Mengenal l'rab Huruf-Huruf Muqaththa'ah pada Fawatihus Suwar Al-Qur'an

Mengenal l'rab Huruf-Huruf Muqaththa'ah pada Fawatihus Suwar Al-Qur'an

Oleh Sudono Syueb, pernah nyantri di PP YTP Kertosono

Huruf-huruf muqaththa'ah (seperti Alif Lam Mim, Yasin, Kaf Ha Ya 'Ain Shad, dll.) yang berada di awal surah Al-Qur'an umumnya dianggap tidak memiliki kedudukan i'rab (laa mahalla laha minal i'rab) menurut pendapat mayoritas ulama ahli nahwu, karena ia merupakan huruf abjad tunggal yang berfungsi sebagai pembuka surah (fawatihus Suwar).

Namun, para ulama pakar bahasa dan tafsir (seperti Al-Farra', Az-Zajjaj, Ad-Darwis dan Ibnul Anbari) menyebutkan beberapa pandangan lain, jika huruf-huruf tersebut diposisikan sebagai suatu kata atau nama dan bukan makna. Berikut adalah rincian posisi i'rabnya berdasarkan beberapa pendapat:

1. Tidak Memiliki Kedudukan I'rab (Laa Mahalla Laha Minal I'rab)

lni adalah pendapat yang paling kuat dan banyak dipilih. Huruf-huruf ini kedudukannya sama seperti huruf-huruf hijaiyah biasa (e.g., Alif, Ba, Ta) atau seperti kata seru (hurufun nida' atau tanbih) yang hanya berfungsi menarik perhatian pendengar. Oleh karena itu, huruf tersebut sukun di akhirnya dan tidak di-i'rab.

2. Memiliki Kedudukan Rafa' (Fii Mahalli Raf'in)

Jika dianggap memiliki kedudukan rafa', ada beberapa alasan kedudukannya:
- Sebagai Mubtada' (Subjek): Huruf tersebut adalah mubtada', sedangkan khabar-nya adalah kalimat setelahnya. Contoh pada Surah Al-Baqarah (1) الم (Alif Lam Mim) (2) ذالك الكتاب (Dzalikal Kitabu...), maka Alif Lam Mim adalah mubtada' dan Dzalikal Kitabu adalah khabar.

- Sebagai Khabar dari Mubtada' yang Dibuang: Huruf tersebut menjadi predikat, sementara subjeknya disembunyikan. Takdir kalimatnya adalah: هذه الم Haadzihi Alif Lam Mim (Ini adalah Alif Lam Mim). هذه الر (Haadzihi Alif Lam Ra) dll 

3. Memiliki Kedudukan Nasab (Fii Mahalli Nashbin)

Jika dianggap memiliki kedudukan nasab, posisinya adalah:
- Sebagai Maf'ul Bih (Objek): Dianggap menjadi objek dari kata kerja yang dibuang. Takdir kalimatnya seperti: Utlu Alif Lam Mim (Bacalah Alif Lam Mim) atau Iqra' Alif Lam Mim (Bacalah Alif Lam Mim).
- Sebagai Huruf Qasam (Sumpah): Sebagian ulama berpendapat bahwa huruf-huruf ini adalah nama-nama Allah yang digunakan untuk bersumpah, sehingga kedudukannya manshub karena fungsi sumpah tersebut: اقسم الم

4. Memiliki Kedudukan Jar (Fii Mahalli Jarrin)

Pendapat ini menyatakan bahwa huruf muqatha'ah berkedudukan jar karena letaknya setelah huruf qasam (sumpah) yang disembunyikan. Bentuk perkiraannya adalah ب الم(Demi) Alif Lam Mim, ب يس (Demi) Yasiin dll.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Egi Sujana Mengalami Confuse...

DO'AKU HARAPANKU

Prilaku Pilitik Ken Arok: Dari Begal Jalanan menjadi Wangsa Rajasa