naik turun. Ada saatnya kita merasa senang karena bisa berkumpul, berdiskusi, dan melakukan kegiatan bersama. Tetapi ada pula saatnya kita merasa lelah, kecewa, bahkan bertanya dalam hati, *“Untuk apa saya masih bertahan?”*

Apalagi ketika apa yang kita lakukan tidak selalu dihargai. Kadang kita sudah berusaha, tetapi dianggap kurang. Sudah membantu, tetapi tidak terlihat. Bahkan terkadang niat baik kita disalahpahami.

Di situlah sebenarnya kita belajar bahwa berorganisasi membutuhkan keikhlasan.

Kita tidak mungkin selalu mendapatkan pujian. Tidak semua orang akan memahami perjuangan kita. Dan tidak semua kebaikan harus diketahui orang lain.

Kalau tujuan kita berorganisasi hanya untuk mendapatkan penghargaan manusia, kita akan mudah kecewa. Tetapi kalau kita niatkan sebagai bagian dari amal dan usaha memberikan manfaat, insyaallah hati akan lebih tenang.

Allah Subhanahu wa Ta'ala, mengingatkan:

*وَقُلِ اعْمَلُوا فَسَيَرَى اللهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُ وَالْمُؤْمِنُونَ*

*"Dan katakanlah, 'Bekerjalah kamu, maka Allah akan melihat pekerjaanmu, begitu juga Rasul-Nya dan orang-orang mukmin."*
(QS. At-Taubah (9): 105)

Ayat ini mengajarkan bahwa setiap usaha kita tidak sia-sia. Mungkin manusia tidak melihat, tetapi Allah melihat.

Karena itu, jangan merasa bahwa kontribusi kita terlalu kecil.

Mungkin kita tidak mampu menjadi pengurus utama.
Mungkin kita tidak memiliki banyak harta untuk disumbangkan.
Mungkin kita hanya bisa membantu ketika ada kegiatan.
Mungkin kemampuan kita hanya memasak, menerima tamu, menyiapkan tempat, menyampaikan informasi, atau sekadar hadir dan memberi semangat kepada teman-teman.
*Jangan merasa kecil.*
Organisasi membutuhkan banyak tangan, bukan hanya satu atau dua orang.

Ada yang pandai berbicara Ada yang pandai mengatur. Ada yang bekerja di belakang layar. 
Ada yang mampu menyumbang tenaga, pikiran, waktu, bahkan ada yang sekedar senyum dan perhatian.

Semuanya memiliki nilai ketika dilakukan dengan niat yang baik.

Rasulullah ﷺ bersabda:

*أَحَبُّ النَّاسِ إِلَى الله أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ*

*"Manusia yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia."*
(HR. Ath-Thabrani; dinilai hasan oleh sebagian ulama)

Maka semangat berorganisasi bukan berarti harus selalu kuat. Semangat juga berarti mampu bangkit ketika lelah.

Kalau hari ini kita lelah, istirahatlah.
Kalau kecewa, tenangkan hati.
Kalau ada perbedaan, bicarakan dengan baik.
Kalau ada kesalahan, saling mengingatkan.
Kalau ada teman yang mulai mundur, jangan langsung menyalahkan, barangkali ia sedang membutuhkan pengertian.

Sebab organisasi bukan tempat berkumpulnya orang-orang yang sempurna. Organisasi adalah tempat orang-orang belajar menjadi lebih baik bersama-sama.

Jangan sampai perbedaan pendapat membuat kita kehilangan persaudaraan. Jangan sampai persoalan kecil membuat kita melupakan tujuan besar.

Kita boleh berbeda cara berpikir, tetapi tetap satu dalam niat untuk berbuat kebaikan.
Dan satu hal yang penting, jangan membandingkan perjuangan kita dengan orang lain.

Ada orang yang bisa aktif karena keadaan keluarganya memungkinkan. 
Ada yang memiliki waktu lebih banyak. 
Ada yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik.
Sementara kita mungkin memiliki keterbatasan.

Tidak perlu merasa rendah.
Berikan yang bisa kita berikan.
Sebab Allah tidak menilai kita dari seberapa banyak yang dimiliki orang lain. Allah menilai niat, usaha, dan kemampuan yang kita gunakan untuk kebaikan.
Maka, *mari terus menjaga semangat berorganisasi*.

Bukan karena ingin dianggap hebat.
Bukan karena ingin dipuji.
Bukan pula karena takut dikatakan tidak aktif.
Tetapi karena kita ingin menjadi bagian dari orang-orang yang berusaha menghadirkan kebaikan.

Kalau belum mampu menjadi orang yang paling depan, jadilah orang yang tetap mau berjalan bersama.
Kalau belum mampu melakukan sesuatu yang besar, lakukanlah hal kecil dengan sungguh-sungguh.
Karena boleh jadi, sesuatu yang menurut kita kecil, justru menjadi amal yang besar di hadapan Allah.

Mari kita luruskan kembali niat.
Semoga setiap langkah kita dalam berorganisasi menjadi langkah yang bernilai ibadah, lelah kita menjadi pahala, waktu yang kita berikan menjadi amal jariyah, dan kebersamaan kita menjadi jalan untuk mempererat ukhuwah.

Jangan mudah menyerah hanya karena tidak dihargai manusia.
Cukuplah Allah yang mengetahui perjuangan kita.
Tetap semangat berorganisasi, tetap rendah hati, tetap saling menghargai, dan tetap menjaga persaudaraan.
Karena pada akhirnya, yang kita cari bukan sekadar keberhasilan sebuah kegiatan, tetapi keberkahan dari setiap kebaikan yang kita kerjakan bersama.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa